Nadira Si Anak Guru Honorer

Nadira Si Anak Guru Honorer
Pulang


__ADS_3

Mereka baru ingat keberadaan Farhan, Reza dan Sam.


"Astaghfirullah, maaf Nak, ibu lupa gak ngeh kalau kalian sudah ada disini" Ucap Buk Rita yang merasa tidak enak.


"Hehehe, Gak apa-apa buk, namanya juga banyak urusan, jadi gak apa-apa kami gak usah di urusin" Jawab Sam.


Mereka tertawa mendengar jawaban Sam.


"Yuk kita cari kursi roda, biar Nadira sama Ibu di sini menunggu perawat melepas infusnya". Ajak Farhan kepada Reza dan Sam.


Mereka berlalu dan meninggalkan Nadira, Buk Rita dan Pak Heru di ruang tersebut.


Tidak lama perawat datang melepas infus Pak Heru, dan meminta mereka untuk menebus obat di apotik.


"Buk,biar Nadira yang tebus obatnya, Ibu sama Bapak tunggu Kak Farhan cari kursi roda di aini, kalau mereka sudah datang Nadira belum ke sini, ajak menyusul Nadira ke apotik!" usul Nadira.


Nadira berangkat menuju ke apotek untuk menebus obat dengan membawa uang yang kemarin di beri Farhan dan teman-temannya.


Begitu Nadira pergi, Farhan datang dengan membawa kursi roda untuk Pak Heru.


"Nadira keman Buk?" Tanya Reza


"Nadira menebus obat di apotek" Jawab Buk Rita.


"Za kamu susul Nadira ke apotek, biar Bapak sama Ibu menunggu di mobil saja sama aku dan Sam!" Perintah Farhan.


"Kita susul Nadira aja Nak, biar nanti sekalian menunggu angkot di depan" Jawab Buk Rita.


"Gak apa-apa Buk, apoteknya lumayan jauh, mending kita langsung ke mobil aja, biar gak muter-muter. Kami juga bawa mobil jadi kita pulangnya menggunakan mobil kita aja.


"Aduh Nak, kami jadi merepotkan ini, gak enak ibu jadinya!" Jawab Buk Rita sedikit sungkan.


"Tidak apa-apa Buk, kita juga gak ada kegiatan, jadi kami kesini aja bisa dapat pahala, hitung-hitung ibadah!" Jawab Farhan berusaha tidak membuat Buk Rita sungkan.


Reza berlalu menyusul Nadira, Sam kebagian membawa barang-barang sedang Farhan mendorong Pak Heru.


"Sini Nak, biar ibu bantu membawanya!" Ucap Buk Rita yang tidak enak hati melihat Sam membawa barang-barang mereka.


"Tidak apa-apa Buk, saya kan masih muda, masih kuatlah untuk membawa barang-barang ini!" Ucap Sam kepada Buk Rita.

__ADS_1


Mereka berjalan sampai ke parkiran dan masuk ke dalam mobil Farhan yang sudah dihidupkan AC nya agar tidak kepanasan.?


"Sam kamu balikin kursi rodanya yah, kan tadi pakai KTP mu!" Perintah Farhan.


Sam hanya memanyunkan bibirnya namun tetap melaksanakan perintah Farhan. Dia mendorong kursi roda ke dalam dan menukarnya dengan KTP nya yang dijadikan sebagai jaminan.


"Aduh Nak, terima kasih banyak, kami tidak bisa membalas kebaikan kalian, semoga Allah membalasnya dengan kebaikan yang lebih berlimpah lagi" Ucap Buk Rita setelah dia masuk ke dalam mobil.


Sedangkan di apotek, Nadira masih menunggu giliran untuk di panggil.


"Nadira sudah selesai?" tanya Reza ketika sudah sampai di dekat Nadira.


"Belum Kak, masih menunggu giliran, sepertinya lumayan banyak yang mengambil obat hari ini!" Jawab Nadira sambil melihat-lihat sekelilingnya yang cukup ramai orang yang menunggu.


"Iya, begitulah Nadira, kalau di tempat pemeriksaan kan terbagi, ada yang di poli umum, poli saraf, poli penyakit dalam, poli bedah, poli THT, tapi kalau obatnya yah di satu tempat makanya ramai, karna semua poli tadi mengambil obatnya di apotek ini!" Jelas Reza.


"Iya yah Kak" Nadira baru kepikiran seperti itu.


setelah beberapa waktu menunggu giliran Nadira yang dipanggil.


Reza menemani Nadira mendekat ke arah apoteker yang menjelaskan cara meminum obatnya, Nadira menyerahkan kwitansi pembayarannya untuk kemudian ditukar dengan obatnya.


"ada pertanyaan lagi Mba?" Tanya apoteker kepada Nadira yang masih terpaku di tempatnya.


"Tidak ada Mba" Jawab Nadira.


Nadira dan Reza pergi meninggalkan apotek.


"Kita langsung keluar aja Nadira, Bapak sama yang lainnya sudah di mobil!" Ajak Reza.


"Di angkot kak?, apa ibu menyewa angkot untuk pulang Kak?" Tanya Nadira yang belum mengetahui kalau Farhan membawa mobil.


"Enggak Nadira, tadi Farhan membawa mobil jadi sekalian mengantar kalian pulang!" Jelas Reza.


"Masyaallah Kak, terima kasih banyak semoga allah membalas kebaikan kakak-kakak dengan pahala yang berlipat, ini tadi juga membayar obatnya dengan uang dari kakak-kakak kemarin, kalau gak ada uang ini mungkin kami gak bisa menebus obatnya, uang yang kami punya hanya cukup untuk membayar biaya perawatan!" Ucap Nadira sendu.


"Sama-sama Nadira, kami senang kok bisa membantu, jadi jangan sungkan kalau butuh bantuan yah!" Jawab Reza.


"Insyaallah Kak!" Jawab Nadira dengan rasa syukur karna Allah mengirimkan orang-orang yang baik dan perhatian kepada mereka.

__ADS_1


Sesampainya di mobil Farhan, Sam duduk di bagian belakang, Farhan menyetir, Reza masuk di samping Farhan Dan Nadira duduk di samping Buk Rita di kursi tengah.


"Obatnya ada semua Ra?" Tanya Buk Rita.


"Alhamdulillah Buk, ada semua lumayan banyak, obatnya untuk dua minggu, setelah itu Bapak diminta untuk kontrol lagi ke rumah sakit!" Jelas Nadira.


Sampai di rumah, Reza dan Sam membawa barang bawaan Farhan membantu Pak Heru berjalan.


"Terima kasih Nak Farhan!" ucap Pak Heru.


Farhan hanya menganggukkan kepalanya.


Di rumah, Buk Rita sudah mempersiapkan kasur yang akan ditempati Pak Heru, jadi Pak Heru langsung duduk di kasur itu.


"Buk, ini barang-barangnya di letakkan dimana?" Tanya Sam yang membawa barang-barang dari mobil.


"Sini Kak, diletakkan di sini saja!" Jawab Nadira sambil menunjuk ke arah meja.


Reza dan Sam meletakkannya di atas meja yang di tunjuk Nadira.


Buk Rita membuat teh untuk mereka dan menghidangkan keripik singkong sisa yang di buat Nadira.


"Wah ada kripik singkong, buatan Nadira kan Buk?" Tanya Reza kepada Buk Rita yang sedang menghidangkan.


"Iya Nak, masih ada sedikit ini!" Jawab Buk Rita.


Tanpa di suruh Sam langsung mengambil keripik singkong dan memakannya.


Farhan dan Reza hanya geleng-geleng kepala melihat Sam langsung melahap keripik singkongnya.


"Ayok Nak, silahkan dimakan tapi maaf cuma ada ini saja!" Ucap Buk Rita.


"Tidak apa-apa Buk!, justru kalau bisa kita mau pesan lagi, nanti kalau Nadira ada waktu bisa kami minta bikinin yah Nadira, kemarin saya bawa ke rumah, orang rumah pada suka apalagi kripiknya sehat tanpa M*G dan pengawet!" Jawab Farhan yang juga sudah mulai memakan keripik singkongnya.


Setelah makan mereka izin pamit pulang.


Buk Rita dan Nadira masih terus mengucapkan terima kasih atas perhatian dan bantuan yang diberikan oleh tiga pemuda tersebut.


Setelah mobil mereka pergi, Buk Rita dan Nadira masuk ke dalam rumah dan melanjutkan aktifitas mereka.

__ADS_1


__ADS_2