Nadira Si Anak Guru Honorer

Nadira Si Anak Guru Honorer
Perhatian Farhan


__ADS_3

Setelah sadar dari pingsannya, Farhan mengajak Nadira ke dokter tapi dia menolak.


"Beneran Nadira tidak mau ke dokter?" Tanya Reza memastikan.


"Iya Kak, gak apa-apa". Jawab Nadira.


"Kamu sudah makan Ra?" Tanya Sarah mengalihkan pembicaraan tentang dokter.


"Belum Sar, belum nafsu makan". Jawab Nadira. Sebenarnya dia lapar tapi karna tadi Buk Rita masak bubur, jadi dia tidak nafsu untuk makan.


"Ya ampun Ra, gimana mau cepat sembuh kalau makan aja gak mau, aku bantu ambil yah, terus kamu makan!" Ucap Sarah.


Nadira hanya mengangguk, sebenarnya dia tidak ingin merepotkan orang lain, tapi bagaimana lagi dia memang tidak mampu lagi bergerak, karna setiap berjalan kepalanya rasa bergoyang-goyang.


Nadira sebenarnya menunggu Buk Rita pulang, untuk minta dihangatkan buburnya agar terasa enak, karna makan bubur dingin rasanya kurang enak di lidah Nadira.


Tapi karna Sarah yang mengambilkan dia tidak enak untuk menolak dan tidak enak untuk banyak permintaan, jadi mencoba saja untuk memakannya.


"Aku bantu suapin yah!" Tawar Sarah.


"Gak usah Sar, biar aku makan sendiri!" Jawab Nadira.


Sementara Nadira makan, Farhan izin keluar sebentar, tapi dia tidak berkata mau kemana dia hanya meminta izin untuk keluar sebentar.


Selesai Nadira makan, Farhan juga kembali ke Rumah Nadira dengan membawa Setengah lusin susu beru*ng.


"Nih Ra diminum, untuk menambah tekanan darah, biar kepalamu sedikit mendingan kalau rekanan darahnya sudah normal". Ucap Farhan sambil menyerahkan susu beruang kepada Nadira.


"Ya Allah Kak Farhan, jadi merepotkan akunya, aku tidak punya apa-apa untuk membalas kebaikan kakak!" Ucap Nadira sendu.


"Gak usah banyak pikiran Nadira, kamu balas aja dengan cepat sembuh". Jawab Farhan.


"Ehem... Ehem...." Sam berdehem melihat tingkah Fathan yang begitu memperhatikan Nadira, tapi yang lain tidak begitu peka karna mereka masih fokus pada Nadira.


"Sini Ra, aku bantu buka, kamu langsung minum yah, Biar kak Farhan merasa bahwa usahanya dihargai?" Tawar Evi yang sudah memegang sekaleng susu beru*ang dan sudah dibukanya.


Melihat perhatian dari mereka, Nadira merasa terharu, dan dia tidak banyak protes, setiap perintah dari mereka langsung diiyakan oleh Nadira walaupun dia tidak menyukainya, karna dia tidak ingin mengecewakan orang-orang yang sudah memperhatikannya.

__ADS_1


"Ra, kamu kalau mau istirahat, istirahat saja, biar aku Sama Evi jagain kamu sampai Ibu dan Bapak pulang dari sekolah!" Ujar Sarah yang mengkhawatirkan Nadira.


"Kak Farhan, Kak Reza dan Kak Sam, maaf Kak, bukan mengusir, tapi kalau kakak-kakak masih ada pekerjaan gak apa-apa kalau mau pulang duluan, biar nanti kami naik angkot aja!" Tawar Sarah kepada Farhan, Reza dan Sam.


"Gak apa-apa Sarah, kita tadi pergi bareng, pulangnya juga bareng, kami juga tidak ada kegiatan setelah ini, kalau Nadira tidak enak sama kami, kami tunggu di luar aja!" Jawab Farhan.


Sebenarnya Sam ingin protes karna dia ingin segera pulang dan tidur siang, tapi dia merasa tidak enak untuk menyela Farhan.


"Yah, Kalau begitu terserah kakak-kakak saja" Jawab Sarah.


"Kami tunggu di luar saja dulu yah!" Farhan pamit kepada Sarah, Evi dan Nadira sambil mengajak Reza dan Sam keluar.


Setelah Para lelaki keluar, Evi langsung merebahkan badannya di atas bantal di samping Nadira.


"Aku numpang rebahan yah Ra?" Evi meminta izin kepada Nadira.


"Rebahan aja Vi, makasih yah uda Mau menemani aku disini, anggap saja rumah sendiri Vi!" Jawab Nadira.


"Kamu mau rebahan Ra?, Mau aku bantu?" Tanya Sarah yang melihat Nadira berusaha untuk merebahkan badannya.


Tidak berapa lama mereka bertiga tertidur di tempat Nadira beristirahat.


Sedangkan di luar, Sam mengomel,


"Aduh Han, tau begini kita pulang aja, kita mau kemana coba?, teras nya kecil banget mana muat kita duduk disana bertiga, duduk sendirian aja susah, mana panas lagi, kita kayak gelandangan aja gak punya tempat berteduh!".


"Udah deh Sam, baru juga gak ada tempat berteduh uda mengomel kayak emak-emak, Gak malu sama Evi, kalau dia tahu bisa habis kamu di ejek!" Cetus Reza yang mendengar Sam mengomel seperti perempuan.


Sementara Farhan, dia terus melihat ke sekelilingnya, mungkin ada tempat yang bisa mereka gunakan untuk berteduh.


Dan benar saja, di sudut tanah rumah Nadira namun agak ke belakang, ada sebuah pohon mangga yang tidak terlalu besar, namun bisa digunakan untuk berteduh.


"Kita kesana!" Ajak Farhan menunjuk ke arah pohon mangga.


Mereka mengikuti langkah Farhan ke arah belakang, di bawah pohon mangga.


Memang di sana agak teduh karna ada banyak pohon disana walaupun cuma singkong tapi lumayan menghalau panas.

__ADS_1


Saat sampai di bawah pohon mangga, Sam kembali mengomel


"Ya ampun Han, gimana kita mau duduk, gak ada kursi, masa kita harus duduk di tanah, gak mau ah aku!" Protes Sam.


"Ya ela nih anak, kayak cewek aja, cari apa gitu untuk lapisan!" Jawab Reza.


"Apa dong?" Tanya Sam.


"Yah Cari!" Jawab Reza.


"Mencari itu pakai mata bukan pakai mulut biar ketemu!" Farhan berkata dengan tegas mendengar perdebatan Reza dan Sam.


Mendengar ucapan Farhan yang tegas mereka terdiam dan mulai melihat-lihat ke sekelilingnya barangkali ada sesuatu yang bisa dijadikan alas untuk duduk.


Tidak jauh dari pintu belakang rumah Nadira, ada seonggok kardus yang dikumpulkan Pak Heru untuk dijual, Farhan lalu mengambil tiga buah kardus dan membagikannya kepada Reza dan Sam satu satu dan untuk dirinya satu.


"Nih pakai sebagai alas!" Perintah Farhan.


Mereka meletakkannya di atas tanah dan duduk di atas kardus yang sudah diletakkan di atas tanah, mereka melepas alas kaki yang mereka pakai.


"Wah enak juga yah duduk di bawah pohon seperti ini, apalagi jika sambil minum es kelapa muda dan nyemil sesuatu!" Seru Sam yang baru pertama kali merasakan duduk di bawah pohon mangga, di tambah ada angin sepoi-sepo yang berhembus, menambah kenyamanan siang itu.


"Tadi aja nyerocos ingin pulang, sekarang aja sudah enak, langsung tertidur!" Ucap Reza yang melihat Sam sudah memejamkan matanya sambil menyandarkan tubuhnya ke batang pohon mangga.


"Za, heandphonemu kemarin ada?" Tanya Farhan.


"Ada Han, ini!" Reza mengeluarkan Handphonenya dari saku celananya".


"Tapi uda gak ada lagi kotaknya!" Ucap Reza.


"Yah gak apa-apa, kan yang kita butuhkan handphonenya bukan kotaknya" Sahut Farhan.


"ini sudah kamu cas?" Tanya Farhan.


"Sudah Han, sudah sampai penuh, tinggal dihidupkan saja!" Jawab Reza.


Farhan langsung memasukkan kartu perdana yang sudah dibelinya kemarin, lalu menghidupkan handponnya.

__ADS_1


__ADS_2