Nadira Si Anak Guru Honorer

Nadira Si Anak Guru Honorer
Tawaran


__ADS_3

"Maaf Kak ada apa Kak Reza memanggil kami?" Tanya Nadira karna dia tidak ingin menghabiskan waktu dengan ngobrol saja, mereka belum makan siang, jika tidak segera ditanya bakal telat mereka makan siang.


"Oh iya Dek, di dalam ada kertas yang harus disusun, karna kertasnya banyak kami bisa minta tolong untuk menyusunnya?" Reza mengatakan maksudnya memanggil mereka. Sebenarnya itu bukanlah maksud Reza, tapi kehendak Farhan yang menyuruhnya, sebenarnya mereka sudah punya jadwal untuk mengerjakannya, entah apa yang merasuki Farhan sehingga merubah jadwalnya.


Mendengar permintaan Reza, Sarah , Nadira dan Evi saling pandang


"Harus dikerjakan hari ini Kak?" Tanya Sarah.


"Iya sih, tapi kalau kalian ada pekerjaan yah tidak apa-apa". Jawab Reza sedikit tidak enak karna terus membebani Nadira, Sarah dan Evi dengan pekerjaan mereka.


"Aku mau aja Kak, karna memang aku gak ada kerjaan setelah ini, gimana Ra, Vi?" Sarah bersedia tapi dia tidak tahu Nadira dan Evi, jadi dia bertanya terlebih dulu.


"Aku sih bisa" Jawab Nadira


"Aku sih sebenarnya pingin langsung pulang dan rebahan, tapi karna Nadira dan Sarah disini yah gak enak kalau aki gak bantuin!" Jawab Evi dengan lesu.


"Dasar Ember bocor, kalau mau membantu itu, dari hati dong jangan ikut-ikutan aja, kayak gak punya pendirian!" Cibir Sam.


"Hei Kak Samsudin, yah suka-suka aki dong, lagian juga kalau untuk kebaikan yah gak masalah dong ikut-ikutan, asal jangan yang gak baik aja!". Jawab Evi yang sebal karena Sam selalu saja memojokkannya.


"Tapi kami izin makan dulu yah kak, karna kami belum makan siang, takut Kak Reza lama menunggu jadi kami langsung kesini habis sholat dzuhur tadi?" Nadira meminta izin agar mereka bisa makan siang dulu.


"Kalian belum makan Dek, bagis deh kalau begitu, tadi kakak beli nasi ayam bakar 3 kotak, kak Sam juga beli 3 kotak, yang 3 uda kami makan, jadi masih 3 lagi cukuplah untuk kalian satu-satu!" Reza menawari mereka nasi mereka yang lebih 3 Kotak.


Mendengar ayam bakar Evi langsung bersemangat


"Boleh Kak, memang kami belum membeli nasi, kalau ada gratisan gak boleh diolak dong, sayang kan mubazzir".


Nadira dan Sarah langsung melotot, ke arah Evi.


"Ups Maaf" cicit Evi yang takut dipelototi Nadira dan Sarah.

__ADS_1


"Kwkwkw, Dasar Ember bocor, kayaknya kamu harus beli satu kotak lagi Za, tuh si Ember bocor bakalan kurang kalau satu kotak". Ejek Sam.


"Kuranglah Kak, namanya jiga ember bocor, kalau di isi yah bakal merembes, makanya kalau kasih julukan itu yang bagus dikit, mawar, melati indah sepanjang hari gitu, jadi aku bisa menebarkan keharuman untuk orang sekitarku hahaha!" Evi mengeluarkan tawa khasnya, dia lupa kalau disana ada Reza, Sam dan Farhan.


Sarah segera memukul tangan Evi agar dia ingat kalau disana ada orang lain selain mereka.


Evi menutup mulutnya yang tertawa dengan keras.


"Dasar Ember bocor, sudah deh gak ada julukan yang lebih tepat untuk kamu selain Em... ber... bo... cor.... hahaha!" Sam berkata sambil tertawa dan berlalu meninggalkan Evi yang malu dan kesal.


Reza tersenyum dan berkata "Kalian ke ruang rapat aja, nasinya ada disana, setelah makan nanti cari Kakak lagi nanti kakak tunjukkin yang harus dikerjakan"


"Baik kak" Jawab Sarah.


Sesuai perintah Reza mereka menuju ke ruang rapat untuk makan.


"Wah mantap nih kayaknya, tapi aku bingung deh, mereka kok bisa beli nasi 6 kotak jangan-jangan emang sengaja beliin kita apa yah?" Celetuk Evi.


"Sudah ah gak usah banyak pikir, mending kita makan biar cepat selesai kerjaan kita!" Ajak Sarah kepada Nadira dan Evi.


Selesai makan mereka membawa sampahnya ke tempat sampah yang ada di dekat toilet lalu mencuci tangan. Mereka meminta minum air dispenser yang tersedia di ruang itu.


Mereka lalu menemui Reza, Sam dan Farhan di luar ruang rapat.


"Alhamdulillah Kak kami sudah makan, dimana kertas yang harus disusun?" Sarah sudah tidak sabar untuk menyelesaikan tugasnya hari itu.


"Di Atas meja itu Dek!" Reza menunjuk ke arah meja yang dipenuhi kertas berserakan yang merupakan formulir pendaftaran anggota BEM yang baru.


"Tolong kalian pisahkan per jurusan Dek yah! soalnya nanti mau di hitung jumlah peserta yang mendaftar dari setiap jurusan". Reza menjelaskan apa yang harus mereka kerjakan dengan kertas-kertas yang bertumpuk.


Sekitar satu jam mereka memisahkan dan mengelompokkan kertas-kertas itu, akhirnya mereka menyelesaikan pekerjaannya.

__ADS_1


"Kak sudah selesai!" Nadira melapor kepada Reza, sedang Sarah dan Evi masih duduk sambil memijat-mijat tengkuk mereka.


"Oh sudah yah, maaf tadi kakak gal bisa bantu soalnya masih ada yang harus kami kerjakan juga" Reza merasa bersalah melihat mereka yang terlihat lelah.


"Enggak apa-apa Kak, kami senang melakukannya, hitung-hitung menambah pelajaran" Nadira menjawab begitu agar Reza tidak merasa terbebani.


"Kami langsung pulang yah Kak!" Nadira ingin segera pergi dari sana.


"Tunggu dulu!" Terdengar suara Farhan meminta Nadira untuk menunggu.


"Tadi masih ada formulir kosong atau tidak? Tanya Farhan.


"Sepertinya ada Kak!" Jawab Nadira yang tampak mengingat-ingat.


"Kalian isi saja formulirnya, Untuk biaya pendaftaran kalian tidak usah membayar karna kalian sudah sering membantu kami, jadi untuk kalian bisa mendaftar anggota BEM dengan gratis!" Farhan ingin mengajak Nadira menjadi anggota BEM agar dia bisa lebih mengenal Nadira.


"Aku kasih tahu Sarah sama Evi dulu yah Kak!" Nadira tidak mau memutuskan sendiri, dia harus bertanya dulu apakah Sarah dan Evi mau jadi anggota BEM atau tidak.


Farhan hanya mengangguk dan fokus lagi ke pekerjaannya.


Nadira segera memberi tahu Evi dan Sarah tentang tawaran Farhan


"Kalian mau menjadi anggota BEM kampus?" tanya Nadira tiba-tiba.


Sarah dan Evi yang masih memijit tengkuknya, terkejut mendengar Nadira yang tiba-tiba datang dan menawari mereka menjadi anggota BEM.


"Kamu kenapa sih Ra?, datang-datang langsung menawari menjadi anggota BEM kampus?" Tanya Evi yang masih memijat tengkuknya.


"Barusan, kita di suruh Kak farhan mengisi formulir yang masih kosong, kalua kita ingin menjadi anggota BEM, kita hanya perlu mengisi Formulir biaya pendaftarannya gratis" Nadira menjelaskan secara singkat apa yang dikatakan oleh Farhan tadi. "Kamu mau gak Sar?" Evi bertanya kepada Sarah.


"Aku kayaknya belum dulu deh, mau fokus sama kuliah aja dulu, kita kan baru mulai kuliah takutnya gak bisa bagi waktu antar organisasi dan mata kuliah" Jawab Sarah yang masih belum tertarik untuk mengikuti organisasi.

__ADS_1


"Emang kamu mau Ra?" Tanya Evi kepada Nadira setelah dia bertanya kepada Sarah.


"Hemm" Nadira tampak berfikir ....


__ADS_2