Nadira Si Anak Guru Honorer

Nadira Si Anak Guru Honorer
Kekaguman Farhan


__ADS_3

Farhan POV


Setelah sarapan kakek mengajak aku jalan-jalan, Sebenarnya aku malas, karna hari minggu aku ingin duduk santai di balkon kamar, menikmati pemandangan taman sambil bermain handphone.


Tetapi, jika kakek mengajak, aku tidak bisa menolak, karna kata ayah mumpung kakek masih bernafas, sebisa mungkin penuhi keinginannya, karna jika sudah tidak ada, akan menjadi penyesalan karna tidak memenuhi permintaannya.


Akhirnya aku memutuskan untuk menemaninya.


Saat kami akan berangkat, nenek bertanya


"Kalian mau kemana?"


"Mau jalan-jalan Nek?, Nenek mau ikut?" Jawab Kakek.


"Boleh, tapi nenek siap-siap sebentar yah!" Nenek ternyata juga mau ikut.


Setelah menghidupkan mobil, aku bertanya kepada kakek dan nenek


"Kita mau jalan kemana Kek, Nek, Farhan Sopirnya hari ini!" Ucapku sambil mengedipkan mata.


"Baiklah Pak sopir yang ganteng, tolong anterkan penumpang mu hari ini ke Pasar Minggu yang ada di dekat kampusmu". Ucap Nenek yang meladeni gayaku.


"Siap Penumpang yang tersayang, mobil segera meluncur". Jawabku sambil menginjak pedal gas.


Sebenarnya Pasar itu cukup jauh dari rumah kami, jika perjalanan lancar butuh waktu 1 Jam, itulah mengapa aku sering mengendarai motor saat pergi ke kampus, karna jalan dari rumah ke kampus cukup padat apalagi pada jam kerja.


"Nenek mau ke pasar?" Tanya kakek yang ternyata belum tahu tujuan nenek.


"Iya Kek, kepingin makan bubur ayam langganan kita biasanya". Jawab Nenek.


"Bubur ayam yang kuahnya banyak tulang ayam itu Nek?" Tanya Kakek lagi.


"Iya Kek, kan kita cuma sering makan bubur ayam disitu?" Nenek mulai kesal karena kakek belum ingat.


Aku hanya tersenyum melihat dari kaca spion mobil. Sepanjang perjalanan mereka masih menceritakan bubur ayam, kadang mereka berdebat, kadang tertawa.


Sesampainya di pasar, nenek menawari aku intuk ikut, tapi aku tolak karna aku tidak suka suasana pasar yang berhimpit-himpitan bahkan untuk berjalan pun susah.


"Farhan mau ikut makan bubur ayam?" Tanya nenek.


"Enggak Nek, Farhan masih kenyang sarapan di rumah tadi!" Itu hanya alasanku agar aku bisa di bersantai di mobil sambil memainkan handphone ku.


Mereka keluar dari mobil dan berjalan bersama-sama, aku memperhatikan mereka sampai mereka memasuki pasar.

__ADS_1


Selama menunggu mereka aku menghabiskan waktu dengan bermain handphone.


Setelah menunggu selama satu jam, akhirnya nenek datang namun dia hanya sendirian.


"Loh Nek, kok sendirian kakek dimana?" Tanyaku.


"Kakek masih mau jalan-jalan sebentar katanya, Nenek gak mau ikut, karna jalan sebentar tadi kaki nenek sudah sakit, jadi nenek memilih duluan ke mobil aja menunggu kakek". Nenek menjawab sambil memijit-mijit dengkulnya.


"Sudah makan bubur ayamnya Nek" Tanyaku yang ingin mengalihkan rasa sakitnya.


"Alhamdulillah, sudah Han, rasanya masih enak, sama seperti biasanya, masih pakai telur rebus, masih pakai tulang ayam di kuahnya". Jawab nenek dengan antusias.


"Terus aku gak dibeliin?" Tanyaku pura -pura merajuk.


"hahaha Nenek lupa, lagian kalau sudah di bungkus rasanya kurang enak Han, makanya nenek pingin makan disana langsung, nenek bela-belain jalan kesan biar bisa makan disana".


"Nenek keren" Jawabku sambil mengacungkan jempol.


Sebenarnya pingin ngomong kalau kaki udah gak kuat yah lebih baik gak usah dari pada menyusahkan diri sendiri, tapi jika aku berbicara seperti itu pasti nenek akan sedih, karna dikira aku tidak bisa menghargai keinginannya.


Dari sebrang jalan kulihat kakek, dia akan menyebrang melalui Zebra Cross, aku khawatir karna kakek berjalan sangat lamban, sedangkan lampu nya sudah akan berubah hijau, aku memperhatikan gerakan seorang gadis berhijab dia seperti sengaja melambatkan jalannya agar bisa menemani kakek menyebrang.


Aku merasa kagum dengan perempuan itu, dia seperti ingin menolong kakek tapi dengan cara yang tidak membuat kakek merasa bersalah.


Beberapa kali aku bertemu dengannya, aku sangat senang dengan kepeduliannya dan perhatiannya kepada temannya cuma satu yang tidak kusuka, entah bodoh atau tidak mau mencari masalah, dia selalu menuruti apapun perkataan orang walaupun itu menyusahkan dirinya sendiri.


Aku terus memperhatikannya, saat sampai kulihat dia berjalan dengan seorang lelaki, mereka terlihat akrab, bahkan kulihat tawanya begitu menyenangkan, sehingga tanpa sadar aku pun ikut tertawa.


Sampai mereka menghilang, aku baru sadar bahwa kakek sudah masuk ke dalam mobil.


"Farhan ayok jalan!" perintah kakek yang melihat aku hanya diam.


"Baik Kek!, Mau kemana lagi kita?" tanyaku.


"Kita pulang aja, kasihan nenek dari tadi mijit-mijit kaki terus".


"Siap kek!" Jawabku dengan bersemangat karna aku sudah tidak sabar untuk merebahkan badan yang capek karna duduk di kursi mobil sejam lebih.


Sesampainya di rumah, aku langsung masuk kamar dan merebahkan tubuhku di atas kasur empuk.


Aku masih kepikiran Nadira, bagaimana caranya agar aku bisa mengenalnya lebih dekat, ada sesuatu yang dimilikinya yang tak ku temukan pada orang lain, dan aku ingin mengetahui hal yang lain itu.


"Apa aku bertanya pada Reza yah, kan dia sepertinya lebih dekat dengan Nadira, tapi aku harus bertanya bagaimana?, Bisa hilang wibawahku jika langsung bertanya".

__ADS_1


Farhan terus memikirkan ide bagaimana bisa mengetahui banyak hal tentang Nadira.


"Baiklah aku sudah menemukannya".


Farhan mengirim pesan kepada Reza.


@Farhan: Reza besok kamu temui 3 Mahasiswi baru yang biasa membersihkan ruang BEM, Suruh mereka datang ke ruang kita setelah mereka selesai kuliah!.


Farhan mengirim pesan kepada Reza dengan mode coolnya.


@Reza: Mau ngapain Sih Han, Kasihan nanti mereka banyak kerjaan?


Reza menjawab seperti itu karna dia merasa tidak enak dengan Nadira, Sarah dan Evi, karna dia selalu menyusahkan mereka.


awal@Farhan: Tidak usah banyak tanya, kerjakan saja perintahku.


Farhan menjawab seperti itu karna dia takut Reza bertanya banyak hal dan tujuannya akan ketahuan sama Reza.


@Reza: Baik Han"


Kalau Farhan sudah berkata maka tidak ada cara selain menuruti perintahnya.


"Yes" Ucap Farhan dalam hatinya.


Keesokan harinya saat di kampus, farhan langsung menuju ke ruang BEM, karna dia sudah di tahun akhir jadi dia tidak punya banyak mata kuliah lagi, hanya tinggal persiapan skripsi.


Karna dia datang pagi waktu begitu lama berlalu, diapun mengirim pesan kepada Reza


@Farhan : Sudah kamu kerjakan perintahku kemarin?


Farhan bertanya tanpa basa-basi.


@Reza : Belum Han, aku saja masih di rumah, bagaimana memberi tahu mereka.


Reza yang masih tiduran di rumahnya merasa terganggu.


@Farhan: Aku sudah di ruang BEM, kamu berangkat segera kemari!


Farhan tahu jam segini pasti Reza masih tiduran di atas kasurnya, kalau tidak disuruh bisa jam 11 baru sampai kampus.


@Reza : Baik Han, aku mandi dulu!


Reza berfikir ada apa dengan Reihan, seperti penting sekali yang akan dikerjakan.

__ADS_1


__ADS_2