
Keesokan harinya Nadira, Buk Rita dan Naufal berangkat ke sekolah sedang Pak Heru tinggal sendirian di rumah, karna masih dalam masa pemulihan jadi Pak Heru belum boleh banyak bergerak apalagi bekerja.
"Pak, yakin tidak apa-apa sendirian di rumah?" Tanya Buk Rita yang tidak tega meninggalkan Pak Heru sendirian.
"Insyaallah Buk, Bapak juga tidak perlu mengerjakan apapun, makan tinggal makan, minum tinggal minum, insyaallah aman!, ibu yang khusyu aja di sekolahnya jangan banyak pikiran!" Jawab Pak Heru sambil tersenyum.
Mereka pergi meninggalkan Pak Heru sendirian di rumah, segera Pak Heru menutup pintu, karna dia ingin beristirahat saja sambil membaca buku, selain itu jika terlalu sering melihat keluar dia khawatir akan berjalan ke kebunnya dan mengerjakan pekerjaannya yang biasa dia lakukan saat sehat.
Karna pada dasarnya Pak Heru adalah tipe orang yang tidak bisa diam, selalu saja ada yang dia kerjakan, jadi dia akan merasa tidak tenang jika tidak mengerjakan apapun, selama ini ada Nadira yang mengingatkan dia untuk tidak mengerjakan apapun, tapi sekarang dia sendirian di rumah tidak akan ada yang mengingatkan jika dia kelupaan.
Nadira, Buk Rita dan Naufal datang ke sekolah sekitar pukul 7 kurang seperempat atau 06.45. Buk Rita mengajak Nadira masuk ke dalam kantor sedang Naufal langsung menuju ke kelasnya.
Kantor masih sangat sepi belum ada guru yang datang, tapi kantor sudah di buka oleh guru yang rumahnya dekat dengan kantor.
"Alhamdulillah kantornya sudah di buka sama Pak Arif" Ucap Buk Rita, karna biasanya walaupun Pak Arif adalah guru yang bertugas membuka dan menutup kantor karna rumahnya berada di dekat sekolah, pada kenyataannya dia jarang membukanya.
__ADS_1
Pak Heru lebih sering mengambil kunci ke rumahnya, dan dia selalu beralasan bahwa Pak Heru dan Buk Rita yang datangnya terlalu pagi.
Mereka langsung masuk, Buk Rita meletakkan tasnya di mejanya dan menyuruh Nadira meletakkan tasnya di meja Pak Heru. Mereka lalu mengambil sapu dan mulai membersihkan kantor, Nadira mengambil lap dan mengelap semua meja sambil Buk Rita menyapu lantai, karna sebelumnya hari minggu libur, jadi debunya lumayan banyak, setelah mengelap semuanya Nadira melanjutkan mengepel lantai, sedang Buk Rita mencuci piring dan gelas yang masih kotor, bekas mereka pakai hari sabtu yang belum sempat di cuci oleh guru yang bertugas di hari sabtu.
Sebenarnya untuk kebersihan kantor sendiri sudah ada guru piketnya, tapi terkadang guru yang bertugas datangnya siang, sedang Buk Rita selalu datang pagi, maka Buk Rita jika tidak ada tugas, akan membersihkan kantor walaupun hari itu bukan tugasnya untuk membersihkan ruang kantor.
Setelah mereka selesai bersih-bersih, barulah para guru mulai berdatangan, kalau Pak Arif, jika kantor sudah di buka maka dia akan datang saat akan masuk kelas.
Jam tujuh seperempat pagi, semua guru sudah datang dan langsung menuju ke lapangan untuk melaksanakan upacara bendera, di sekolah itu memang selalu mengadakan upacara bendera setiap senin.
Nadira yang mengikuti upacara hari itu, merasa terharu karna selama dia kuliah, baru sekarang dia merasakan upacara lagi, meski pada saat sekolah upacara merupakan kegiatan yang sangat membosankan, namun pada saat hal itu tidak dilakukan lagi maka akan timbul kerinduan untuk melakukannya lagi, dan hal itulah yang kini dirasakan Nadira.
Nadira tersenyum saat melihat siswa yang bertugas sebagai ajudan atau yang menjemput pembina, karna saat sekolah, ketika kelasnya menjadi petugas, Nadira selalu mendapat tugas untuk menjadi penjemput pembina, mereka beralasan semua guru menyukai Nadira jadi mereka tidak akan marah saat Nadira meminta seorang guru menjadi pembina upacara.
Dia teringat satu ketika, ketika dia bertugas menjadi ajudan upacara, dia harua berkeliling karna tidak ada guru yang mau menjadi pembina, sampai dia harus bolak balik sebanyak lima kali untuk meminta guru menjadi pembina.
__ADS_1
Semenjak saat itu, dibuatlah jadwal guru yang menjadi pembina upacara sehingga yang bertugas menjadi ajudan tidak bingung lagi untuk meminta guru yang mana, dan guru yang bertugas juga tidak akan menolak, karna dia tahu bahwa hari itu adalah tugasnya menjadi pembina upacara.
Selesai upacara, para guru bersalaman, tidak terkecuali Nadira yang mencium tangan setiap guru yang hadir karna dia adalah yang paling muda di sana.
Setelah itu para guru kembali ke kantor untuk beristirahat sebentar, sedang para siswa ada yang langsung ke kelas ada juga yang pergi ke kantin untuk membeli minum, karna tidak bisa dipungkiri berdiri hampir setengah jam dibawah terik matahari membuat tenggorokan menjadi kering.
Setelah beristirahat sekitar lima menit, bel masuk kelas berbunyi, para siswa yang masih berada di luar kelas, langsung berlarian untuk segera memasuki kelas, karna jika sampai mereka lebih dulu guru yang masuk kelas maka mereka akan mendapat hukuman, peraturan sekolah itu harusnya setiap siswa harus masuk kelas saat upacara selesai, istirahat hanya diizinkan di dalam kelas, jika ada yang diluar kelas berarti mereka melanggar peraturan, dan jika melanggar peraturan maka akan mendapatkan hukuman.
Hari itu, kelas Nadira dan kelas Buk Rita bersebelahan jadi mereka menuju kelas mereka berbarengan.
"Kamu sudah harus menghafalkan letak kelas Nak, biar kalau harus pindah kelas tidak membutuhkan waktu untuk mencari-cari, kalau hari ini kan jadwal bapak di kelas itu sampai istirahat, jadi nanti saat bel ganti pelajaran, kamu lanjut aja terus mengajar di kelas itu!" Buk Rita menjelaskan sedikit hal kepada Nadira sambil berjalan.
"Baik Buk, nanti selesai istirahat Nadira tidak mengajar jadi rencananya Nadira akan keliling saja, untuk mengetahui letak kelas". Jawab Nadira yang menyetujui ide Buk Rita.
Sebenarnya kamu tidak perlu menghafal semuanya Nak, karna di kantor kan ada denahnya, kamu hanya perlu menghafal letak satu kelas perbaris, jadi yang lainnya tinggal melihat denahnya saja, lama kelamaan kamu akan hafal sendiri letak seluruh kelas!" Lanjut Buk Rita.
__ADS_1
"Memang letak denahnya dimana Buk?, kok Nadira gak lihat?" tanya Nadira yang tidak tahu dimana letak denahnya.
"Di papan pengumuman yang ada di bagian depan dalam kantor Nak!, disana juga ada jadwal pelajaran dan jadwal guru yang bertugas, baik tugas piket ataupun tugas mengajar, nanti kalau istirahat kamu lihat-lihat aja papan pengumumannya, karna saat ini kan kamu sedang menggantikan bapak, artinya tugas bapak semuanya kamu yangn menghendel, bukan hanya tugas mengajar, tapi tugas piket dan tugas-tuga lainnya, Insyaallah nanti perlahan sambil ibu bantu!" .