
Mereka masih belum juga berkumpul kembali di tempat yang Calvin sudah tentukan, mereka masih menikmati wahana permainan masing-masing. Perjalanan kali ini terlihat kalau mereka seperti sedang kencan bersama karena semuanya berpasangan, walaupun Kia dan Lita belum bisa di pastikan apa mereka benar sudah jadian dengan Dion dan Lion atau belum.
Baru kali ini Lion benar-benar sudah bosan berada di sana, karena di saat yang lain sudah mencoba banyak wahana permainan lainnya. Lion malah masih menaiki bianglala untuk kedua kalinya bersama dengan Kia, bahkan sepertinya Lion belum bisa pindah karena Kia terus memintanya menemani menaiki bianglalanya.
Lion sudah beberapa kali mengajak Kia untuk mencoba wahana permainan lainnya, tapi Kia tetap tidak mau dan malah mengatakan kalau dirinya sudah bosan dengan wahana itu baru dia akan pindah. Ada perasaan dalam hati Lion ingin meninggalkan Kia sendiri, tapi Calvin menitipkan Kia padanya.
"Lion, naik sekali lagi yuk....."
Kia menggandeng lengan tangan Lion dan menariknya untuk mengajak menaiki bianglala lagi, tapi Lion tidak bergerak sedikitpun dari tempatnya berdiri setelah turun dari bianglala.
"Engga! Kita udah dua kali naik itu Ki"
"Yaelah, sekali lagi aja Li"
"Tadi lu juga bilang sekali lagi, tapi sekarang buktinya apa? Lu minta naik wahana itu lagi kan"
"Kali ini beneran yang terakhir deh, mau ya ya ya" Kia memberikan satu jarinya sembari tetap menggandeng lengan Lion dan memberikan tatapan memohon.
"Gue bilang engga ya engga! Gue bosan naik wahana yang sama terus, jadi lu kalau mau naik ya naik aja yang sendirian! gue engga mau naik wahana yang lainnya juga" Lion tidak sengaja meninggikan nada bicaranya.
"Eum... Ya udah deh, gue naik sendiri aja" Kia melepaskan tangannya dari Lion dan berjalan untuk mengantri menaiki bianglala lagi.
Lion yang tadinya sudah ingin pergi dari tempat itu langsung mengurungkan niatnya, karena melihat Kia yang sedang di ganggu pria yang sedikit menyeramkan. Melihat pria itu tidak mau melepaskan tangan Kia, Lion langsung menghampiri mereka dan menarik tangan Kia dari pria itu.
"Siapa lu berani-beraninya ganggu pacar gue" Lion langsung menarik Kia untuk bersembunyi di belakangnya.
"Kenapa emangnya? Lu engga senang? Lagian tadi cewek lu aja yang kegatelan sama gue, ya kan manis?" pria itu tersenyum miring sembari melihat Kia yang mengintip dari balik badan Lion.
"Lu jangan asal bicara! Pacar gue engga pernah ngelakuin hal menjijikan kayak gitu, jadi gue peringatkan jangan sekali-kali lu berani ganggu dia lagi. Paham?" Lion menatap tajam ke arah pria itu sembari menggenggam tangan Kia yang memegang baju Lion dengan erat.
__ADS_1
"Kalau gue engga mau, lu mau apa?"
Pria itu berjalan maju untuk mendekati Lion dan langsung melayangkan tangannya memukul pipi Lion, untung saja Lion bisa menepis pukulan itu dan langsung membalas menyerang setelah melepaskan tangannya Kia dari bajunya.
Lion terus-menerus memukuli pria itu walaupun Kia sudah meminta untuk berhenti, tapi karena dirinya sudah terlalu kesal makanya Lion tidak bisa mengontrol emosinya lagi. Kia benar-benar sudah panik takut orang itu kenapa-kenapa, karena Lion belum mau berhenti memukuli orang itu.
Calvin dan Lena yang berniat untuk menaiki wahana bianglala juga malah melihat Lion sedang berkelahi dengan pria yang Calvin tidak mengenalnya, karena tidak mau Lion semakin terkena masalah Calvin langsung membawa Lena menghampiri Lion untuk memisahkannya dari pria itu.
"Lion cukup! Hentikan semuanya" Calvin terpaksa menggunakan kekuatan matanya saat Lion menatapnya sekilas, karena dari tadi Calvin juga tidak bisa menghentikan Lion.
Setelah Lion melepaskan pria itu Calvin langsung meminta pria itu untuk segera pergi dari sana sebelum Lion kembali memukulinya lagi, karena sudah ketakutan pria itu langsung melarikan dirinya.
"Kita juga harus segera pergi dari sini sebelum orang itu melaporkan kejadian ini"
Calvin langsung membawa Lion yang masih dalam pengaruhnya untuk pergi dari tempat itu bersama Lena dan Kia. Sedangkan untuk Dion dan Lita akan Calvin kabarkan setelah mereka berada di tempat yang aman.
...****************...
"Sebenarnya tadi kalian berdua ada masalah apa sama orang itu?" Lena melihat ke arah Kia dan Lion bergantian.
Kia yang melihat Lion masih mencoba menenangkan dirinya, memutuskan untuk mengambil alih menceritakan semua kejadian tadi pada Lena dan juga yang lainnya.
Calvin sekarang tau permasalahan yang terjadi dan dia tidak memarahi Lion, karena Lion berusaha melindungi Kia sesuai perintahnya. Tapi masih ada yang Calvin bingung mengenai perubahan yang terjadi pada Lion, yaitu matanya yang tiba-tiba berubah.
"Apa jangan-jangan Kia.... Ah! Tidak mungkin pasti itu hanya kebetulan saja" Calvin berbicara dalam hati sembari menggelengkan pelan kepalanya.
"Ya udah, berhubung Lion juga masih butuh meredakan emosinya. Untuk sementara kita di sini dulu sekalian makan siang, nanti baru kita lanjutkan lagi jalan-jalannya" semuanya langsung setuju dengan perkataan Calvin dan mereka langsung memesan makanan.
"Eum, Lion boleh bicara sebentar? Berdua saja"
__ADS_1
"Boleh" Lion bangun dari duduknya dan berjalan lebih dulu untuk menjauh dari yang lainnya.
"Jadi lu mau bicara tentang apa?"
Lion berdiri di depan Kia sembari melipat kedua tangannya di depan dadanya, sedangkan Kia memainkan jarinya sembari menundukkan kepalanya.
"Sebelumnya gue minta maaf sama lu, gara-gara gue lu jadi terlibat perkelahian tadi dan gue juga mau ngucapin terima kasih karena lu udah bantu gue"
"Iya engga masalah itu udah tugas gue dari tuan Calvin"
"Oke kalau gitu"
"Lu ajak gue bicara cuma mau bilang itu aja?" Kia langsung menggelengkan kepalanya.
"Terus apa lagi yang mau lu bilang?"
"Eum... I-itu Gu-gue suka sama lu, mau engga lu jadi pacar gue?"
Kia melirik ke arah Lion yang hanya diam sembari melihatnya. Selama beberapa detik mereka hanya saling diam dan tidak ada satupun yang memulai pembicaraan, sampai akhirnya Lion menghela nafasnya dan memulai kembali pembicaraan antara mereka berdua.
"Bukannya lu sukanya sama abang gue ya? Terus kenapa jadi tiba-tiba nembak gue? Mana lu duluan lagi yang nyatain perasaan"
"Engga kok, siapa bilang gue suka abang lu? Orang sebenernya yang gue suka itu lu" Kia menjawab sembari menggelengkan pelan kepalanya.
"Masa? Tapi waktu awal kita bertemu di rumah non Lena, lu terus melihat ke abang gue. Apa jangan-jangan lu jadi suka gue, karena tadi gue nolongin lu ya?"
Kia memutar bola matanya malas dan langsung memukul lengan Lion saat mendengar perkataannya, dia benar-benar kesal dengan mulut Lion yang berbicara tanpa di saring lebih dahulu.
"Ish! Ya enggalah, gue suka sama lu udah lama. Jadi gimana lu mau jadi pacar gue?"
__ADS_1
"Lihat nanti aja deh, gue sekarang udah lapar mau makan dulu"
Lion langsung pergi begitu saja meninggalkan Kia sembari menahan senyumnya, sebenarnya Lion juga suka sama Kia tapi dia mau mengerjai Kia dulu baru nanti dia bakalan jawab.