Nadira Si Anak Guru Honorer

Nadira Si Anak Guru Honorer
Permintaan Kak Reza


__ADS_3

Nadira berjalan pulang dengan Nabil yang mengikutinya tanpa pengetahuannya. Saat sampai di rumah barulah Nabil pergi.


Selesai belajar bersama malam itu, saat akan tidur Nadira menceritakan kegiatannya hari itu kepada Buk Rita


"Buk, tadi di kampus ada pengajian yang di adakan oleh LDK, alhamdulillah pengajiannya seru Buk, banyak ilmu baru yang Nadira pelajari tentang keislaman".


"Wah bagus itu Nak, Jadi kamu juga bisa mendalami agama islam, Ibu senang jika kamu mau belajar tentang agama." Buk Rita menanggapi cerita Nadira.


"Hem paling juga kak Dira tidur Buk pas denger Ustadznya ceramah" Sahut Naufal yang ikut mendengar cerita Nadira.


"ish adek kebiasaan yah, suka banget berfikir buruk tentang kakak". Protes Nadira.


"adek gak berfikir buruk kak, biasanya kan kalau panas-panas denger ceramah di masjid bawaannya kan ngantuk." Bela Naufal.


"Itu kan kamu dek!" Seru Nadira


"Nah Kak Dira, tadi bilangnya adek yang suka berfikiran buruk , kak Dira malah lebih dari itu , kakak sudah menghakimi adek itu!" Sahut Naufal.


"Dasar kamu dek, paling bisa bolak balikin perkataan orang, kayaknya kamu cocok yah jadi pengacara!" Omel Nadira.


"Sudah, Sudah, kalian itu kalau lagi berdebat gak ada habisnya, sekarang sudah jam sepuluh, tidurlah lebih cepat agar bisa bangun lebih cepat". Seperti biasa Pak Heru menengahi perdebatan anaknya yang tidak ada habisnya.


Keesokan harinya mereka melakukan aktifitas seperti biasa, Saat Nadira selesai kuliah, Evi kembali mengajaknya ke kosan, tapi dia menolak karna dia ingin mampir di perpus saja. Nadira merasa tidak enak jika harus menumpang setiap hari walaupun mereka adalah teman.


Saat hendak keluar gerbang kampus, terdengar seseorang memanggil mereka, saat mereka menoleh ternyata Reza yang memanggil.


"Dek mau kemana?" Reza bertanya.


"Yah kak Reza, udah tahu kita berjalan keluar kampus, mau pulanglah masak mau kuliah." Jawab Evi dengan lancarnya.


Nadira menyenggol lengan Evi agar dia bisa mengerem kata-katanya.


"Hehe, maaf kak!" ucap Evi.


"Hahaha" Bukan marah tapi Reza malah tertawa mendengar jawaban Evi.

__ADS_1


"Iya ya dek, pertanyaan kakak yang salah" jawab Reza.


"Hahaha" mereka tertawa.


"Dek, kalian ada waktu kosong kapan?" tanya Reza.


"waktu kosong kayak gimana kak?, waktu kita berisi terus, habis kuliah berisi waktu makan, habis makan berisi waktu rebahan, waktu bangun waktu untuk mandi, habis mandi waktu untuk makan lagi, habis makan waktu untuk tidur lagi."


Evi nyerocos tanpa jeda.


"Ih Evi, Kasihan kak Reza dengerin kamu, kak reza ngomong satu kata kamu ratusan kata, udan deh kamu tutup aja mulutnya pakai tangan." Sungut Nadira yang kasihan melihat Kak Reza yang selalu dijawab Evi dengan panjang lebar.


"Hihihi" Reza tertawa melihat tingkah Evi yang selalu ceplas ceplos.


"Kalau di Kampus, kami Selalu ada jam kuliah kak, paling ada satu hari di jam pertama yang kosong, selain itu full mata kuliah dari pagi sampai siang." Nadira menjawab pertanyaan Reza yang dijawab oleh Evi dengan tidak nyambung tadi.


"Oh begitu?" Jawab Reza dengan ekspresi kecewa.


Melihat Reza yang merasa kecewa Nadira bertanya, "Emang kenapa Kak?"


"Iya dong kak kita kan memang rajin, baik hati, tidak sombong dan suka menabung, hahaha"


Evi tertawa dengan keras.


Reza ikut tertawa melihat Evi tertawa tanpa jaim.


"Aduh Vi tertawanya jangan kenceng-kenceng, suara kamu itu aurat tau!" Seru Nadira.


"Iya, iya buk ustadzah, maaf lupa!" Jawab Evi sambil cengengesan.


"Nah karna kalian mahasiswa yang rajin, baik hati, tidak sombong dan suka menabung mau kan menolong kami!" Tanya Reza sekali lagi.


"Aduh salah ngomong nih aku, jadi kejebak kata-kata sendiri". Omel Evi pada dirinya sendiri.


Reza tersenyum mendengar Evi mengomel.

__ADS_1


"Emang rapatnya dimulai jam berapa kak?"Tanya Nadira, Sedang Evi manyun karna tadi dia salah jawab yang membuat mereka tidak bisa menolak permintaan Reza.


"Kayaknya kita mulainya sekitar jan dua, karna kita juga rapatnya selesai mata kuliah." Jawab Reza.


"Baik Kak, Tapi mungkin kita kesana nya jam satuan yah kak, soalnya kita sholat dan makan siang dulu". Nadira menyetujui permintaan Reza.


Setelah itu Reza berlalu meninggalkan mereka di gerbang kampus.


"Kok manyun aja Vi?" Tanya Nadira kepada Evi yang memajukan bibirnya karna kesal.


"Ih males banget tau Ra, capek harus bersih-bersih, belum lagi ketemu kakak-kakak yang pada sok-sokan di sana" Sungut Evi yang masih sebal.


"Bukannya nanti kamu bakal senang Vi karna bisa ketemu sama si Aa'?" goda Nadira.


"Nah itu salah satu yang buat aku males kesana Ra, males ketemu si Aa' mulut bebek". Jawab Evi.


"Udah yuk kita pulang aja, nanti kalau kamu gak mau biar aku sendiri aja, paling tinggal sapu-sapu dikit, karna kan baru juga kita bersihkan". Nadira berkata kepada Evi agar dia berhenti sebal.


"Aku pamit dulu yah Vi, tambah lama tambah terik aja nih cuaca!" Pamit Nadira.


"Makanya Ra ke kosan kita aja, nanti agak sorean baru pulang". Ajak Evi kepada Nadira.


"Gak apa-apa Vi, makasih yah, kemarin aku uda gak ke perpus, jadi hari aku pingin ke perpus, gak enak kalau gak baca buku". Tolak Nadira dengan lembut.


"Dasar kamu Ra, si kutu buku, kayak gak makan aja kalau gak baca buku". Omel Evi.


Nadira tersenyum mendengar ocehan Evi lalu berlalu dan mengucapkan salam sambil melambaikan tangannya ke arah Evi.


Sebelum berjalan Nadira tidak lupa duduk di bawah pohon untuk mengganti sepatunya dengan sendal, setelah dia rasa cuaca agak teduh, diapun mulai melangkah meninggalkan kampusnya.


Sesampainya di perpus Nadira langsung masuk dan menyapa Pak Ardi, lalu menitipkan tasnya. Sebenarnya Pak Ardi ingin bertanya tentang Pemuda yang menanyakan Nadira kemarin, cuma perpus sedang sangat padat, dan dia juga teringat pesan pemuda itu untuk tidak memberi tahu Nadira.


"Baiklah Hari ini aku tahan dulu untuk bertanya, jika hari ini pemuda itu datang lagi, aku akan bertanya langsung kepadanya" Pikir Pak Ardi.


Pak Ardi mengkhawatirkan Nadira, karna dia sudah menganggap Nadira seperti keluarganya sendiri, jadi jika ada hal yang bersangkutan dengan Nadira dia akan memberi tahunya agar Nadira bisa berhati-hati.

__ADS_1


__ADS_2