Nadira Si Anak Guru Honorer

Nadira Si Anak Guru Honorer
Ikan Asin


__ADS_3

Rumah kembali sepi, setelah Sarah dan Evi pulang, tapi Kegiatan Nadira membungkus keripik singkong sudah selesai karna dibantu Sarah dan Evi.


Tinggallah Nadira memasak untuk makan siang mereka.


Saat Buk Rita pulang, Pak Heru menceritakan kedatangan Pak Anton dan menyerahkan amplop yang diterimanya tadi.


Buk Rita membuka amplopnya dan menghitung jumlahnya.


"Masyaallah, Lima juta Pak!" Ucap Buk Rita terkejut dengan jumlahnya.


"Ya Allah, Ternyata Pak Anton masih baik seperti dulu Buk, meskipun rasanya kita sudah membuat dia kecewa". Ujar Pak Heru.


"Alhamdulillah Pak, Allah menolong kita melalui kebaikan Pak Anton, semoga beliau sekeluarga diberkahi Allah dengan rezki yang berlimpah dan keberkahan serta kemudahan dalam setiap urusan" Buk Rita mendo'akan Pak Anton dan keluarganya dengan tulus.


Dan do'a Buk Rita diaminkan oleh mereka sekeluarga.


"Ibu tadi jadi bicara dengan Pak Anwar?" Tanya Pak Heru.


"Alhamdulillah sudah Pak, beliau setuju, malah beliau senang, karna katanya memang di sekolah lagi butuh guru muda, maklumlah kita semua sudah pada senior, jadi agak kurang gesit, makanya beliau butuh guru yang masih muda agar ringan untuk bekerja!" Ucap Buk Rita sedikit memelankan suaranya takut kedengaran Nadira.


"Hehehe" Mereka tertawa.


Memang rata-rata guru yang mengajar di sekolah Pak Heru dan Buk Rita adalah guru yang usianya sudah hampir kepala Empat, yang urusannya sudah banyak, jadi hanya sedikit yang fokus mengajar dan mengurus sekolah.


"Jadi Besok Nadira sudah harus ke sekolah Buk?" Tanya Pak Heru lagi.


"Belum Pak, Pak Anwar meminta Nadira datang hari senin saja, mulai awal minggu!". Jawab Buk Rita menirukan ucapan Pak Anwar.


"Oh ya baguslah, semoga bapak sudah bisa berjalan dengan lancar, jadi tidak menjadi pikiran saat semua orang pergi!" Ucap Pak Heru dengan semangat.


Malam harinya seperti pada saat membaca Buk Rita menyampaikan pesan Pak Anwar agar Nadira menggantikan Pak Heru mulai hari senin.


"Wah selamat yah buk guru Nadira!" Canda Naufal.


"Apaan sih Dek, Kakak malah deg-degan ini, bagaimana mau menjadi guru, orang Kakak aja masih belajar kok!" Jawab Nadira yang tiba-tiba saja deg-degan mendengar bahwa dia akan mulai menggantikan Pak Heru pada hari senin.

__ADS_1


"Tenang aja Kak, gak usah dibikin pusing, pakai metode CBSA aja, dijamin gak bakal ribet deh!" Ucap Naufal meyakinkan.


"Justru kalau metode CBSA guru harus banyak berfikir, bagaimana agar siswa bisa aktif Dek!" Bantah Nadira.


"CBSA yang adek maksud, bukan Cara Belajar Siswa Aktif, tapi Catat Buku Sampai Abis, hahahaha, jadi Kakak dikte aja sepanjang jam pelajaran gal perlu banyak persiapan dan pemikiran Hahahah" Naufal tertawa.


Sedang Pak Heru, Buk Rita dan Nadira hanya menggelengkan kepala mendengar jawaban Naufal.


"Gak usah terlalu di pikirin Nak, Guru itu hanya pintar satu malam dari siswanya, artinya, kalau besok kita akan mengajar maka kita harus mengulang materi yang akan kita sampaikan malam sebelum esok hari saat menyampaikan materi, lebih baik lagi jika kita bisa mempersiapkan alat bantu belajar, media pembelajaran dan penunjang lainnya, agar materi yang kita sampaikan dapat menarik perhatian para siswa, kalau mereka tertarik insyaallah akan lebih mudah bagi mereka untuk memahami materinya!" Pak Heru memberikan nasihatnya untuk Nadira.


"Insyaallah Pak, Nadira akan terus belajar!". Nadira menjawab dengan yakin.


"Itu juga salah satunya Nak, bukan berarti menjadi guru, kita berhenti belajar, justru menjadi guru itu kita terus belajar, karna ilmu itu terus berkembang, jika kita merasa cukup dengan ilmu kita, justru pada saat itu kita sudah menjadi orang yang tidak berilmu". Sambung Buk Rita.


"Iya, Buk, Pak, Terima kasih untuk nasihat dan masukannya!" Ucap Nadira kepada kedua orang tuanya.


"Kalau adek sudah mantap, gak mau menjadi guru, belum apa-apa sudah banyak wejangan dari Bapak sama ibu, mending Adek cari kerja yang lain aja deh!" Seru Naufal.


"Yah sama aja Dek, mau kerja apapun juga adek nantinya, Bapak sama ibu akan tetap memberi wejangan untuk kamu, karna sudah tugas kami sebagai orang tua untuk mengingatkan dan memperhatikan anaknya". Ucap Buk Rita.


Keesokan harinya, setelah ashar giliran Kek suryo dan Farhan yang berkunjung ke rumah Nadira.


Buk Rita dan Nadira sedikit terkejut, mereka tidak menyangka bahwa Kek Suryo akan datang ke rumah mereka.


"Silahkan masuk Pak suryo!" Ucap Buk Rita setelah menjawab salam Farhan dan Kek Suryo.


Mereka masuk dan duduk di dekat Pak Heru.


"Maaf Pak, tidak bisa menyambut dengan layak!" Ujar Pak Heru yang merasa tidak enak.


"Loh tidak layak bagaimana Pak, ini sudah sangat layak, kami dipersilahkan masuk, tidak kepanasan ataupun kehujanan, tempatnya juga bersih!" Jawab Kek Suryo.


"Silahkan diminum Kek!" Tawar Nadira yang menghidangkan Teh buatannya kepada Kek Suryo dan Farhan.


"Terima kasih Nadira" Ucap Kek Suryo yang langsung meminum tehnya.

__ADS_1


"Wah Mantap ini tehnya Nadira, manisnya pas untuk orang tua seperti kakek, tidak manis tapi ada rasa gulanya, kalau seperti ini Kakek akan sering datang kesini untuk minum teh, boleh?" lanjut Kek Suryo.


"Tentu boleh kek, dengan senang hati!" Jawab Nadira sambil tersenyum.


Setelah itu Nadira pamit undur diri untuk memasak untuk makan malam mereka, sedang Buk Rita menemani Pak Heru mengobrol dengan Kek Suryo dan Farhan.


Di saat sedang mengobrol, Kek Suryo begitu tergoda dengan bau masakan Nadira, karna dapur dan tempat mereka mengobrol tidak bersekat jadi Kek Suryo bisa bertanya langsung dengan Nadira


"Wah Nadira masak apa ini, baunya sangat menggoda !" Tanya Kek Suryo.


"Cuma masakan orang kampung Kek, Ikan asin sama sambal terasi, Kek Suryo sama Kak Farhan pulangnya setelah maghrib aja, kita makan dulu, tapi lauknya yah seadanya!" Tawar Nadira.


"Kakek sih gak masalah kalau Pak Heru sama Buk Rita mengizinkan!" Canda Kek Suryo.


"Hehehe, boleh saja Kek, tapi harap maklum kami hanya bisa masak makanan kampung!" Jawab Buk Rita.


"Saya juga dulunya orang kampung Buk, makanya pas mencium ikan asin itu, pikiran saya jadi teringat masa-masa di kampung dulu!" Cerita Kek Suryo.


Mereka lalu mengobrol sampai tiba waktu Maghrib. Karna Mushollah yang agak jauh dan Pak Heru tidak punya kendaraan, Kek Suryo diminta Farhan untuk sholat di rumah Nadira saja, karna takut Kek suryo kelelahan.


Jadilah Mereka sholat berjamaah di rumah, dengan Kek Suryo sebagai imamnya, sedangkan Farhan pergi ke mushollah bersama Naufal.


Namun pulangnya Farhan seorang diri, karna Naufal masih harus mengajar ngaji.


"Loh Adeknya Nadira gak Pulang?" Tanya Kek Suryo yang melihat Farhan pulang sendirian.


"Tidak Kek, Naufal harus mengajar mengaji anak-anak di mushollah" Jawab Farhan.


"Wah hebat anaknya Pak, masih SMA sudah bisa mengajar mengaji!" Ucap Kek Suryo yang salut.


"Alhamdulillah Pak, bisalah kalau untuk mengajar sampai bisa mengaji, tapi kalau untuk mengajar sampai baik dan benar masih jauh!" Jawab Pak Heru.


"Sudah bagus itu Pak, sekalian mengentaskan buta aksara al-qur'an!". Lanjut Kek Suryo.


"Ayok Kek, Kak Farhan makan, ini sudah dihidangkan, semoga sesuai dengan selera Kek Suryo!" Ajak Nadira.

__ADS_1


__ADS_2