Nadira Si Anak Guru Honorer

Nadira Si Anak Guru Honorer
Rumah Reihan


__ADS_3

Mereka pulang dari taman sekitar pukul 10.00, mendengar bahwa Nadira dan Naufal pulang berjalan kaki, Mama Reihan menawari mereka untuk di antar pakai mobilnya.


Awalnya mereka menolak, tapi karna Reihan ingin ikut ke rumah mereka akhirnya mereka mau juga ikut mobil Mama Reihan dan Reihan.


"Oh alamat kalian disini?" Tanya Mama Reihan saat mereka sampai.


"Iya tante, yuk mampir!" Ajak Nadira.


"Nanti, lain kali aja yah, soalnya tante masih ada pekerjaan yang harus diselesaikan, lain kali tante mampir deh!" Jawab Mama Reihan.


"Naufal, Kak Dira, kalau aku mau main kesini boleh kan?" Tanya Reihan.


"Boleh Rei, tapi datangnya sore atau malam, karna kalau pagi pasti kosong karna kami semua pergi, nanti gak ada yang buka pintu kalau kamu datang pagi hari, heheh" Jawab Naufal sambil bercanda.


"Siap Naufal, jangan di usir yah kalau aku datang!" Reihan juga ikut bercanda.


Mama Reihan dan Reihan berlalu, Nadira dan Naufal masuk ke dalam rumah, dan sisa makanan tadi mereka bawa pulang karna Mama Reihan menyuruh mereka membawanya pulang.


"Hem, Tadi risolnya masih gak Kak?, enak banget, aku mau lagi!" Tanya Naufal.


"Kayaknya masih Dek, gimana gak enak, kalau isinya ayam sama keju." Jawab Nadira.


"Walaupun di isi sama sapi juga, kalau yang masak gak bisa yah tetap gak enak Kak!" Jawab Naufal mulai mau mendebat Nadira.


"Hish mulai lagi ngajakin Kakak debat, udah ah mending Kakak ambil wudhu sholat dhuha, ada manfaatnya dibanding debat sama kamu, mengahbiskan waktu sia-sia". Ucap Nadira langsung menutup pintu toilet, kalau masih disanan mereka akan berdebat lagi.


Naufal tersenyum dan membuka bawaan mereka tadi.


"Wah masih banyak". gumam Naufal.


Dia memakan risol lagi dan beberapa kue, lalu meminum sisa minuman yang mereka minum tadi.

__ADS_1


Nadira melaksanakan sholat dhuha sedang Naufal membaca komik seperti biasanya,setelah itu dia melanjutkan memasak untuk makan siang mereka, jadi ketika Pak Heru dan Buk Rita pulang mereka bisa langsung makan siang.


Keesokan harinya, saat pulang kuliah, Nadira melihat Reihan yang berjalan di komplek bersama Naufal.


Nadira menghampiri mereka, dan berjalan pulang bersama. Di rumah Mama Reihan sedang mengobrol dengan Buk Rita, dia menceritakan semua kejadian antara Reihan, Naufal dan Nadira, dan dia juga meminta izin untuk sering-sering datang ke rumah Buk Rita.


"Kami tidak keberatan Buk, tapi mohon maklum rumah kami seperti ini". Jawab Buk Rita yang merasa tidak enak karna tidak bisa menjamu mereka dengan layak.


"Tidak apa-apa Buk, asalkan Reihan diizinkan, saya merasa sangat senang karna dia bisa berteman dengan Naufal, semenjak dia sakit dia tidak mempunyai teman sama sekali". Cerita Mama Reihan sendu.


"Assalamualaikum" Terdengar suara Nadira, Naufal dan Reihan bersamaan.


"Waalaikum Salam" Jawab Buk Rita dan Mama Reihan.


"Nah kalian kok bisa bersama?" Tanya Mama Reihan.


"Tadi ketemu di jalan komplek Ma"Jawab Reihan.


"Permisi Tante, Nadira cuci tangan dan kaki dulu ke belakang" Nadira mohon pamit, dia merasa tidak enak jika langsung berlalu tanpa basa basi karna Mama Reihan adalah tamu di rumah mereka.


"Silahkan Nadira!" Jawab Mama Reihan


Mama Reihan terus melihat Nadira dan memperhatikan setiap pekerjaannya, dia mengagumi Nadira muda yang sudah bisa mengerjakan banyak hal, Anak muda mandiri yang tidak bergantung lagi kepada kedua orang tuanya.


"Bagaimana ibu bisa mendidik anak yang seperti Nadira ini buk?" Tanya Mama Reihan.


Buk Rita hanya tersenyum dia tidak thu harus menjawab apa, karna dia juga sangat bahagia bisa mendapat anugrah anak yang seperti Nadira, walaupun dia tidak punya harta yang berlimpah, tapi hadirnya Nadira dalam hidupnya membuat dia sangat bersyukur.


"Wah masakannya enak Nadira, kamu pintar masak yah"! Ucap Mama Reihan saat malam itu diajak makan bersama oleh Buk Rita.


"Maaf Tante, hanya ini yang bisa Nadira masak, semoga sesuai dengan selera tante". Jawab Nadira.

__ADS_1


"Ini enak Nadira, walaupun makanan sederhana tetapi rasanya bintang lima, nanti tante mau ajak kamu ke rumah tante dan masak untuk tante, mau yah?" Mama Reihan menawari.


"Hehe, kalau ibu sama bapak mengizinkan saya terserah saja"! Jawab Nadira.


Semenjak gari itu, Mama Reihan dan Reihan sering berkunjung ke rumah Nadira, dan karna Reihan senang dan bahagia, dia sudah sedikit ada kemajuan, bahkan dokter juga berkata bahwa jika Reihan terus merasa bahagia, akan ada harapan untuknya kembali bisa berjalan.


Mendengar hal itu, mama Reihan lebih sering mengajak Reihan ke rumah Nadira, bahkan setelah isya mereka baru pulang, seperti hari itu Reihan ikut Naufal dan Pak Heru ke mushollah dia sholat dan menunggu Naufal mengajar mengaji anak-anak.


"Fal, kamu mau gak ajari aku mengaji juga?" Tanya Reihan saat mereka berjalan pulang dari mushollah.


Naufal melirik Pak Heru, menanti tanggapan dari Pak Heru, namun Pak Heru tidak menanggapi apa-apa hanya diam menyimak.


"Kami belum bisa mengaji Rei?" Tanya Naufal pada akhirnya.


"Iya Fal, aku belum pernah belajar mengaji, jika kamu bersedia, mau kan mengajari aku mengaji, tapi jangan bareng anak-anak di mushollah, karna aku malu sudah besar tapi belum bisa mengaji, kalah jauh di banding anak-anak tadi, mereka mengajinya lancar banget." Ucap Reihan.


"Wah keren kamu Rei, sudah sebesar ini tapi masih mau belajar, insyaallah aku bantu menemani kamu belajar"! Jawab Naufal yang berusaha menjaga perasaan Reihan.


Hari itu mereka putuskan, Bahwa Reihan akan mengajari Naufal mengaji di rumahnya, Sopir akan menjemput Naufal di rumahnya sebelum ashar, lanjut menjemput Nadira dan sebelum maghrib Naufal dan Nadira di antar pulang lagi, karna Naufal akan mengajar ngaji anak -anak di mushollah.


"Maaf Buk Rita, Pak Heru saya jadi merepotkan keluarga kalian!" Ucap Mama Reihan dengan tulus.


"Enggak apa-apa Buk, kami juga terbantu karna ibu bersedia menjemput Nadira juga". Jawab Buk Rita. Sedang Pak Heru hanya diam menyimak percakapan dua orang wanita itu.


Keesokan harinya, saat Nadira dan Naufal pergi ke rumah Reihan, mereka sangat takjub dengan rumah megah Reihan, Rumah megah yang dikelilingi pagar tinggi, dan mempunyai taman yang luas, ada gazebo tempat bersantai di taman dan ada kolam ikan, tak lupa banyak tanaman buah-buahan di sekeliling taman.


"Masyaallah Kak, Ini rumah apa istana sih? kok besar banget?, kira-kira yabg tinggal di dalam ada berapa orang yah?" Naufal berkata sambil matanya melihat ke kiri dan ke kanan mengamati setiap sudut rumah Reihan.


"Dek, jaga adab Dek, kita sedang bertamu, mata gak boleh jelalatan!" Nadira mengingatkan Naufal salah satu adab dalam bertamu.


Sebenarnya Nadira juga ingin melihat-lihat tapi tidak sopan jika bertamu namun mata bergerak melihat seolah menyelidiki isi dalam rumah.

__ADS_1


__ADS_2