
Calvin saat ini sedang berada di ruang kerja ayahnya untuk membahas sesuatu hal yang dia bilang sangat penting, dia juga sengaja meminta untuk bertemu dengan ayahnya malam-malam agar tidak ada yang bisa menguping lagi pembicaraan dirinya kali ini.
Sejak tadi Ericson terus menguap, karena waktu sudah menunjukkan pukul dua dini hari. Ericson terus-menerus meminta Calvin untuk berbicara besok pagi saja, tapi tetap di tolak oleh Calvin dengan alasan yang sama yaitu dia takut Lion mendengar rencananya.
Walaupun sudah sangat mengantuk, tapi Ericson tetap menahannya. Karena dia tidak ingin kalau Calvin marah lagi padanya, jadi akhirnya Ericson yang mengalah dan membiarkan Calvin untuk mengatakan rencana pentingnya itu sekarang.
"Memangnya apa yang kamu ingin bicarakan pada ayah? Apa ini tentang masalah pekerjaan?" Ericson mengubah posisi duduknya menjadi bersandar dan menyilangkan kakinya.
"Bukan ayah, yang ingin aku bicarakan kali ini tentang hal lain" Calvin lagi-lagi tersenyum ke ayahnya.
Ericson langsung menatap Calvin sembari mengangkat satu alisnya, pasalnya dari saat datang ke ruang kerja Ericson sampai sekarang Calvin terus tersenyum ke ayahnya. Bahkan tingkah Calvin kali ini benar-benar tidak seperti biasanya, sampai-sampai membuat Ericson bingung melihatnya.
"Ya sudah, kalau begitu apa yang ingin kamu bicarakan pada ayah? Katakanlah sekarang! Karena dari tadi kamu tidak mengatakan apapun dan ayah lihat kamu hanya senyam senyum sendiri terus"
"Begini yah, aku....."
Belum selesai Calvin mengatakan tujuannya, tiba-tiba pintu ruang kerja Ericson di ketuk oleh seseorang dan membuat Calvin juga Ericson menoleh ke arah pintu secara bersamaan.
"Siapa lagi yang datang di jam segini? Kamu tunggu di sini dulu ya, biar ayah lihat dulu siapa yang datang" Ericson bangun dari duduknya dan menepuk bahu Calvin.
"Iya yah"
Ericson langsung berjalan menuju pintu dan membukanya, sedangkan Calvin masih tetap duduk di tempatnya sembari melihat ke arah pintu karena penasaran siapa orang yang ingin bertemu dengan ayahnya juga di tengah malam.
__ADS_1
Setelah beberapa saat Calvin tidak bisa melihat siapa yang datang, karena ayahnya berdiri di depan pintu. Sekarang akhirnya dia bisa melihatnya, saat Ericson membawa orang itu di belakangnya untuk masuk ke dalam ruang kerjanya.
"Ayah, kenapa ayah membawa Lion masuk ke sini? Tadi kan Calvin udah bilang ke ayah ke ayah, kalau ada yang Calvin ingin bicarakan berdua saja dengan ayah" Calvin menatap Ericson yang duduk kembali di tempat sebelumnya.
"Maafin ayah ya Vin, tapi ayah sengaja ajak Lion masuk juga. Karena tadi dia bilang ingin minta bantuan membuat rencana untuk melamar Kia secara romantis, berhubung ada kamu juga di sini jadi siapa tau kamu bisa bantu Lion untuk menyusun rencana yang bagus"
"Calvin mana bisa buat rencana kayak gitu yah, sedangkan Calvin aja baru ingin bertanya pada ayah hal yang sama" berhubung maksud tujuan Lion sama dengan Calvin, jadi Calvin memutuskan untuk langsung mengatakannya juga walaupun ada Lion di sana.
Ericson langsung menepuk keningnya, karena baik anak kandungnya ataupun anak angkatnya tidak ada yang bisa melakukan hal romantis. Berbeda dengan Calvin yang tidak tau cara melakukan hal romantis sama sekali, sedangkan Lion yang sedikit tau tentang hal romantis yang biasanya pasangan lain lakukan. Walaupun begitu Lion ingin tetap minta pendapat pada Ericson, karena kalau dirinya minta pendapat pada Calvin atau Dion akan percuma.
Sebenarnya setelah dua hari berlalu dari acara piknik mereka bersama di pinggir danau kemarin, Calvin terus memikirkan rencana yang bagus untuk melamar Lena. Tapi sayangnya dia tidak menemukan satu idepun di kepalanya, karena waktu rencana permintaan maaf pada Lena dan rencana ulang tahun Lena semua yang memberikan idenya adalah Lion.
"Jadi bagaimana ayah? Ayah mau kan bantu kami berdua untuk membuat rencana?" Lion bertanya kembali untuk memastikan jawaban Ericson.
"Baiklah, ayah akan membantu kalian berdua untuk melamar pasangan kalian secara romantis"
Mereka bertiga membicarakan tentang lamaran Calvin dan Lion sampai jam empat pagi, bahkan mereka juga tertidur di sofa ruang kerja Ericson karena sudah sangat mengantuk dan malas untuk kembali ke kamar masing-masing.
...****************...
Sejak tadi Lena mencari Calvin ke setiap ruangan yang ada di dalam castle, tapi Calvin tidak berada di manapun. Lena hanya mencari Calvin ke kamar Ericson saja, karena dia tidak kepikiran untuk mencari Calvin ke ruang kerja ayahnya.
Saat sampai di kamar Ericson, Lena langsung mengetuk pintunya. Tapi tidak ada jawaban dari siapapun, bahkan Lena sampai mengetuknya berkali-kali dan sampai bibi yang biasa ada di samping Ericson bilang Ericson tidak ada di kamarnya sejak pagi.
__ADS_1
"Calvin sama ayah Ericson engga ada dimana-mana, apa mereka pergi bersama ya?" Lena bermonolog sendiri sembari menuruni satu persatu anak tangga.
"Hai Len, lu mau kemana?" Kia yang tiba-tiba datang dan berdiri di anak tangga terakhir.
"Hai Ki... Gue lagi mau cari Calvin ke gerbang castle, karena dari tadi gue engga bisa nemuin Calvin ataupun ayah Ericson dimanapun"
"Loh kok sama sih, gue juga lagi cari Lion. Gue aja sengaja samperin lu, karena gue pikir Lion pergi sama Calvin dan gue baru mau tanya ke lu mereka pergi kemana" Kia langsung menyengir.
"Hah... Gue juga engga tau mereka pergi kemana Ki, bahkan dari tadi gue udah keliling castle dan engga menemukan mereka juga"
"Gimana kalau sekarang kita tanyain ke penjaga gerbang aja Len, siapa tau mereka tau kan"
"Iya gue setuju, ya udah ayo! Kita ke gerbang sekarang" Lena berjalan lebih dulu.
Di perjalanan ke gerbang castle Lena dan Kia juga menanyakan ke penjaga yang mereka temui, tapi banyak yang bilang mereka tidak melihat Calvin, Ericson, ataupun Lion dari sejak pagi dan kata-kata mereka sama seperti yang di katakan bibi tadi.
Sampai di gerbang castle Lena dan Kia berpencar untuk menanyakan satu persatu penjaga di sana, saat mereka selesai menanyakan semua penjaga mereka berdua bertemu kembali tapi salah satu dari mereka tidak ada yang mendapatkan informasi.
Karena sudah terlalu lelah akhirnya Lena dan Kia menyerah untuk mencari, bahkan mereka langsung memutuskan untuk menunggu di ruang tamu saja sampai mereka bertiga kembali dan baru Lena akan menanyakan dari mana mereka.
Setengah jam mereka berdua duduk di ruang tamu, akhirnya Calvin dan Lion yang sudah berpakaian rapih keluar dari dalam kamar mereka masing-masing. Lena dan Kia yang melihat mereka berdua menuruni anak tangga langsung membulatkan matanya, karena mereka tidak percaya mereka berdua datang dari dalam castle.
"Kamu dari tadi ada di dalam castle? Tapi kenapa aku tidak bisa menemukan kamu dan juga Lion ataupun ayah?" Lena langsung berjalan menghampiri Calvin.
__ADS_1
"Iya aku dari tadi tidak kemana-mana, kami berdua ada di dalam ruang kerja ayah"
Lena langsung menepuk keningnya, karena dia baru mengingat kalau dirinya belum mencari Calvin ke ruang kerja Ericson. Sedangkan Calvin yang mendengar cerita kalau Lena mencari dirinya kemana-mana, tapi tidak bertemu juga hanya bisa tertawa dan hal itu membuat Lena menjadi kesal.