Nadira Si Anak Guru Honorer

Nadira Si Anak Guru Honorer
Tutup Telinga


__ADS_3

Nabil terkejut melihat Nadira ada di rumahnya, namun dia segera masuk ke dalam kamarnya, karna dia masih belum ingin menampakkan dirinya kepada Nadira.


Nadira yang duduk sambil membaca hanya melihat Nabil dari belalang, lalu dia kembali melihat ke bukunya.


Reihan keluar kamar dan sudah berganti pakaian, dia sudah siap untuk pergi dan duduk di dekat Nadira.


"Kak Dira, mama belum turun?" Tanya Reihan kepada Nadira.


"Belum Rei". Jawab Nadira.


"Mama kebiasaan kalau mau pergi pasti persiapannya lebih lama dari pada jalannya". Omel Reihan yang kesal karna waktu mereka berjalan jadi lebih sedikit.


"Gak apa-apa Rei, kita tunggu aja sebentar, mungkin Tante masih ada yang harus disiapkan" Ucap Nadira berusaha menyabarkan Reihan.


"Tapi kan Kak, waktu kita jalan jadi tambah sedikit" Jawab Reihan yang masih kesal.


"Yuk kita pergi". Terdengar suara Mama Reihan mengajak mereka pergi.


"Ih Mama dari tadi juga sudah di tungguin" Omel Reihan.


Mamanya hanya nyengir dan tersenyum, lalu segera keluar meminta sopir menyiapkan mobil. Setelahnya mereka langsung berangkat menuju ke sebuah toko buku yang berada di dalam Mall.


Itu adalah kali pertama bagi Nadira dan Naufal pergi ke sebuah Mall, mereka sangat terlihat seperti orang kampung yang baru pertama kali ke mall, Mereka celingak-celinguk memperhatikan ke sekelilingnya, sampai ada beberapa orang yang memperhatikan mereka.


Mama Reihan menyadari keadaan itu, jadi dia langsung mengajak mereka ke toko buku saja, agar tidak banyak orang yang memperhatikan mereka.


Saat masuk ke toko buku, Nadira merasa sangat takjub, dia sangat senang melihat banyak buku, dan dia juga sangat antusias melihat buku-buku yang berjejer di sana, ingin rasanya dia membawa pulang semua buku yang ada di sana.


Sungguh baginya, buku-buku disana lebih menarik untuk dibeli dari pada baju-baju yang ada di bawah tadi.


"Kak, ayok jalan ke sana, nanti kakak khilaf bisa gak pulang-pulang kita". Naufal mengingatkan Nadira untuk bergerak mencari Iqro yang ingin mereka beli.

__ADS_1


Nadira tersenyum mendengar ucapan Naufal, dan segera bergerak.


Saat mereka sedang memilih-milih iqro, Mama Reihan bertemu dengan temannya.


"Hai Indah, Sama siapa? Tumben ke toko buku?" Sapa Maya temannya Mama Reihan


"Ah Maya, Nih sama Reihan dan temannya, lagi mencari iqro untuk belajar mengaji". Jawab Mama Reihan.


"Hah, teman Reihan?, Aku kira tadi mereka pembantu baru kamu!" Ucap Maya tanpa peduli perasaan orang lain.


Nadira dan Naufal saling pandang.


"Maaf Indah, apakah memang tidak ada yang mau berteman dengan Reihan sampai dia berteman dengan orang-orang ini?" Buk Maya berkata sambil melihat Nadira dan Naufal dari atas ke bawah.


"Justru saya bersyukur Reihan mau berteman dengan orang-orang seperti mereka yang tidak melihat penampilan, disaat banyak orang menjauhi Reihan karna kekurangannya, tapi mereka dengan tulus berteman dengan Reihan, bahkan mereka sudah benyak memberikan kemajuan untuk kesehatan Reihan". Jawab Mama Reihan tandas.


Anak Buk Maya seumuran dengan Reihan, sebelum Reihan tidak bisa berjalan, setiap hari datang ke rumah Reihan untuk bermain bersama Reihan, tapi setelah Reihan tidak bisa berjalan, dia malah menjauhi Reihan karna dia menganggap keadaan Reihan hanya memberikan kesulitan untuk dia.


"Yah tentulah mereka mau Ndah, dari penampilannya saja sudah kelihatan kalau mereka sangat mau berteman dengan Reihan, lumayan kan bisa dapat makan gratis, jalan gratis dan hal lainnya yang serba gratis" Ucap Buk Maya dengan tatapan mengejek.


"Kamu memang benar Maya, tapi apa yang mereka dapatkan tidak sebanding dengan apa yang aku dapatkan dari mereka". Jawab Mama Reihan yang masih berusaha sabar.


"Hahaha memang apa yang bisa diberikan oleh mereka indah,... indah...." Buk Maya Berkata sambil tertawa.


"Kebahagiaan Reihan, Bahkan hal itu sama sekali tidak bisa aku beli dengan uangku!" Jawab Mama Reihan singkat namun dapat membungkam mulut Buk Maya.


"Maaf tante, ini iqro nya sudah ketemu, karna hari sudah sore, setelah ini kami akan langsung pulang saja, agar bisa sholat maghrib di Mushollah" Ucap Nadira menjedah percakapan Mama Reihan dan temannya.


"Maaf Maya kami sudah selesai, jadi kami izin pamit duluan yah!" Mama Reihan langsung mengajak Reihan Nadira dan Naufal menuju kasir tanpa mempedulikan Maya di tempatnya.


"Nadira, Naufal maaf kan perkataan teman tante tadi yah!" Mama Reihan berkata saat mereka sudah di dalam mobil.

__ADS_1


"Tidak apa-apa tante, itu hak mereka untuk berbicara, kita tidak bisa melarangnya, yang bisa kita lakukan adalah menutup telinga kita agar tidak mendengar omongan mereka" Jawab Nadira sambil tersenyum.


"Lagian Mama sudah tahu tante Maya mulutnya kalau ngomong pedas kaya cabe, selalu menilai orang tanpa mau menilai dirinya sendiri, masih saja di ladenin". Omel Reihan.


"Yah gimana Rei, orang manggil Mama, masak Mama pura-pura gak tahu". Bela Mama Reihan.


"Gak apa-apa Rei, segala sesuatu yang terjadi pasti sudah ada izin dari Allah, jadi kita yakini saja bahwa bagaimanapun orang lain kepada kita, sesungguhnya Allah punya maksud dari hal itu, entah untuk menguji kita, atau mengingatkan kita, jadi bukan tentang bagaiman orang lain kepada kita, tapi bagaimana kita kepada orang lain". Nadira mencoba menenangkan Reihan, agar tidak mengeluh kepada mamanya lagi.


Reihan hanya melongo mendengar penjelasan Nadira


"hahaha, Kak lihat Reihan deh!, kakak itu kepanjangan ngomongnya, muka Reihan jadi bingung gitu" Naufal berkata sambil tertawa.


Nadira dan Mama Reihan ikut tertawa saat melihat Reihan.


Reihan yang sadar ditertawakan akhirnya ikut tertawa juga sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal.


"Berarti Kak Dira, gak sakit hati kan sama ucapan tante Maya?" Tanya Reihan


"Insyaallah tidak Rei" Jawab Nadira sambil tersenyum.


"Besok jadi kan mengajari Reihan mengaji?, Reihan khawatir Kak Dira sama Naufal tersinggung dengan ucapan tante Maya dan tidak mau berteman lagi dengan Reihan"


"Hehehe, doakan saja yah Rei, semoga hati Kak Dira sama Naufal Allah jaga dari rasa tersinggung dan sakit, sehingga dapat menerima setiap sesuatunya dengan rasa ikhlas dan bahagia" Jawab Nadira


"Aamiin" Jawab mereka bersamaan.


Sepanjang jalan ke rumah Nadira mereka habiskan dengan mengobrol namun kadang-kadang mereka terdiam, sampai akhirnya mereka tiba di rumah Nadira.


"Ma, turun dulu yuk, Reihan mau ikut Naufal ke mushollah, Reihan senang lihat anak-anak belajar mengaji". Pinta Reihan.


"Jangan Rei, lain kali aja yah, hari ini biarkan Naufal sama Nadira istirahat dulu, kan besok mereka ke rumah lagi." Jawab Mama Reihan.

__ADS_1


Akhirnya mereka langsung pulang, sedang Nadira dan Naufal langsung mengucap salam dan masuk ke dalam rumah untuk melanjutkan kegiatan mereka seperti biasanya.


__ADS_2