Pacar Tampanku Siluman Kucing

Pacar Tampanku Siluman Kucing
Mendekatkan Diri


__ADS_3

Dario yang melihat salah satu adik perempuannya sedang melamun sendirian di pinggir kolam renang sembari memasukkan kakinya ke dalam air, dan Dario langsung menghampirinya dan berdiri di belakang adiknya sembari memasukkan tangannya ke dalam saku celana.


"Hai Len, kamu lagi apa sendirian di sini?" Dario duduk di samping Lena sembari memasukkan kakinya ke dalam kolam renang juga.


Lena langsung menoleh ke arah kanannya, karena itu tempat asal suara itu berada "Eh! Hai juga kak. Aku di sini lagi cari udara segar aja kak, kak Dario sendiri kenapa ke sini?"


"Kakak hanya kebetulan lewat aja, terus lihat kamu di sini sendirian makanya kakak langu menghampiri kamu. Oh iya, dimana Calvin, Kia, dan suaminya itu? Soalnya kakak dari tadi siang tidak melihat keberadaan mereka bertiga"


"Oh, mereka bertiga memang sedang tidak ada di rumah kak. Calvin sedang pergi ke mengurus sisa pekerjaannya kak, sedangkan Kia dan Lion sedang pergi menemui ayahnya Lion" Lena menjelaskan sembari menatap lurus ke depan.


"Begitu ya, pantas saja castle sepi sekali. Sejak kapan kamu berada di sini?"


"Jam tujuh malam kak"


"Dari jam tujuh sampai jam sembilan kamu di sini sendirian saja?" Lena hanya mengangguk pelan dengan posisinya masih sama seperti tadi tidak menatap Dario, sedangkan Dario terus menatap Lena.


Setelah pembicaraan itu tidak ada perkataan yang keluar dari mulut Lena ataupun Dario, keduanya hanya saling diam dan menggerakan kaki mereka di dalam air. Bahkan di antara mereka berdua belum ada yang menyadari kalau ada sepasang mata sedang melihat ke arah mereka berdua, tapi masih enggan untuk menghampiri.


Keheningan antara mereka berdua terjadi cukup lama sampai akhirnya Lena mengalah dan gantian membuka suaranya lebih dulu, Lena berpikir ini saatnya dia mulai mendekatkan diri dan mengetahui semua hal tentang kakaknya itu.


Seandainya Lena bisa jujur kalau sebenarnya dia belum benar-benar terbiasa dengan kehidupan barunya yang memiliki seorang kakak dan adik, dia masih sangat canggung saat bertemu kakaknya itu dan apalagi saat berduaan saja dengan Dario seperti sekarang bagi Lena perasaanya sangat aneh sekali.

__ADS_1


"Kak... Boleh aku tanya sesuatu?" Lena melihat ke arah Dario dan begitu juga dengannya.


"Boleh, memangnya kamu ingin bertanya tentang apa?" Dario melemparkan pertanyaan kembali pada Lena sembari tersenyum.


"Tentang perkataan ayah yang bilang semua perempuan takut pada kakak, kenapa bisa seperti itu kak?"


Pertanyaan Lena membuat senyum di bibir Dario luntur dan dia tiba-tiba menjadi diam saja, Lena yang melihat hal itu hatinya langsung merasa menjadi tidak enak pada kakaknya dan merasa kalau pertanyaannya itu tidak seharusnya di tanyakan lagi.


"Maaf ya kak, atas pertanyaan ku. Kakak engga perlu menjawabnya kok kalau kak Dario engga nyaman dan anggap aja aku tidak menanyakan apa-apa tadi, jangan marah ya kak" Lena menatap Dario dengan penuh penyesalan.


"Ha ha ha... Wajah kamu lucu banget sih dek, sini biar kakak ceritakan sama kamu ya. Tapi kamu harus mendengarkannya baik-baik, karena aku tidak akan mengulanginya lagi" begitu penasarannya Lena sampai langsung menganggukkan kepalanya tanpa sadar dan membuat Dario tertawa kembali.


Saat bercerita Dario selalu merubah ekspresi wajahnya menjadi serius "Waktu kakak berumur dua puluh tahun ada beberapa perempuan di tempat kuliah kakak yang selalu mencari cara agar bisa dekat dengan kakak, tapi karena sudah memiliki perempuan yang kakak sukai makanya kakak menolak mereka semua"


"Awalnya kakak menolaknya dengan cara yang lembut, tapi tidak ada satupun yang menyerah dan masih saja mendekati kakak. Bahkan sampai ada yang terus menerus datang ke rumah, karena itu sangat mengganggu sekali akhirnya kakak tidak sengaja membentak dan mengusir perempuan itu secara paksa" Dario melanjutkan ceritanya setelah diam beberapa detik.


"Sejak saat itu semua perempuan yang mengejar kakak tiba-tiba berhenti dan menjauhi kakak, bahkan mereka seperti orang ketakutan kalau bertemu dengan kakak. Awalnya kakak bingung kenapa mereka seperti itu, tapi setelah kakak selidiki ternyata perempuan yang kakak usir itu memiliki video saat kakak sedang berubah menjadi kucing dan mungkin karena dia kecewa makanya dia menyebarkan video itu beserta luka seperti cakaran kucing dibeberapa bagian tubuhnya"


"Perempuan yang kakak sukai juga ikut menjauhi kakak dan demi menghilangkan jejak video itu kakak akhirnya memutuskan pindah ke dunia siluman lagi, bahkan kakak juga tidak ingin berdekatan dengan perempuan manusia lagi selain adik-adik kakak dan begitulah ceritanya kakak mu ini"


Dario mengakhiri ceritanya sembari tersenyum kembali ke Lena.

__ADS_1


"Jadi kakak pernah tinggal di dunia manusia juga?" Dario mengangguk pelan sebagai jawabnnya.


"Kenapa kakak tinggal di sana? Itu kan akan sangat membahayakan untuk kakak"


"Setelah mendengar cerita ayah kakak sengaja tinggal di sana, karena ingin mencari kalian berdua. Tapi malah dapatnya kejadian seperti itu" Dario tertawa getir.


Lena dengan tiba-tiba langsung memeluk kakaknya itu dan menangis di pelukannya, begitu juga dengan Dario yang langsung membalas pelukan adiknya.


"Makasih ya kak, kakak sudah mau berusaha untuk mencari ku. Awalnya aku berpikir keluarga ku tidak ada yang peduli dengan ku sampai-sampai membuang ku begitu saja, tapi setelah mendengar perkataan kakak tadi aku jadi merasa lega dan merasa di perdulikan keluarga ku"


"Tidak perlu berterima kasih, itu sudah tugas seorang kakak untuk mencari adiknya yang hilang"


Setelah obrolan mereka tadi Lena menjadi semakin dekat dengan kakaknya dan bahkan rasa canggung Lena sudah lenyap begitu saja, sampai-sampai tidak terasa mereka mengobrol sampai larut malam.


Calvin yang sedari tadi menunggu pembicaraan kakak adik itu selesai akhirnya berjalan menghampiri Lena untuk memberikan selimut untuknya, karena Calvin melihat pembicaraan itu tidak akan selesai dengan cepat.


Dario yang baru menyadari sudah larut malam langsung meminta Calvin membawa Lena masuk ke dalam untuk beristirahat, karena dia tidak mau adiknya sampai sakit karena terlalu lama berada di luar.


Karena sekarang Dario adalah kakak Calvin juga makanya dia langsung menuruti perkataan Dario dan membawa Lena masuk ke dalam duluan, dan meninggalkannya yang masih ingin berada di kolam renang sebentar lagi.


"Kamu istirahatlah! Karena besok adalah acara resepsi pernikahan kita" Lena menjawab dengan anggukan kepalanya.

__ADS_1


Calvin mencium kening Lena dan mematikan lampunya agar Lena bisa langsung tertidur, beberapa menit Calvin memastikan kembali apa Lena sudah benar-benar tertidur atau belum dan ternyata dia sudah tertidur pulas. Setelah itu Calvin juga langsung mengikuti Lena untuk pergi ke alam mimpinya.


__ADS_2