Nadira Si Anak Guru Honorer

Nadira Si Anak Guru Honorer
Kedatangan Teman Guru


__ADS_3

Buk Rita masuk ke dalam ruang rawat Pak Heru, dimana ada Kek Suryo dan Farhan.


"Assalamualaikum" Buk Rita mengucapkan salam.


Mereka menjawab salam Buk Rita bersamaan.


"Ada Nak Farhan" Seru Buk Rita.


"Iya Buk, ini sama Kakek" Farhan memberi tahukan bahwa dia bersama Kakeknya.


Buk Rita menganggukkan kepalanya


"Terima Kasih Pak, sudah peduli dengan Nadira semalam!" Ucap Buk Rita tulus.


"alhamdulillah Buk, allah yang menggerakkan, Karna Nadira juga pada dasarnya perhatian dengan orang lain, maka orang lain juga akan membalas perhatiannya!" Jawab Kek Suryo.


Mereka mengobrol sampai terdengar adzan zuhur, lalu Farhan dan Kek Suryo pamit untuk ke masjid. "Nadira juga mau sholat ke masjid dulu yah Buk, Pak?" Nadira meminta izin untuk sholat dzuhur di masjid.


Buk Rita dan Pak Heru menganggukkan kepalanya menyetujui.


Setelah Nadira pergi, Seorang petugas rumah sakit memberikan nasi untuk Pak Heru, dengan telaten Buk Rita menyuapi Pak Heru.


"Gak sabar pingin pulang Buk, tidak enak berdiam diri seperti ini terus". Ucap Pak Heru.


"Sabar Pak, kita nikmati aja dulu, nanti juga pada waktunya kita akan pulang" Jawab Buk Rita.


Nadira datang ke sana bertepatan dengan Pak Heru yang selesai makan.


Setelah itu Nadira dan Buk Rita juga makan, sedang Pak Heru bertayammum dan melaksanakan sholat sambil duduk.


Selesai makan, Buk Rita ke masjid untuk sholat dzuhur dan Nadira menemani Pak Heru.


Saat sore tiba, merek dikejutkan dengan kedatangan Naufal dan rombongan guru serta Pak Anwar sang kepala sekolah.


Setelah mengobrol dan menanyakan keadaan Pak Heru, Pak Anwar menyerahkan amplop


"Pak ini, hasil dari sumbangan para siswa, Begitu mendengar Pak Heru di operasi Organisasi Siswa langsung bergerak cepat mengumpulkan dan sukarela untuk membantu Bapak, sebenarnya mereka juga ingin datang ke sini, cuma takutnya terlalu ramai dan mengganggu pasien yang lain, jadi kami saja yang mewakili" Jelas Pak Anwar.


"Alhamdulillah, terima kasih Pak, atas perhatian Bapak dan teman-teman semua, mohon sampaikan juga ucapan terima kasih saya kepada para siswa!" Ucap Pak Heru yang terharu dengan perhatian para siswanya.


Rombongan Pak Anwar pun pamit undur diri, saat bersalaman mereka juga menyerahkan amplop masing-masing yang lelaki bersalaman kepada Pak Heru dan yang perempuan bersalaman dengan Buk Rita.


Tinggallah Pak Heru sekeluarga di sana, suasana yang tadinya ramai menjadi sepi kembali.

__ADS_1


"Malam ini Nadira sama Bapak yah, Ibu sama Naufal pulang, besok setelah mengajar baru kami ke rumah sakit!" Buk Rita berbicara.


"Baik Buk" Jawab Nadira.


Jam 5 sore, Buk Rita dan Naufal pulang tinggallah Nadira dan Pak Heru di ruang itu.


Saat Nadira akan duduk, hpnya berbunyi, dia melihat layar ponselnya, ternyata Sarah yang menelpon melalui aplikasi hijau.


Setelah mengangkatnya, ternyata bukan hanya Sarah tapi Evi ada Evi juga, mereka melakukan panggilan grup kepada Nadira.


"Assalamualaikum Ra" Sapa Sarah dan Evi


"Waalaikum salam" Jawab Nadira, dia sangat senang bisa melihat wajah kedua sahabatnya itu.


"Nadira, liburan kamu kayaknya sangat menyenangkan, sampai gak kangen sama kita, gak pernah nelpon atau pesan!" Evi langsung nyerocos tanpa basa basi.


"Hehehe, sengaja Vi, biar kamu kangen sama aku!" Jawab Nadira sambil tersenyum.


"Ih kamu tega deh Ra!" Jawab Evi.


Sarah dan Nadira tertawa melihat Evi yang manyun.


"Kalian uda pada jalan-jalan atau masih di rumah?" Tanya Nadira.


"Aku masih di rumah aja nih, paling jalan ke mall dekat rumah aja" Jawab Sarah menceritakan kegiatannya


"Ra, kamu dimana, kayaknya itu bukan rumah kamu deh?" Tanya Sarah yang baru menyadari keberadaan Nadira yang bukan di rumahnya.


"Aku lagi di rumah sakit Sar!" Jawab Nadira jujur.


"Loh memang siap yang sakit? Tanya mereka serempak.


Nadira pun menceritakan kejadiannya sampai Pak Heru dioperasi.


"Waduh Maaf Ra, kita gak tahu, kita asyik cerita liburan sedangkan kamu lagi kena musibah".


Jawab Evi yang merasa tidak enak.


"loh kalian jangan merasa tidak enak begitu, nanti aku gak mau cerita lagi sama kalian kalau kalian merasa bersalah seperti itu" Jawab Nadira tidak enak hati.


"Bukan begitu Ra, kita ikut bersimpati yah!" Jawab Sarah.


"Iya Ra, harusnya kamu itu langsung cerita dong sama kita, walaupun kami tidak bisa membantu setidaknya kami bisa ikut mendoakan, kan sebagai besti kamu, kami jadi merasa menjadi reman yang tidak perhatian nih!" Keluh Evi.

__ADS_1


"Hehehe, enggaklah Vi, kalian tetap akan menjadi teman yang penuh perhatian sama aku, kalian lanjut aja liburannya, aku baik-baik aja kok disini, terima kasih yah buat perhatian dan simpati kalian sama aku!" Jawab Nadira.


Mereka pun mengakhiri sambungan telpon karna waktu menunjukkan akan segera maghrib.


Nadira pamit sholat maghrib kepada Pak Heru. Dia berniat sholat di masjid, karna hanya disana tempat ternyaman untuk melaksanakan sholat walau tempatnya agak jauh dari ruang rawat inap Pak Heru.


Saat berjalan ke ruang rawat Pak Heru, Nadira berpapasan dengan Farhan


"Nadira belum pulang?" tanya Farhan.


"eh Kak Farhan, Nadira gak pulang malam ini Kak, yang pulang ibu sama Naufal, karna besok harus mengajar dan sekolah, kalau Nadira kan libur, jadi Nadira yang menjaga Bapak malam ini dan besok!" Jawab Nadira sambil melanjutkan jalannya yang berbarengan dengan Farhan.


"Kamu sudah makan?" Tanya Farhan.


"Belum Kak, Nadira belum lapar, nanti mau makan di ruang rawat bapak saja!" Jawab Nadira yang berencana makan roti yang dibawa Farhan dan Kek suryo tadi siang, dia tidak mau membeli nasi karna seperti biasa dia ingin berhemat.


"Oh ya sudah, kalau begitu saya mau ke kantin dulu, mau membelikan Kakek Makan" Pamit Farhan.


"Baik Kak, Nadira juga mau langsung ke ruang Bapak, takutnya bapak belum makan nungguin Nadira.


Mereka berpisah Farhan ke kantin dan Nadira ke ruang rawat inap.


Mauk ke ruang Bapaknya sudah ada nasi yang terletak di atas lemari samping ranjang.


"Maaf Pak, Nadira lama yah!" Ucap Nadira yang melihat Pak Heru belum makan.


"Tidak apa-apa Nak, kata Ibu Masjidnya lumayan jauh dari ruangan ini, jadi wajarlah kalau lama" Jawab Pak Heru tidak marah.


"Ayo Bapak Makan, biar Nadira yang suapin!" Tawar Nadira.


Pak Heru menganggukkan kepalanya.


Dia mengambil nasinya dan mulai menyuapkannya kepada Pak Heru, dia menyuapkan sama telatennya seperti Buk Rita, setelah selesai dia mengambilkan minum dan memberikan obat yang harus diminum oleh Pak Heru.


"Terima Kasih Nak!" Ucap Pak Heru


"Sama-sam Pak" Jawab Nadira.


"Kamu Gak makan?" Tanya Pak Heru yang menyadari tidak ada Nasi di sana karna keranjangnya sudah di bawa Buk Rita pulang.


"Nanti Pak, kalau Nadira sudah lapar, Nadira akan makan roti yang di bawa oleh Kak Farhan tadi". Jawab Nadira.


Ada rasa bersalah di hati Pak Heru, niatnya menambah pekerjaan untuk memberi kemudahan kepada anak-anaknya, tetapi malah menambah kesusahan, teringat waktu Nadira menelpon Sarah dan Evi, temannya sibuk jalan-jalan, Nadira malah harus berada di rumah sakit dan menahan lapar untuk menghemat uang.

__ADS_1


"Assalamualaikum" Suara salam menyadarkan Pak Heru dari lamunannya.


__ADS_2