
"Lena aku mau ke toilet sebentar ya, kamu tunggu di sini jangan kemana mana tanpa aku!" ucap Calvin sembari memberikan keranjang belanjaannya pada Lena.
"Oke, tapi jangan hilang lagi aku capek nyarinya" ucap Lena dengan tatapan memperingati.
"Iya tidak akan, kamu juga ingat jangan pergi kemanapun sebelum aku kembali" ucap Calvin yang di barengin dengan usapan lembut di kepala Lena dan setelah itu dia langsung pergi.
"Apaan coba kayak gitu! emangnya gue anak kecil apa yang harus nunggu ibunya kembali, dia aja udah dua kali pergi engga bilang bilang dulu" ucap Lena dengan suara pelannya.
Lima belas menit berlalu, tapi Calvin juga belum kembali menemui Lena. Bahkan dia juga sudah merasakan pegal di kakinya, karena hanya berdiri saja seperti pajangan.
"Mana sih nih orang? ketiduran kali ya di dalam toilet? dari tadi di tungguin engga balik balik juga, bikin kesel aja!" ucap Lena sembari celangak celinguk memperhatikan arah Calvin pergi tadi.
Karena Lena sudah bosan menunggu dan merasa tidak nyaman di lihatin oleh orang orang yang berbelanja ikan di sana, akhirnya Lena memutuskan untuk melihat lihat ke tempat lainnya tanpa perduli dengan perkataan Calvin lagi.
Tidak lama setelah Lena pergi dari tempat menunggunya, Calvin kembali dan mencari keberadaan Lena. Bahkan dia sempat berpikir apa mungkin dia salah tempat makanya Lena tidak ada di sana? akhirnya Calvin m menghampiri penjaga ikan di sana untuk sekedar bertanya.
"Permisi pak, saya mau bertanya apa bapak lihat perempuan yang tingginya sebahu saya terus rambutnya di ikat satu. Yang tadi bersama saya di sini pak, apa bapak tau dia kemana?" ucap Calvin dengan menjelaskan ciri ciri Lena.
"Iya saya lihat mas, tadi saya lihat mbaknya pergi ke arah sana. Tapi untuk kemananya lagi saya kurang tau mas" ucap bapak itu dengan menunjuk ke arah tempat buah buahan.
"Kalau begitu terima kasih banyak ya, saya permisi" ucap Calvin dengan memberikan senyumannya dan langsung pergi untuk mencari Lena.
Sudah dua kali Calvin bolak balik di tempat yang sama, tapi sampai sekarang batang hidung Lena pun belum terlihat olehnya. Calvin ingin sekali menggunakan kekuatannya untuk mencari Lena, tapi di sini terlalu banyak orang dan juga dia tidak akan bisa berubah menjadi manusia lagi dalam waktu sehari.
Calvin akhirnya mencoba mencari ke tempat lain tanpa kekuatannya dan tanpa sengaja melihat Lena yang sedang memunguti belanjaannya yang berhamburan. Calvin senang akhirnya Lena bisa dia temukan, walaupun dengan nafasnya yang sudah tersenggal senggal karena terus berlarian ke sana kemari.
__ADS_1
"Hah...hah...hah akhirnya aku bisa nemuin kamu juga Lena" ucap Calvin dengan membungkukkan badannya dan menopangkan tangannya di atas lututnya.
"Kamu kenapa ngos ngosan kayak gitu?" ucap Lena yang langsung berbalik ke arah Calvin dan memberikan tatapan bingungnya.
"Kamu masih tanya aku kenapa! tadi aku bilang apa sama kamu Lena?" ucap Calvin yang sambil mengatur nafasnya.
"Tunggu kamu balik ke tempat tadi kan?" ucap Lena sembari merapihkan belanjaannya ke dalam keranjang.
"Kenapa kamu tidak tunggu? dan ini juga ada apa? kenapa belanjaannya berjatuhan begini?" ucap Calvin yang langsung berjongkok untuk membantu Lena.
"Tadi aku engga lihat tali sepatu ku lepas dan ke injak aku sendiri, akhirnya aku jatuh dan semua belanjaannya juga ikutan jatuh" ucap Lena tanpa melihat ke arah Calvin.
Dari sebelum ada Calvin, Lena memang selalu ceroboh dan dia juga pernah hampir di pecat karena menghilangkan laptop yang isinya berkas rahasia perusahaan. Tapi untungnya ada orang baik yang mengembalikan laptop itu, karena ada kartu kepegawaian Lena di atas laptopnya.
"Apa ada yang sakit?" ucap Calvin yang menatap Lena dengan tatapan cemas.
"Engga ada, udah cepetan bantu aku beresin belanjaannya takut ada orang mau lewat nanti!" ucap Lena sambil fokus mengambil belanjaannya di lantai, tanpa melihat ke arah ke Calvin.
"Baguslah, walaupun Lena terjatuh tapi setidaknya dia masih tetap di sini dan ayah tidak meminta seseorang untuk membawanya pergi" ucap Calvin dalam hatinya.
"Lena..." ucap Calvin dengan wajah yang sedikit kecewa.
"Apa lagi?" ucap Lena sambil menghela nafasnya.
"Kamu beneran tidak membeli ikannya?" ucap Calvin sambil mencari ikan di belanjaan Lena.
__ADS_1
Dari sekian banyak belanjaan Lena, tapi tidak ada satupun ikan yang dibelinya. Melainkan hanya ada buah, sayuran, dan cemilan untuk dirinya saja. Bukannya Lena tidak mau membelikan Calvin ikan, tapi dia bingung ikan apa yang di inginkan Calvin.
"Ya udah, sekarang kamu boleh pilih ikan yang kamu mau sepuasnya deh. Gimana?" ucap Lena sambil berdiri dan mengulurkan tangannya di depan Calvin.
"Benar boleh" ucap Calvin yang langsung mendongakkan kepalanya dan hanya di jawab dengan anggukan kepala oleh Lena.
Mereka akhirnya mau tidak mau harus kembali ke tempat ikan lagi untuk memenuhi keinginan Calvin, saat di tempat ikan Calvin kembali antusias memilih ikan yang bagus dan rasa dagingnya juga enak.
Pertama kalinya Lena melihat Calvin yang seperti anak kecil yang sedang memilih barang kesukaannya, karena terlalu sering melihat Calvin yang terlihat kejam Lena sampai tidak menyadari kalau Calvin juga punya sisi imut seperti ini. Entah setelah ini sisi mana lagi yang bisa Lena lihat dari Calvin, dirinya semakin penasaran dengan kucing manusianya itu.
"Lena, aku boleh ambil ikan ini?" ucap Calvin sembari menggenggam dua ekor ikan di telapak tangannya.
"Boleh, tapi itu di kasih plastik dulu terus di timbang jangan di bawa begitu!" ucap Lena yang langsung mengambil plastik dan memilih ikannya.
Belum selesai Lena menimbang ikan yang di inginkan Calvin, tapi orangnya sudah pergi ke tempat ikan lainnya dengan membawa plastik yang di tunjukan Lena tadi.
"Calvin udah yuk kita bayar terus pulang! aku udah capek banget" ucap Lena sambil berjalan mendekati Calvin.
"Oke ayo, tapi kita beli ikan ini juga ya" ucap Calvin dengan menunjukkan ikan yang lumayan besar dan masih hidup.
Lena di buat terkejut dengan kelakuan Calvin, pasalnya dia langsung mengambil ikan yang hidup dari dalam aquarium dan tanpa basa basi lagi Lena meminta Calvin untuk mengembalikan ikan itu, beruntung Calvin mau menurutinya kalau tidak engga tau lagi apa yang harus dilakukan Lena.
Tidak mau Calvin berbuat aneh aneh lagi dan memancing perhatian orang, Lena langsung membayar belanjaannya dan membawa Calvin pulang ke rumah.
Baru banget mereka sampai di rumah dan bahkan Lena baru ingin duduk di sofa, tapi tiba tiba ponsel Lena berdering dan terpaksa dia mengurungkan niatnya untuk duduk karena harus mengangkat panggilan telfon dari seseorang.
__ADS_1