Nadira Si Anak Guru Honorer

Nadira Si Anak Guru Honorer
Ruang Operasi


__ADS_3

Setelah menyapa Buk Rita, Nadira memeluk Buk Rita.


"Ibu, bapak bagaimana Buk?" Tanya Nadira dengan tangisan lega karna sudah bertemu dengan ibunya.


"Bapak sedang dioperasi Nak, Naufal ibu minta ke masjid untuk sholat maghrib sekalian mendoakan Bapak, kamu juga sholat aja ke masjid, sekalian doakan Bapak juga, biar ibu sendiri yang jagain bapak disini, habis itu kita gantian ibu yang sholat!" Perintah Buk Rita.


"Assalamualaikum Buk" Farhan yang baru mendekat mengucapkan salam.


"Waalaikum salam" Jawab Buk Rita sambil melihat ke arah suara yang menyapa.


"Astaghfirullah, maaf Kak, Nadira lupa sama kakak" Nadira bicara sambil nyengir merasa malu karna sudah lupa dengan Farhan yang sudah membantunya menemukan Buk Rita.


Farhan hanya tersenyum menanggapi Nadira, dia ikut senang melihat Nadira yang sedikit merasa lega.


"Alhamdulillah Buk, tadi ketemu kakek Kak Farhan, jadi ketemu Kak Farhan dan Kak Farhan yang sudah membantu Nadira kesini, kalau tidak Nadira sudah bingung sendiri mau mencari ibu kemana!" Cerita Nadira.


"Iya Nak, tidak lama kamu pergi, bapak langsung dibawa ke ruang operasi, jadi kami langsung kesini!" Jawab Buk Rita.


"Terima kasih yah Nak Farhan!" Buk Rita mengucapkan rasa terima kasih kepada Farhan dengan penuh rasa haru.


"Sama-sama Buk!" Jawab Farhan.


"Kalian ke masjid aja untuk sholat, habis itu kita gantian!" Perintah Buk Rita.


"Begini saja, Nadira temani ibu saja, biar nanti habis sholat saya sama Naufal yang jaga bapak!" Usul Farhan.


"Loh Nak, jadi merepotkan kamu ini, nanti kamu ada urusan bagaimana, ibu gak enak!" Tolak Buk Rita, dia tidak ingin merepotkan orang lain, apalagi orang asing seperti Farhan yang baru saja mengenal mereka.


"Tidak apa-apa Buk, nanti tinggal telpon Kakek aja, Ibu jangan merasa sungkan yah!" Farhan menjawab.


"Baiklah kalau begitu, Terima kasih yah Nak!" Buk Rita lagi-lagi mengucapkan terima kasihnya kepada Farhan.

__ADS_1


"Nadira kamu bawa hp kan?" Tanya Farhan.


"Iya Kak!" Jawab Nadira.


"Nanti kalau ada apa-apa, atau Bapak sudah dipindahkan ruangannya, kamu telpon aja ke nomor Kak Farhan, biar nanti Aku sama Naufal langsung ke ruang itu!" Farhan memberi tahu alasannya menanyakan hp Nadira.


"Baik Kak!" Jawab Nadira singkat.


Farhan menyerahkan keranjang yang tadi dibawanya kepada Nadira, lalu dia segera beranjak ke masjid.


Nadira melihat punggung Farhan yang berjalan menjauh, ada rasa yang tak pernah dia rasakan sebelumnya, dia merasa kagum, senang dan bahagia bisa merasakan perhatian Farhan seperti itu.


"Nadira, kamu bawa apa ini Nak?" Pertanyaan Buk Rita membangunkan Nadira dari lamunannya.


"Oh, itu nasi sama luk Buk, tadi Nadira sempatin masak untuk makan malam kita, karna kalau beli lagi bisa boros Buk!" Jawab Nadira.


"Masyaallah Nak, terima kasih yah!" Buk Rita sangat bahagia dan bersyukur memiliki Nadira yang begitu perhatian dan sigap.


"Sama-sama Buk!" Jawab Nadira sambil tersenyum.


"Buk, kira -kira masih lama gak yah Bapak di dalam?, semoga Allah memberi kesembuhan kepada Bapak yah Buk!" Nadira mengungkapkan kekhawatirannya kepada Buk Rita.


"Aamiin, kita banyak berdoa saja yah Nak, ini adalah salah satu ikhtiar kita sebagai hambaNya, kesembuhan tergantung kepada Allah, makanya kita jangan putus berdo'a" Jawab Buk Rita.


"Buk, ini, tabungan yang tadi ibu minta Nadira ambil!" Nadira menyerahkan bungkusan berisi uang yang tadi dia ambil di rumah.


Buk Rita mengambilnya dan langsung menyimpannya ke dalam tasnya, sengaja Buk Rita simpan dulu karna disana banyak orang lalu lalang, walaupun jumlahnya sedikit dia tidak mau mengundang orang lain untuk berbuat jahat, karna orang yang tidak punya niat jahat, bisa timbul niat jika ada kesempatan, jadi lebih baik dia menyimpannya dulu, jika sudah agak sepi dia baru akan menghitungnya.


Uang itu adalah uang tabungan yang Buk Rita simpan setelah beberapa kali Buk Rita dan Pak Heru bekerja di pasar, Buk Rita tidak pernah menghitungnya, dia hanya memasukkan sisa uang belanja mereka perminggu, jadi dia tidak tahu ada berapa jumlah pasti uangnya.


Mereka pun duduk dalam diam, dengan terus melantunkan do'a untuk Pak Heru di dalam hati mereka masing-masing.

__ADS_1


Sedang di masjid, Farhan yang baru tiba langsung menuju ke area wudhu dan segera mengambil wudhu.


Saat masuk Farhan mengedarkan pandangannya mencari keberadaaan Naufal, dia melihat Naufal sedang duduk berdo'a dengan khusyu' di sudut masjid, dia tidak ingin mengganggu Naufal dan membiarkan dia menyelesaikan do'anya.


Farhan mengedarkan pandangannya lagi mencari kakeknya, setelah menemukannya Farhan mendekat Kakeknya, sebelum duduk tidak lupa dia melaksanakan sholat tahiyyatul masjid dua rakaat, setelah itu dia baru duduk.


"Bagaimana gadis itu, apa sudah bertemu keluarganya?" Tanya Kakek Farhan.


"Sudah Kek, Bapaknya sedang di operasi, jadi tadi langsung Farhan antar ke ruang operasi saja!"


"Terus kamu tungguin sampai ketemu keluarganya, atau kamu tinggal aja?" Kakek Farhan terus menanyainya.


"Gak cuma Farhan tungguin Kek, Farhan menyapa ibunya juga tadi!, kalau adiknya itu yang lagi khusyu berdo'a di sudut" Jawab Farhan sambil menunjuk ke arah Naufal.


Kakek Farhan pun menoleh ke arah Naufal.


"Jadi, apakah operasinya sudah selesai? Tanya Kakek Farhan.


"Belum Kek, tadi Farhan janji untuk menemani adiknya menjaga Bapaknya di ruang operasi sementara Nadira dan Ibunya sholat, Kakek gak apa-apa kan kalau Farhan menemani mereka dulu!" Farhan memberi tahu Kakeknya tentang rencananya.


"Yah gak apa-apa Han, sebentar lagi kan jam besuk, Kakek mau menemani nenek kamu aja di kamar, paling sebentar lagi adikmu sama ibumu kesini bawa makanan!" Kakek Farhan memberi izin, dia juga senang karna Farhan mempunyai rasi simpati kepada orang lain dan berniat membantu.


Tidak lama adzan maghrib berkumandang, mereka melaksanakan sholat berjamaah, termasuk Naufal yang radi di sudut ikut shaf atau barisan jamaah terdepan.


Selesai sholat, Farhan mendekati Naufal.


"Naufal!" Panggil Farhan.


Naufal menoleh "Iya, kak......, aduh Kak maaf aku lupa namanya, kakak ini yang waktu ke rumah menjenguk Kak Dira kan?" Seru Naufal yang merasa tidak enak karna lupa namanya.


"Kak Farhan". Jawab Farhan.

__ADS_1


"Ih iya Kak Farhan, Maaf Kak, saya lagi buru-buru, jadi saya harus segera pergi!" Pamit Naufal yang ingin segera menemui Buk Rita, dia takut Buk Rita masih sendirian karna Nadira belum datang.


"Tunggu Naufal, kita bareng, tadi saya bareng sama Nadira, jadi sekarang saya akan kesana lagi untuk menemani kamu menjaga bapak, selagi Buk Rita dan Nadira sholat!" Jelas Farhan.


__ADS_2