
Sudah hampir waktu istirahat Namun belum ada tanda-tanda Reza akan datang, akhirnya Farhan memutuskan untuk pergi ke Perpustakaan.
Sebelum ke Perpustakaan Farhan mampir ke kantin untuk mengisi perutnya yang mulai terasa lapar, Saat hendak masuk kantin, ada Sasa dan gengnya yang juga sedang makan, dia melambaikan tangannya ke arah Farhan
"Hai Han sendirian? Mana Reza dan Sam?"
Tanya Sasa yang sedikit mencari perhatian Farhan, Sasa sudah lama mendekati Farhan bahkan dia menjadi anggota BEM hanya untuk bosa berdekatan dengan Farhan, tapi sikap Farhan yang cuek, membuatnya tidak mudah untuk didekati.
Farhan hanya menggedikkan bahunya untuk menjawab pertanyaan Sasa, dan segera duduk di bangku yang agak jauh dari Sasa.
Sambil menunggu makanannya datang dia berfikir kenapa juga tidak meminta Sam datang, setidaknya dia bisa dijadikan teman menunggu Reza, diapun mengirim pesan kepada Sam melalui aplikasi hijau di handphonnya.
@ Reza : Sam, datang ke kampus sekarang, aku tunggu!
Dia mengirim pesan to the point pada intinya, namun pesannya hanya centang dua berwarna hitam yang menandakan pesannya masuk namun belum dibaca.
Sampai dia selesai makan pesannya masih belum centang biru.
"Dasar Sam dan Reza sama saja, pasti masih tidur, awas saja kalau datang nanti". Rutuk Farhan dalam hati.
Jam istirahat sudah datang kantin sudah mulai ramai denga mahasiswa yang ingin menghilangkan lapar dan dahaga mereka. Farhan segera beranjak karna dia tidak menyukai keramaian.
Sesampainya di perpustakaan kampus, dia melihat sesosok gadis yang dikaguminya sedang melangkah ke arah rak buku.
Farhan terus mengikuti langkah gadis yang tak lain adalah Nadira, Ketika Nadira mencari buku di rak farhan mengekorinya di rak yang sama, saat Nadira berpindah maka diapun ikut berpindah, dia tidak fokus pada bukunya melainkan pada buku yang Nadira pilih.
Saat Nadira menoleh ke arah buku yang berada di dekat Farhan, Farhan pura-pura mencari buku, dan menutup wajahnya dengan buku.
Nadira menemukan buku yang dia inginkan, tapi berada di rak yang paling atas, Nadira bukan orang yanh suka meminta tolong dengan orang lain, jadi dia berusaha untuk mengambil bukunya walaupun dia kesulitan, melihat itu Farhan langsung mengambil buku yang Nadira tuju, melihat bukunya sudah di pegang orang lain, Nadira brrhenti berusaha dan menurunkan tangannya.
Nadira sudah hendak pergi namun orang itu memberikan bukunya kepada Nadira,
"Kamu mau ambil ini kan?, Tadi aku melihat kamu kesusahan untuk menggapainya jadi aku bantu" Ucapnya dengan gaya coolnya.
Nadira hanya menggaruk kepalanya yang tak gatal sambil tersenyum
"Terima kasih"Jawab Nadira sambil melihat ke orang yang membantunya.
__ADS_1
"Eh kak Farhan, terima kasih kak atas bantuannya". Nadira mengulangi ucapan terima kasihnya setelah tahu orang yang membantunya adalah Farhan.
"Sama-sama, lain kali kalau sulit minta bantuan orang lain, dari pada menyusahkan diri sendiri". Darhan menjawab dengn ekspresi seolah tidak perduli. Tapi di hatinya dia senang bisa membantu Nadira.
"Insyaallah Kak" Nadira menjawab dengan sedikit tersenyum, karna dia merasa malu Farhan selalu membantu dia saat dia sedang kesulitan.
Farhan pura-pura pergi dari sana dan melangkah ke rak buku yang lain, padahal dia terus memperhatikan Nadira.
Nadira mendekat ke penjaga perpus karna dia akan meminjam bukunya untuk dibawa pulang ke rumah, dia hanya memanfaatkan waktu istirahat sebentar untuk mencari buku, dan untuk membacanya ketika ada waktu luang di kampus atau saat pulang ke rumah sebelum tidur.
Setelah dari perpus, dia menuju ke mushollah untuk sholat dhuha, dan dari mushollah dia baru kembali ke kelasnya untuk mata kuliah selanjutnya.
Saat Sampai di depan kelas, Sarah dan Evi yang naru pulang dari kantin memanggil Nadira.
"Ra, Nadira!". Terdengar suara Evi yang nyaring memanggilnya.
Nadira menoleh dan menggelengkan kepalanya.
"Evi, kebiasaan deh, suara itu ditahan dikit sih, kasihan orang lain nanti terganggu dengan suaramu" Protes Nadira kepada Evi.
Bukannya diam Evi malah tertawa
Mendengar ucapan Evi, Sarah dan Nadira memutar matanya malas.
"Kamu dari perpus Ra?" Tanya Sarah.
"Kok tahu?" Jawab Nadira
"Tu kamu lagi pegang buku yang berlogo perpus". Jawab Sarah sambil menunjuk buku yang dibawa Nadira di dadanya.
"Hehe" Nadira hanya tertawa mengiyakan ucapan Sarah.
"Kamu gak nanya kita dari mana Ra?" Celetuk Evi.
"Gak perlu ditanya orang kalian masih pegang es, mulut juga masih pada basah belum dilap kan habis makan tadi?" Jawab Nadira yang melihat Evi dari arah tangan ke mulutnya.
"Hahaha, kamu memang teman yang sangat perhatian Ra". Jawab Evi sambil meminum esnya lagi.
__ADS_1
"Vi minumnya sambil duduk"! Nadira mengingatkan Evi yang minum sambil berdiri.
"Yah Ra disini kan gak ada kursi, masa aku minumnya jongkok gak lucu ih!" kilah Evi yang malas untuk duduk.
"Mending lucu tapi ginjalnya gak bekerja keras, kasihan ginjalmu kalau kamu minum berdiri!" Nadira menasihati Evi karna dia tidak ingin Evi sakit, selain itu dia juga ingin Evi mengikuti sunnah Nabi untuk minum sambil duduk.
"Iyah deh bu ustajah, aku minumnya di kelas aja nanti pas ada kursi." Jawab Evi yang terap tidak mau berjongkok, dia lebih memilih menahan hausnya dari pada berjongkok.
"Evi, Evi" Ucap Nadira dan Sarah berbarengan.
Mereka melanjutkan obrolan mereka sambil berjalan
"Ra nanti pulang kuliah kita diminta Kak Reza ke ruang BEM" Sarah memberitahukan permintaan Reza kepada mereka.
"Untuk apa?" Tanya Nadira.
"Hem paling minta tolong bersih-bersih lagi, heran deh sama mereka orang anggota BEM ceweknya banyak, kok masih minta tolong kita. Terkadang memang perlu yah orang-orang yang bukan anak mama kayak kita, Hahahah" Evi menjawab sendiri dan tertawa sendiri.
"Apaan sih Vi?" Nadira dan Sarah tertawa melihat tingkah Evi.
"Ya udah kalau begitu nanti kita ketemuan di mushollah sholat zuhur yah, habis tu baru ke ruang BEM" Usul Nadira, yang diangguki oleh Sarah.
Mereka menuju kelas masing-masing untuk mengikuti mata kuliah selanjutnya.
Selesai sholat zuhur mereka langsung ke ruang BEM tanpa makan siang, karna merek tidak tahu apa tujuan Reza memanggil mereka, takutnya Reza menunggu lama jika mereka makan dulu.
Sampai di ruang BEM mereka mengetuk pintu dan langsung dibuka oleh Reza.
"Kalian sudah datang?" Tanya Reza.
"Ya ampun kak, kami kan sudah ada disini, kakak uda lihat kan kami berdiri di depan pintu ini, yah jelas uda datang lah kak" Jawab Evi dengan ceplas-ceplosnya.
Reza hanya tertawa, sedang Sam yang mendengar dari dalam langsung menyahut
"Woi Ember bocor, pertanyaan Reza tadi cukup jawab iya aja, gak butuh penjelasan, karna kami sedang tidak mengikuti diskusi untuk mendengar penjelasan mu".
"Wahai Kak Sam.... sudin yang namanya paling keren diantara kakak-kakak yang disini, aku sedang tidak menjelaskan aku hanya mengatakan kebenaran, karna aku bukan seorang guru yang bisa menjelaskan aku hanya seorang Evi yang suka berkata jujur". Jawab Evi sambil menekan kata-kata Samsudin yang bermaksud mengejek Sam.
__ADS_1
Dan benar saja yang ada di ruang itu sudah cekikikan mendengar Evi menyebut nama Samsudin, kecuali Farhan yang masih dalam mode coolnya.