Nadira Si Anak Guru Honorer

Nadira Si Anak Guru Honorer
Rencana Pak Anwar


__ADS_3

Pada malam harinya para tetangga berdatangan ingin melihat keadaan Pak Heru, mereka meminta maaf karna tidak bisa datang ke rumah sakit dan baru bisa menjenguk saat Pak Heru sudah di rumah.


"Jadi selama Pak Heru sakit, Nadira yang akan menggantikan mengajar mengaji anak-anak di mushollah?" Tanya salah seorang warga.


"Iya Pak Insyaallah!" Jawab Nadira.


Mereka pun pamit karna sebentar lagi waktu sholat isya.


Keesokan harinya Nadira meminta Naufal untuk memanen singkong di samping rumah, dia ingin membuat keripik singkong, untuk diberikan kepada Farhan, Reza dan Sam, sebagai ucapan terima kasih karna sudah banyak membantu dia dan keluarganya saat pulang kemarin.


Naufal yang terlalu asyik memanen singkong, kelupaan sampai dia memanen 3 batang singkong sekaligus.


"Astaghfirullah Dek, udah cukup banyak banget ini!" Ucap Nadira saat keluar menyusul Naufal yang sangat lama memanen singkongnya.


"Hehehe, maaf Kak, tadi terlalu asyik sampai lupa kalau uda dapat banyak!" jawab Naufal tanpa rasa bersalah.


Mereka mengumpulkan singkongnya di atas karung dan membawanya ke samping pintu belakang rumah mereka.


Karna berat mereka mengangkatnya berdua, Pak Heru biasanya hanya memanen satu batang singkong sekali panen, jadi bisa memanen setiap minggu.


"Dek, jangan lupa batangnya tadi di tanam lagi yah!" Perintah Nadira.


"Siap Kak!" Jawab Naufal dengan bersemangat.


Setelah meletakkan singkongnya, Naufal segera kembali ke kebun singkong untuk menanam kembali batang singkong yang tadi di cabut nya.


"Dek, sudah cukup nanti terlambat ke sekolah!" Suara Buk Rita dari dalam rumah mengingatkan Naufal.


"Iya buk, sebentar lagi!". Jawab Naufal yang segera menyelesaikan pekerjaannya dan segera mandi.


Selesai sarapan Buk Rita dan Naufal berangkat ke sekolah, Nadira mengambil obat untuk Pak Heru dan meminta Pak Heru untuk meminumnya.

__ADS_1


Selesai minum obat Pak Heru tertidur.


Nadira membersihkan rumah lalu mulai mempersiapkan bahan dan alat untuk membuat keripik singkong. Dia mulai mengupas dan mengiris singkongnya, dan selagi merendam di dalam air garam, dia mulai masak untuk makan siang.


tidak terasa setengah hari itu dia dapat memasak makan siang dan membuat sekantung besar keripik singkong.


"Istirahat dulu Ra, dari tadi bapak perhatikan kamu belum beristirahat, jangan terlalu di paksakan tubuhmu juga punya hak untuk beristirahat!" Pak Heru mengingatkan Nadira yang asyik bekerja.


"Baik Pak, sebentar lagi, tinggal meletakkan di dalam plastik dan mengikatnya biar tidak melempem". Jawab Nadira yang masih meneruskan pekerjaannya.


"Sudah jam dua belas siang, bapak makan yah, setelah itu minum obat lagi!" Nadira berkata kepada Pak Heru.


Pak Heru hanya menganggukkan kepalanya, sungguh dia tidak betah berdiam diri terus seperti itu, tapi dia menahan dirinya agar bisa benar-benar sembuh, setelah itu dia akan berfikir untuk mengerjakan sesuatu.


Setelah makan dan minum obat, Pak Heru ke toilet untuk mengambil air wudhu dan melaksanakan sholat, dia masih sholat dalam posisi duduk, karna dia masih takut untuk melakukan rukuk, takut berpengaruh kepada jahitan bekas operasinya.


Nadira juga telah selesai makan dan sholat, setelah melipat mukenanya dia berbaring dan tertidur di tempatnya sholat tadi, Pak Heru yang melihat membiarkannya tanpa membangunkannya karna dia tahu Nadira pasti sangat lelah setelah bekerja membuat keripik separuh hari itu.


Untuk menghilangkan rasa bosannya Pak Heru membaca buku yang ada di samping tempat dia beristirahat, dia membaca sampai waktu Buk Rita dan Naufal pulang.


Buk Rita dan Naufal yang mengerti langsung diam dan memasuki rumah dengan pelan agar tidak membangunkan Nadira yang tertidur dengan lelap.


Entah karna tidurnya yang nyenyak atau karna rasa capek yang sangat Nadira hari itu tertidur sampai pukul empat sore, dia sama sekali tidak terganggu dengan suara adzan dari mushollah.


Saat dia membuka mata dia terkejut melihat jam dinding yang menunjukkan pukul Empat sore.


"Astaghfirullah, kok aku sampai kelewat azan ashar!" gumamnya dan segera bangkit menuju toilet untuk mengambil air wudhu.


Selesai sholat dia sudah melihat Buk Rita memasak di dapur.


"Ibu masak apa?" Tanya Nadira.

__ADS_1


"Tempe bacem, sama bening bayam nak!" Jawab Buk Rita.


"Maaf buk, Nadira ketiduran sampai kelewat azan ashar, jadi Ibu masak duluan". ucap Nadira.


"Tidak apa-apa Nak, kamu pasti capek habis bikin segunung keripik singkong begitu!" Ucap Buk Rita sambil menoleh ke arah keripik yang sidah dibuat Nadira.


"Hehehe, saking asyiknya mengupas singkong gak kerasa buk, kalau singkongnya udah tinggal sedikit!" Jawab Nadira sambil tersenyum.


"Kamu dan adekmu sama saja, yang satu keasyikan manen lupa berhenti, yang satu keasyikan mengupas lupa menyisakan, tapi baguslah jadi dapat banyak tuh keripiknya!" jawab Buk Rita sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.


Malamnya pada saat membaca bersama, Buk Rita menyampaikan pesan Pak Anwar, bahwa kalau Pak Heru tidak bisa masuk selama satu bulan, maka mereka harus mencari guru yang menggantikan Pak Heru, karna akan sulit menghendel kelas yang kosong selama pelajaran Pak Heru.


"Jadi bagaimana Pak?" Tanya Buk Rita.


"Iya Buk, Bapak bisa mengerti, kalau bapak tidak masuk akan banyak pekerjaan yang terbang kalai, kalau ada guru baru berarti secara tidak langsung bapak juga harus mundur!" Ucap Pak Heru sendu.


"Kenapa gak Kak Dira aja, yang menggantikan Bapak, selama bapak sakit!" Naufal mengeluarkan idenya.


Buk Rita dan Pak Heru melihat ke arah Nadira, mendapat tatapan dari kedua orang tuanya, Nadira hanya tersenyum.


"Nadira sebenarnya belum siap untuk mengajar, tapi kalau bapak sama ibu percaya, Nadira akan mencoba sebisanya. Tapi kalau Nadira juga ke sekolah, bapak di rumah sendirian bagaimana?" Nadira mengungkapkan pendapatnya.


"Insyaallah bapak bisa sendiri Nak, kalau cuma di rumah sih bapak masih bisa berjalan dan makan sendiri!" Jawab Pak Heru.


"Baiklah besok Ibu akan coba bicara sama Pak Anwar, semoga beliau mengizinkan Nadira untuk menggantikan Bapak sementara Bapak sakit!"


Keesokan harinya seperti biasa Buk Rita dan Naufal pergi ke sekolah, Nadira di rumah menemani Pak Heru.


Nadira meminta izin kepada Pak Heru untuk membeli plastik di warung depan, dia berencana untuk membungkus keripik singkong yang dia buat kemarin, dan setelah di bungkus rapi dia akan memberikannya kepada Farhan, Reza dan Sam.


"Alhamdulillah uang dari Kak Farhan kemarin masih bersisa jadi bisa untuk membeli plastik ini!" Gumam Nadira sambil berjalan pulang ke rumahnya.

__ADS_1


Sesampainya di rumah dia bingung melihat ada mobil yang terparkir, dia penasaran mobil siapa yang datang, yang biasanya datang mobil Farhan atau mobil Reihan tapi dari warnanya itu bukan mobil Farhan ataupun mobil Reihan.


Dia melangkah dengan cepat, karna tidak enak ada tamu sedang bapaknya yang masih dalam masa pemulihan menyambut tamunya sendirian di rumah.


__ADS_2