
Hari itu Nadira tertidur di kosan Evi dan Sarah, karena dia kelelahan, entah itu lelah hati maupun lelah fisik.
"Kamu gak tidur Vi?" Tanya Sarah kepada Evi yang rebahan tapi masih membuka matanya.
"Entahlah Sar, sebenarnya aku capek tapi mataku ini enggan terpejam" Jawab Evi.
"Emang kenapa Vi?" Tanya Sarah lagi.
"Aku masih sebel sama si kakak songong itu, rasanya pingin aku pejek-pejek, gak tahu aja dia kita uda capek-capek bantuin kerjaan dia, eh dia malah marah-marah gak jelas gitu, mana pakai kekerasan lagi sama Nadira" Jawab Evi yang masih kesal dengan Sasa.
"Ya sudah terserah kamulah, kalau kamu tidak bisa tidur, kita keluar aja yuk, kita beli es sama gorengan, aku kepingin ngemil" Ajak Sarah yang juga gak bisa tidur.
"Terus nanti Nadira bangun kita gak ada gimana?" Tanya Evi yang tidak tega meninggalkan Nadira sendirian.
"Kita kan cuma bentar aja Vi, Nadira juga sudah besar, pasti tahu lah mana yang harus dia lakukan" Jawab Sarah
Mereka lalu pergi keluar untuk membeli es dan gorengan, tidak lupa membeli untuk Nadira juga.
Azan Ashar berkumandang, Sarah dan Evi yang tidak tidur sebenarnya tidak tega membangunkan Nadira yang terlelap begitu nyenyak, tetapi Nadira tetap akan pulang walaupun sore hari, jadi dari pada Nadira pulang kesorean lebih baik mereka membangun kan Nadira.
"Ra, Nadira Sarah menepuk-nepuk tangan Nadira untuk membangunkannya, Nadira menggeliat dan perlahan membuka matanya.
"Astaghfirullah, maaf Sar, Vi aku ketiduran di kosan kalian". Nadira bangun langsung meminta maaf.
"Kenapa Ra, gak apa-apa kok, kami senang, setiap hari juga gak apa-apa". Jawab Sarah.
"Terima kasih ya Sarah, Evi". Nadira mengucapkan terima kasihnya, dia sangat bersyukur bisa mempunyai teman seperti mereka.
"Sudah ashar yah?" tanya Nadira saat melihat jam.
"Iya tadi pas adzan kami bangunin kamu Ra, tapi kayaknya kamu tidurnya pules banget". Jawab Evi.
"Hehehe, habisnya kosan kalian nyaman sih, kalau seperti ini nanti aku betah disini, kalian jadi sempit karna aku ngikut kalian terus" Nadira menjawab sambil tertawa.
"Emang badan kamu segede gajah Ra, sampai bikin kosan kita sempit". Jawab Evi dengan ekspresi tengilnya.
"Aku numpang sholat yah Sar, Vi, biar nanti pulang gak was-was lagi, karna kewajiban sudah dilaksanakan." Nadira meminta izin Sarah dan Evi untuk sholat di kosan mereka.
"Iya Ra, itu mukenahya kiblatnya ke arah sana" Sarah menunjukkan arah kiblat di kosan mereka.
Mereka sholat bergantian, setelah sholat Sarah dan Evi mengajak Nadira untuk makan gorengan yang tadi mereka beli.
__ADS_1
"Ra makan dulu yuk, nanti jam 4 baru pulang!"
"Ga usah Sar takutnya kesorean aku pulangnya". Tolak Nadira secara halus.
"Ah Nadira belum juga jam 4, belum sore banget Ra, nanti jam 4 baru pulang". Usul Evi.
"Dari sini jam 4, aku datang ke rumah jam 5 loh Vi" kilah Nadira.
"Yah kan masih lama ke maghrib Ra, lagian ini gorengan banyak gini kita berdua gak bakalan habis Ra, sayang kan kalau terbuang sia-sia". Evi terus memaksa.
"Udah Ra makan aja dulu gak baik menolak rezeki, dimakan aja dulu sebentar habis tuh baru pulang!" Sarah ikut membujuk Nadira.
Nadira akhirnya menyetujui permintaan temannya, mereka makan sambil bersenda gurau, saat sedang asyik makan, pintu kosan mereka di ketuk.
Tok... tok... tok...
Mereka saling pandang, karna selama mereka tinggal di kosan tidak pernah ada yang bertamu, untuk uang sewa sudah mereka bayar selama satu tahun, jadi mereka bingung siapa yang datang.
"Assalamualaikum" terdengar suara seorang wanita mengucapkan salam.
"Seperti suara mama" Seru Sarah.
Sarah berdiri dan membuka pintu
"Eh Mama" Mama Sarah yang datang, Sarah langsung menyalami Mamanya, disusul Evi dan Nadira.
"Nadira?" Mama Sarah menyebut nama Nadira, dia lupa-lupa ingat.
"Ini Nadira yang suka main ke rumah pas kamu MA dulu kan?" Mama Sarah senang bisa bertemu dengan Nadira.
"Iya Buk" Jawab Nadira.
"Ya ampun senangnya bisa bertemu kamu lagi Nak" Mama Sarah memeluk Nadira karna dia kangen dengan Nadira.
Berbeda dengan Emak Susi, Mama Sarah sangat menyukai Nadira, karena Nadira adalah anak yang santun dan ringan tangan, dulu saat bermain di rumah Sarah, Nadira sering membantu pekerjaan Mama Sarah, walaupun tidak dimintai tolong, tetapi Nadira dengan senang hati membantu pekerjaannya.
"Alhamdulillah Mama senang bisa ketemu kamu lagi". Mama Sarah memeluk Nadira.
"Ma, sudah dulu acara kangen-kangenannya, duduk dulu aja, kita lagi makan gorengan, Mama mau gak?" Sarah menyela Mamanya yang masih berdiri.
"Oh, kalian lagi makan?, Tadi Mama juga beli martabak ini!" Mama Sarah mengangkat kantong plastik yang dia bawa.
__ADS_1
Mereka duduk, sambil mengobrol.
"Mama berterima kasih sama kamu Nadira, karna semenjak berteman dengan kamu, Sarah menjadi anak yang lebih baik, sholatnya rajin, menutup aurat juga". Mama Sarah mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada Nadira, memang sebelum berteman dengan Nadira, Sarah anak yang sholatnya hanya maghrib saja, dan belum mengenakan kerudung kecuali saat sekolah, baru semenjak berteman dengan Nadira, Sarah mulai sedikit-sedikit menambah waktu sholatnya dan sekarang dia sudah bisa full mengerjakan sholat 5 waktu dan tidak melepas kerudungnya kecuali di depan mahromnya.
"Gak juga Ma, semua karena hidayah dari Allah, dan memang dasarnya Sarah anak yang baik dan rajin, jadi Nadira tidak berbuat apa-apa selain menjadi teman Sarah, Nadira juga mau minta maaf jika selama berteman dengan Sarah, ada yang Mama kurang suka dari Nadira".
Nadira memanggil Mama Sarah dengan sebutan Mama, karena Mama Sarah yang memintanya, jadi saat dia di kampung Nadira, Nadira dan Susi memanggil Mama Sarah dengan panggilan Mama.
"Mama tumben kesini?" Tanya Sarah yang merasa heran karen Mamanya tiba- tiba datang.
"Yah Mama kangenlah sama anak Mama" Jawab Mama Sarah.
Nadira dan Evi hanya tersenyum mendengar jawaban Mama Sarah.
"Ih Mama nih kayak anak kecil aja". Protes Sarah kepada Mamanya
"Hehehe, Tadi Mama ada urusan ke daerah sini, mumpung deket kosan kamu, jadi Mama mampir aja, sekalian mengontrol kamu, Nanti kamu macem-macem lagi". Jawab Mama Sarah sambil bercanda.
"Ih Mama, anak sendiri di curigai gitu sih" Seru Sarah pada Mamanya.
"Hehehe, Enggak kok Nak, Mama bercanda, Ada urusan tadi sekalian mampir, kamu gak suka Mama mampir?" Tanya Mama Sarah kepada Sarah yang terlihat tidak suka.
"Bukan begitu Mamaku yang bawel, Sarah cuma nanya aja, Kali aja mau ngasih uang jajan tambahan untuk Sarah" Jawab Sarah yang tersenyum merayu.
"Ih kamu yah, kalau masalah jajan aja, senang Mamanya datang" Ujar Mama Sarah.
"Maaf Ma, bukannya bermaksud tidak sopan, tapi hari sudah sore, saya permisi mau pulang dulu, takut kemalaman!" Nadira pamit mau pulang, sebenarnya sudah dari tadi dia ingin pulang tapi gak enak karna Mama Sarah baru datang.
"Loh kamu, gak ngekos disini Ra?" Tanya Mama Sarah.
"Enggak Ma, Nadira pulang pergi dari rumah ke kampus." jawab Nadira.
"Kamu pulang pakai apa Ra?" Tanya Mama Sarah lagi.
"Jalan kaki Ma?" Jawab Nadira jujur.
"Rumah kamu di dekat sini Ra?, Sekalian Mama mau mampir, biar bisa silaturrahmi sama Buk Rita, sudah lama kita gak ketemu". tanya Mama Sarah lagi.
"Lumayan Ma, sekitar Satu Jam jalan kaki" Jawab Nadira sambil tersenyum, dia bingung apakah itu dekat atau jauh, karna jarak sejauh apapun akan terasa dekat jika sudah terbiasa melaluinya, namun jarak sedekat apapun akan terasa jauh jika tidak pernah dilalui.
"Apa Ra, Satu Jam?" Tanya Mama Sarah terkejut.
__ADS_1