
Pak Heru mengikuti langkah Pak Sugeng tanpa banyak bertanya, dia tidak memikirkan sama sekali kemana pak Sugeng akan membawanya, dia hanya berharap bahwa orang di depannya adalah orang baik yang akan memberi dia pekerjaan.
Mereka berhenti di sebuah ruko berlantai tiga, di dalamnya ada banyak macam plastik, di depannya ada terparkir mobil yang tadi di dorong oleh Pak Heru, mobil tersebut masih kosong sama seperti saat Pak Heru mendorongnya tadi.
"Mas Heru tunggu dulu disini, saya mau ke dalam sebentar, mau buat pesanan." Perintah Pak Sugeng.
"Baiklah Mas!". Jawab Pak Heru.
Pak Sugeng masuk ke dalam ruko tersebut dan membuat pesanan, setelah menerima nota dan membayarnya, Pak Sugeng mendekati Pak Heru.
"Mas, nanti minta tolong angkat pesanan saya dari ruko itu ke atas mobil yah!"
"Oh baiklah Mas, yang mana dulu yang harus di angkut?" Tanya Pak Heru.
"Nanti Mas masih disiapkan sama pegawainya dulu, biasanya kalau sudah siap, akan dipanggil sama mereka. Biasanya ada pegawai tokoh yang bantu mengangkat pesanan saya, tapi kata yang jaga kasir, kalau hari minggu pegawainya libur, jadi kalau ada yang beli disuruh angkut sendiri. Tadi saya sedang mencari orang untuk bantu mengangkut kebetulan ketemu Mas Heru, jadi gak perlu tunggu orang lagi."
"Alhamdulillah, semoga saya bisa membantu Mas sugeng." Jawab Pak Heru.
Mereka duduk sambil melihat ke arah ruko, tampak pegawainya kerepotan karna banyak pembeli, sedangkan pegawainya hanya sedikit.
Tak lama, Pak Sugeng pun dipanggil, dia pun mengajak temannya dan Pak Heru mendekat ke arah ruko.
"Ini semua pesanan Mas Sugeng silahkan periksa lagi sesuaikan dengan nota yang Mas pegang tadi ya! Saya mau melanjutkan pesanan pelanggan yang lain dulu, jika ada yang kurang atau yang keliru bisa kasih tahu saya lagi, oke Mas Sugeng!" ucap pegawai toko yang memakai kerudung berwarna merah.
"Oke mba!" jawab Pak Sugeng.
__ADS_1
"Baiklah kita angkat yang karungnya dulu yah!" Perintah Pak Sugeng kepada Pak Heru dan satu teman Pak Sugeng.
"Bismillah" ucap Pak Heru sebelum memulai pekerjaannya.
Pak Heru mulai mengangkat karung yang berisi kantong plastik, satu karung bisa sampai 30 atau 40 kilo kantong plastik bening yang biasa digunakan untuk mengantongi gula curah.
Meskipun ini baru pertama kali bagi Pak Heru untuk melakukan pekerjaan berat seperti ini, tapi dia mengerjakannya dengan bersemangat, sehingga rasa berat tidak terlalu terasa.
"Syukurlah tidak ada yang kurang ataupun keliru. Mba uda pas!" Pak Sugeng memberi tahu kepada pegawai toko tersebut. Pegawai itu hanya mengacungkan jari jempolnya, lalu melanjutkan lagi pekerjaannya.
Pak Sugeng mendekat ke arah Pak Heru " Terima Kasih Mas atas bantuannya, ini hanya sebagai ucapan terima kasih." Ucap Pak Sugeng kepada Pak Heru sambil memberikan uang 10 ribuan sebanyak dua lembar.
"Alhamdulillah tidak banyak yang bisa say kerjakan Mas, saya yang harus berterima kasih karna di beri pekerjaan, sekali lagi terima kasih Mas". Ucap Pak Heru.
"Baik Mas, Hati-Hati di Jalan!"
Pak Sugeng masuk ke dalam mobil pick up nya yang penuh dengan belanjaan dari toko tersebut.
Pak Heru membantu memberhentikan kendaraan yang lalu lalang, untuk mempermudah mobil Pak Sugeng keluar parkiran. Saat sudah berjalan tidak lupa Pak Sugeng memencet klakson mobilnya sebagai salam. Pak Heru hanya menganggukkan kepala untuk menjawabnya.
"Alhamdulillah ya Allah" Pak Heru bersyukur karna hari ini dia mendapat rezeki, walaupun terasa lelah, dia sangat bersyukur bisa membawa sedikit rezeki untuk dibawa pulang, dia akan merasa sangat bersalah jika sampai pulang tidak membawa apapun.
"Sepertinya toko ini cukup ramai, sebaiknya aku istirahat di dekat sini saja, semoga akan ada lagi orang yang butuh bantuan untuk mengangkat pesanannya". Begitulah pikiran Pak Heru.
Dan benar saja setengah hari itu, Pak Heru sudah membantu 4 orang mengangkat barang belanjaannya, dan dapat mengumpulkan uang 50 ribu.
__ADS_1
Hari sudah menunjukkan pukul 12.00 siang dan toko tempat Pak Heru membantu mengangkut barang sudah mulai membereskan tokonya, karna memang pada hari minggu toko tersebut buka hanya setengah hari.
Pak Heru berjalan dengan semangat, rasa lelah di badannya tidak terasa karena rasa senang di hatinya, dia tidak sabar untuk bertemu Buk Rita dan memberikan hasil jerih payahnya hari ini.
Sesampainya di tempat Buk Rita membantu mbah Wati berdagang, Pak Heru melihat Bu Rita memasukkan sisa barang dagangan mbah Wati, Pak Heru lalu membantu Buk Rita menyelesaikan semuanya, bahkan sampai melipat kembali tenda yang tadi terbentang, dan saat mobil yang hendak di tumpangi mbah Wati datang, Pak Heru juga membantu menaikkan semua barang Mbah Wati ke atas mobil.
Setelah rombongan Mbah Wati pergi, tinggallah Pak Heru dan Buk Rita berdua "Bagaimana Pak?, udah selesai?" tanya Buk Rita.
"Alhamdulillah buk, sekarang kita pulang dulu, Bapak ingin membersihkan diri dan sholat zuhur Buk!"
"Ayo Pak"
Mereka berjalan berdua keluar pasar, Pak Heru melihat Buk Rita membawa plastik hitam besar, lalu dia memintanya "Sini Buk biar bapak yang bawa plastik yang ibu bawa itu!" Sebenarnya Pak Heru penasaran dengan isi dari plastik tersebut tapi Pak Heru menahan rasa penasarannya karna dia tidak tega melihat Buk Rita membawa plastik yang kelihatannya cukup berat.
"oh iya ini Pak" Buk Rita menyerahkan plastik yang dibawanya kepada Pak Heru.
"Lumayan berat Buk, apa isinya?" tanya Pak Heru
"Itu sayuran sisa yang kurang bagus, yang gak bisa di jual, tadinya mau dibuang sama Mbah Wati, tapi Ibu lihat masih bisa dipilih yang bagus-bagus masih ada yang bisa di masak, jadi Ibu minta aja, untuk dibawa pulang, sayang jika harus dibuang."
Pak Heru hanya mengangguk. Pak Heru ingin segera sampai ke rumah, jadi dia tidak ingin banyak bicara dulu.
Buk Rita dapat melihat wajah Pak Heru yang begitu kelelahan, tapi dia tidak bisa berkata apa-apa karna semua sudah keinginan Pak Heru, entah berapa uang yang Pak Heru dapatkan, apakah sebanding dengan rasa lelah yang di rasakan.
Hari ini Buk Rita hanya memilih sayur-sayuran dan memasukkannya kedalam plastik dan mengikatnya, pekerjaan itu tidak terlalu berat tapi karna Bu Rita tidak terbiasa jadi dia merasa sangat lelah, apalagi Pak Heru, dia pasti sangat lelah karna ini adalah kali pertama bagi Pak Heru harus mengangkut barang-barang yang tentu tidak ringan, ingin rasanya Buk Rita mengajak Pak Heru untuk naik angkot saja agar cepat sampai, namun Buk Rita takut jika tadi Pak Heri tidak mendapat uang, akhirnya Buk Rita hanya menunggu dan diam selama perjalanan.
__ADS_1