Nadira Si Anak Guru Honorer

Nadira Si Anak Guru Honorer
Secret Fans


__ADS_3

Setelah mendapatkan peringatan dari Pak Heru, Naufal sudah meyakinkan dirinya untuk tidak menggunakan handphone milik Nadira yang di beri oleh Reza.


Dan malam itu dia, seperti biasa belajar lalu tidur.


Keesokan harinya seperti biasa mereka bangun untuk sholat tahajjud, Nadira juga terbangun dia merasa tubuhnya lebih segar, dan tidak merasa lemas lagi.


Setelah sarapan dia meminum susu beruang yang kemarin dibelikan Farhan.


"Menurut Ibu kamu jangan dulu masuk kuliah Ra, istirahat lagi aja sehari untuk meyakinkan bahwa kamu memang sudah baik-baik saja!" Perintah Buk Rita.


Buk Rita sangat mengenal Nadira, jika sudah baikan walaupun belum sembuh total dia akan pergi, ketika sekolah Buk Rita masih mengizinkan karna jarak dari rumah mereka dan sekolah tidak terlalu jauh, tapi untuk ke kampus, Buk Rita belum mengizinkan mengingat jarak yang cukup jauh.


"Baik Buk!" Jawab Nadira mematuhi permintaan Buk Rita.


Setelah semua orang berangkat, Nadira membersihkan dan merapihkan rumahnya, setelah itu dia mulai membaca buku, begitulah Nadira, tidak ada waktu yang terbuang sia-sia, karna baginya waktu adalah pedang, jika tidak bisa menggunakannya maka dia akan memotong kita, jadi sebisa mungkin dia akan menggunakan waktunya untuk hal yang bermanfaat.


Tidak lama membaca buku, Nadira kembali merasakan kepalanya bergoyang, lalu dia segera menutup bukunya, dan membaringkan badannya, 'apakah tekanan darahku masih rendah yah?' gumam Nadira di dalam hatinya.


Dia lalu bangkit dan mengambil susu beru*ng yang diberi Farhan dan meminumnya tanpa sisa, lalu dia membaringkan tubuhnya lagi dan tertidur.


Dia terbangun saat mendengar suara handphone yang berdering, awalnya Nadira bingung suara apa yang terdengar, lalu dia ingat jika ada handphone yang di tinggal Reza kemarin.


Dia segera bangkit dan mencari asal bunyinya yang ternyata di atas meja, tapi saat dia akan memencet tombol hijaunya, handphonenya berhenti berdering.


Baru dia akan melangkah ke toilet, handphonenya berdering lagi, dia segera melihat dari nomor yang tak di kenal, dia memencet tombol hijau dan mengucapkan Salam.


"Assalamualaikum"


"Waalaikum salam" Jawab orang di seberang telpon.


"Oh Evi!" Ucap Nadira yang bisa mengenali Evi dari suaranya.


"Ih kok tahu sih?" Omel Evi.

__ADS_1


"Yah tahulah, suaramu itu khas banget Vi, jadi kalau kamu uda ngomong, uda pasti ketahuan kalau itu kamu." Jawab Nadira lagi.


@Evi "bagaimana keadaan kamu Ra?"


@Nadira "Alhamdulillah sudah mendingan Vi, Sebenarnya tadi ingin pergi kuliah, tapi gak diizinkan sama ibu, jadi aku istirahat dulu hari ini".


@Evi "Gak apa-apa Ra, sudah aku izinkan sama dosen yang masuk".


@Nadira "terima kasih yah Vi, kalau ada tugas kasih kabar yah!"


@Evi "Siap Ra!, ya udah yah aku mau pulang dulu, jangan lupa nomorku di simpan!"


@Nadira "Bagaimana caranya Vi?"


@Evi "Kami otak atik aja Ra, mudah kok!"


@Nadira "Okelah, yah uda aku mau ke toilet dulu yah!, Assalamualaikum".


Nadira langsung menutup telponnya, karna dia sudah kebelet mau ke toilet.


Sarah, Reza, Farhan dan Sam bertanya kepada Evi bagaimana keadaan Nadira.


"Nadira berkata, dia sudah agak mendingan, sebenarnya dia ingin kuliah tapi belum boleh oleh ibunya!" Jawab Evi menyampaikan apa yang dikatakan Nadira sebelumnya.


Hari itu, setelah kuliah Farhan, Reza dan Sam menemui Sarah dan Evi, mereka membagikan Nomor Nadira untuk mereka simpan.


Sebenarnya mereka ingin pergi menjenguk Nadira lagi, tapi mereka merasa tidak enak karna sudah dua hari berturut-turut mereka datang, takutnya merepotkan mereka, jadi akhirnya mereka memutuskan hanya untuk menelpon Nadira saja.


Setelah makan siang di kantin mereka pulang ke rumah mereka masing-masing.


Sampai di rumah Farhan mengirim pesan kepada Nadira melalui aplikasi hijau


"Assalamualaikum Nadira, semoga keadaanmu lebih baik hari ini, dan dapat memulai aktifitas seperti biasanya, tersenyumlah selalu dan terus bersemangat menjalani hari".

__ADS_1


Dia mengirim pesan itu melalui Nomornya yang baru, yang sengaja dia pakai hanya untuk mengirim pesan kepada Nadira, dan tidak ada seorangpun yang mengetahui nomor tersebut.


Sedangkan di rumah Nadira, dia baru selesai melaksanakan sholat zuhur, kemudian memasak untuk makan siang, setelah dia makan, dia mendengar handphonenya berbunyi, dia membuka handphonenya dan melihat ada pesan masuk di aplikasi hijaunya, dia lalu membuka dan membacanya.


Dia bingung, siapa pengirimnya, akhirnya dia membalas pesan tersebut


"Waalaikumussalam, terima kasih do'a dan semangatnyašŸ¤—šŸ¤— kalau boleh tahu, Ini nomor siapa, biar bisa aku simpan di kontak dengan nama yang bisa aku panggil"


Diapun segera mengirimkannya. Tidak lama hpnya berbunyi lagi, dan merupakan balasan dari pesannya tadi.


"Sama-sama, simpan saja dengan nama 'Secret Fans' karna aku adalah pengagum rahasia mu Nadira!"


'Hah pengagum rahasia' Gumam Nadira, "siapa sih" Nadira berfikir. Diapun membalas


"Terima kasih atas rasa kagumnya, tapi Maaf, aku bukanlah orang yang pantas untuk dikagumi, aku hanyalah wanita biasa dengan banyak kekurangan"


Nadira merasa dia tidak pantas untuk dikagumi karna dia hanyalah wanita sederhana, wajah tidak cantik, penampilan pun tidak menarik, kebaikan masih sedikit, dosa melebihi air dilautan, jikapun ada kebaikan yang tampak, itu hanya karena Allah masih menutupi aib pada diri, lalu apa yang bisa membuat orang lain kagum padanya.


"Astaghfirullah" Nadira beristighfar, dia tidak mau merasa senang karna ada yang mengaguminya dan dia memohon kepada Allah agar dijauhkan dari sifat ujub dan riya apalagi sombong.


Dia segera meletakkan hpnya, dia tidak mau memperpanjang urusannya dengan orang yang mengaku sebagai pengagum rahasianya.


Di seberang telpon, Farhan menunggu jawaban dari pesannya, tapi sekian lama menunggu dia tak kunjung mendapat balasan, ingin rasa dia menelpon, tapi dia pasti akan ketahuan, akhirnya dia tertidur sambil memegang hpnya berharap akan ada balasan untuk pesannya.


Nadira sudah sehat seperti sediakala, diapun sudah beraktifitas seperti biasanya, pada hari minggu, Pak Heru dan Buk Rita bekerja di Pasar, Naufal ikut ke taman seperti biasanya, sedang Nadira tidak di ajak oleh Buk Rita, karna dia ingin Nadira beristirahat lagi.


Di ruman Nadira tidak ada pekerjaan, dia melihat ada banyak singkong yang di panen Pak Heru, dia terpikir untuk membuat keripik singkong.


Karna dia belum pernah membuat keripik singkong sebelumnya, dia mencoba untuk membuat dari satu bongkah singkong dulu.


Dia mengupasnya dan mengirisnya tipis-tipis, lalu merendamnya di dalam air garam, kemudian dia mendiamkannya selama setengah jam, setelah itu dia meniriskan airnya.


Terakhir dia menggorengnya dengan menggunakan api sedang. Setelah selesai dia mencicipi keripik singkong buatannya.

__ADS_1


'Alhamdulillah gurih dan garing, nanti aku minta ibu, bapak, sama Naufal untuk mencicipi rasanya' Gumam Nadira di dalam hati.


Dia tidak sabar menunggu keluarganya pulang untuk mencicipi keripik singkong buatannya.


__ADS_2