Pacar Tampanku Siluman Kucing

Pacar Tampanku Siluman Kucing
Penolakan Lena


__ADS_3

Hari ini mereka sudah mulai bekerja lagi, tapi kali ini hanya Lena dan Kia saja yang berangkat dan datang ke kantor. Sedangkan Calvin yang saat ini mendapatkan pekerjaan dari dunia siluman, akhirnya terpaksa meminta izin kepada pak Satya untuk tidak masuk bekerja dulu dan akan menyelesaikan pekerjaannya setelah dirinya kembali.


Walaupun sekarang Calvin tidak ada di samping Lena, tapi dia tidak meninggalkan Lena begitu saja. Calvin sudah menitipkan Lena pada Kia dan dia juga memerintahkan Lion untuk menjaga dan mengawasi Lena sampai dirinya kembali, karena Calvin tidak mau kalau sampai Lena berdekatan lagi dengan Andre.


Lion hanya bisa mengawasi Lena saat berada di luar, sedangkan untuk di dalam kantor dirinya sudah meminta Kia untuk menjauhkan Lena dari Andre. Kia langsung mengiyakan permintaan Lion, karena Lion memberikan alasan kalau Andre adalah orang yang mengincar Calvin untuk mencelakainya menggunakan Lena.


Lion sesekali menggunakan kekuatannya untuk mengecek keberadaan Lena dan selama Lena masih ada di dalam kantornya Lion masih bisa sedikit bersantai, sembari memakan roti yang tadi diberikan Kia untuknya.


"Ki... Gue mau bikin kopi nih, lu mau juga gak?" Lena berdiri di belakang Kia.


"Boleh Len, gue pakein es ya" Kia menoleh ke belakang dan tersenyum pada Lena.


"Oke, siap nyonya Lion" Lena tertawa dan begitu juga dengan Kia.


Saat Lena sedang fokus membuat kopi, Andre masuk ke dalam pantri. Awalnya Andre hanya mengajak Lena mengobrol seperti biasa, tapi lama-kelamaan Andre mendekati Lena dan mulai memasang wajah seriusnya.


"Lena, boleh bicara sebentar?"


"Silahkan saja! Kamu mau bicara apa memangnya?" Lena masih sibuk memasukkan es batu ke dalam kopi Kia.


"Gimana kalau kita bicaranya di rooftop saja?"


"Memangnya kenapa kalau berbicara di sini?" Lena menatap Andre sembari mengangkat satu alisnya.


"Supaya lebih nyaman saja, takutnya akan ada orang yang akan datang lagi ke sini. Jadi gimana kalau kita bicara di rooftop saja?"


Lena awalnya sedikit ragu untuk menerima tawaran Andre, karena Calvin sudah benar-benar melarangnya untuk berdekatan atau berbicara lagi dengan Andre. Tapi Andre terus memaksa Lena dan dia juga bilang kalau yang akan dirinya katakan berkaitan dengan Calvin, akhirnya Lena mau berbicara sebentar dengan Andre.

__ADS_1


"Lu duluan aja ke sana, soalnya gue mau anterin kopi Kia dulu ya sebentar"


Tangan Lena yang baru saja ingin mengambil kopi Kia langsung di genggam oleh Andre, dan Andre langsung membawa Lena menggunakan kekuatan teleportasi yang dirinya miliki agar tidak ada yang mengetahui kalau Lena pergi bersamanya.


Saat sampai di rooftop Lena langsung melepaskan tangannya dari Andre dan memarahinya, karena Andre sudah membawanya begitu saja padahal dirinya ingin Kia memberitahu Calvin ataupun Lion tentang Andre.


Andre tidak menjawab apapun perkataan Lena dan malah terus berjalan untuk mendekati Lena sembari tersenyum miring, Lena yang ketakutan langsung berjalan mundur sampai akhirnya dia menabrak dinding.


"Sekarang udah engga ada lagi yang bisa ganggu kita lagi, termasuk Lion"


"Mau lu apa sebenarnya? Kenapa lu ngelakuin ini ke gue?" Lena mencoba mendorong badan Andre untuk menjauh darinya.


"Gue ngelakuin ini, karena gue mau lu jadi pacar gue" Andre mundur satu langkah dan langsung melipat tangannya di depan dadanya.


"Dih! Apaan sih lu, gue tuh udah pacaran sama Calvin"


"Apa maksud lu? Emangnya apa yang di lakukan Calvin sama lu?"


Andre langsung mengarang cerita untuk membuat Calvin terlihat buruk di mata Lena, bahkan dia membalik semua cerita yang pernah Calvin katakan pada Lena. Tapi untungnya Lena lebih mempercayai cerita yang Calvin katakan, karena Dion juga membenarkan cerita Calvin.


Lena sudah benar-benar bosan mendengar karangan cerita yang Andre buat itu, Akhirnya saat Andre lengah Lena mencoba untuk kabur. Sayangnya hal itu di ketahui oleh Andre, membuat Andre langsung menahan Lena dengan kekuatannya.


"Lepasin gue ndre! Kalau Calvin tau lu lakuin ini sama gue, pasti dia akan marah dan cari lu"


"Hahaha..... Memang itu yang gue tunggu Len, karena gue ingin dia menyusul pacar gue yang udah dia bunuh itu"


"Jadi yang Calvin ceritakan ke gue memang benar?"

__ADS_1


"Gue engga tau yang Calvin ceritakan ke lu tuh apa, tapi yang pasti cerita gue tadi itu hanya buatan agar lu pergi ninggalin Calvin. Sayangnya lu engga percaya, jadi hanya tinggal ini cara gue satu-satunya untuk membuat Calvin merasakan hal yang sama"


"Jangan mimpi! Gue engga akan biarkan Calvin merasakan apa yang lu rasakan"


"Kita lihat saja nanti apa yang akan terjadi" Andre mengeratkan cengkramannya dan langsung membuat Lena pingsan, karena Lena terus memberontak membuatnya susah untuk membawanya.


Setelah Andre berhasil membuat Lena pingsan, dirinya langsung membawa Lena ke tempat persembunyian yang sudah Andre siapkan sebelum melakukan rencana itu pada Lena.


...****************...


Di tempat lain Kia masih menunggu es kopi yang tadi dirinya pesan ke Lena, Kia merasa kalau ada yang tidak beres terjadi pada Lena. Pasalnya sudah hampir jam makan siang Lena belum juga kembali ke mejanya.


"Kira-kira tuh anak kemana ya? Kenapa engga bikin kopi aja sampai dua jam" Kia bermonolog sendiri sembari melihat ke arah kursi Lena.


Kia yang merasa khawatir pada Lena akhirnya memutuskan untuk menyusulnya ke pantry sekalian dirinya ingin menanyakan pada Lena mau pesan makanan apa, karena Kia ingin memesannya di ojek online.


Saat Kia sampai di pantry dirinya tidak menemukan ada Lena di sana melainkan hanya ada kopi panas yang sudah dingin dan juga es kopi dengan es batunya yang sudah mencair.


Mata Kia langsung mengitari ke sekeliling sudut pantry, tapi Lena tetap tidak ada di sana. Akhirnya Kia memutuskan untuk mencari Lena ke tempat lain, Kia akan coba mencari Lena di dalam tempat yang berada di kantor dan termasuk ke toilet.


"Lena kemana sih? Udah di cari ke sana sini engga ada juga" Kia bermonolog sendiri sembari berdiri di depan pintu toilet.


"Apa jangan-jangan Lena...."


Kia tidak melanjutkan perkataannya dan langsung berlari untuk memberitahu Lion tentang hilangannya Lena, tapi sayangnya saat Kia sudah menekan tombol lift. Dia malah di panggil pak Satya untuk ikut ke ruangannya, jadi Kia terpaksa ikut bersama pak Satya ke ruangannya.


Lion yang masih berada di tempatnya mencoba melihat posisi Lena kembali, tapi kali ini dirinya tidak bisa menemukan Lena dimana pun. Lion sempat bingung mengapa Lena tidak berada di dalam kantor, padahal dirinya sama sekali tidak melihat Lena keluar.

__ADS_1


Lion akhirnya pergi dari tempatnya dan mencoba mencari Lena di tempat lain sembari terus menggunakan kekuatan penciumannya untuk menelusuri jejak Lena.


__ADS_2