Pacar Tampanku Siluman Kucing

Pacar Tampanku Siluman Kucing
Menemui Lena


__ADS_3

Setelah kemarin Lion menceritakan semuanya kepada Calvin dan juga Calvin sudah menenangkan dirinya, jadi hari ini Calvin akan meminta pada Lion lagi untuk mengantarkannya menemui Lena.


Hari ini sebenarnya Lion sebenarnya sedang tidak mood, karena semalam dirinya habis berantem dengan Dion untuk membahas tentang Lion yang memberitahu semuanya pada Calvin.


Calvin yang juga menyadari pertengkaran mereka berdua akhirnya memilih untuk menunda kembali rencana dirinya bertemu Lena, tapi Lion tetap bersihkeras ingin mengantar Calvin, karena katanya itu bukan prinsip hidupnya. Prinsip Lion walaupun dirinya ada masalah, tapi Lion akan mengesampingkan itu semua hanya demi tuannya saja.


"Lion apa kamu yakin baik-baik saja?" tanya Calvin yang masih berdiri dihadapan Lion dan melihat luka di sudut bibirnya.


"Iya tuan saya baik-baik saja dan saya akan tetap mengantar anda sekarang juga! Lagipula kalau terus berlama-lama di sini yang ada saya terus di salahkan, jadi lebih baik saya ikut anda saja" ucap Lion sembari melirik ke arah sisi kanannya, karena menyadari kehadiran Dion.


"Baiklah, kalau begitu mari kita berangkat sekarang Lion!" Calvin menepuk bahu Lion dan langsung berjalan lebih dulu.


Lion dengan wajah kesalnya sempat melihat kearah Dion yang sedang berdiri menatapnya, tapi setelah itu dirinya langsung membuang muka dan pergi meninggalkan Dion tanpa menyapanya.


Di perjalanan Lion hanya diam saja, bahkan saat Calvin bertanya padanya banyak yang Lion tidak jawab karena dirinya sedang melamun. Walaupun sebelumnya Calvin sudah pernah melihat Lion yang seperti ini, tapi rasanya masih sangat asing sekali dari Lion yang biasanya banyak bicara.


"Lion..." Calvin menepuk pundak Lion dari belakang untuk menyadarkannya dari lamunannya dan Lion yang terkejut langsung menghentikan langkahnya.


"I-iya tuan muda, ada apa?" tanya Lion yang langsung memutar badannya menghadap Calvin.


"Lion... Lebih baik kamu berikan alamatnya pada saya saja, biar nanti saya yang akan pergi sendiri menemui Lena dan kamu bisa gunakan rumah Lena untuk istirahat sembari menenangkan diri kamu"

__ADS_1


"Tidak perlu tuan muda, saya bisa menghandle diri saya sendiri dan lagipula nona Lena tidak berada di dunia manusia" ucap Lion sembari memberikan senyum di bibirnya.


"Lalu dimana Lena?" Lion lagi-lagi memberikan senyumannya tanpa menjawab pertanyaan Calvin dan mulai melanjutkan perjalannya lagi.


Dalam hatinya Calvin terus bertanya-tanya sebenarnya kemana Lion membawa Lena pergi, pasalnya jalan yang dirinya lewati sangatlah asing dan Calvin belum pernah melewatinya sama sekali.


Jalan yang Calvin sedang lalui sekarang hampir mirip seperti hutan, tapi bedanya di sana ada beberapa rumah tua yang jaraknya cukup berjauhan antara yang satu dengan yang lainnya.


Calvin terus melihat ke sekelilingnya untuk berjaga-jaga, takutnya ada seseorang yang tiba-tiba menyerang mereka karena tempat itu terlalu sepi penduduk dan tidak ada orang yang berlalu lalang.


"Sebentar lagi kita sampai tuan muda" ucap Lion yang masih berjalan lurus ke depan.


Setelah melewati perjalanan yang cukup jauh tanpa menggunakan kendaraan apapun atau melalui portal, akhirnya mereka sampai di sebuah rumah berwarna coklat. Rumah itu jauh lebih bagus dan lebih besar jika dibandingkan dengan rumah lainnya.


Lion yang menyadari Calvin tidak ada di belakangnya langsung kembali keluar untuk menghampiri Calvin. Saat melihat Calvin hanya diam saja, Lion langsung menghela nafasnya dan menggelengkan kepalanya.


"Tuan muda, kenapa anda hanya berdiri di sana saja?" ucap Lion yang berdiri didekat pintu masuk.


"Lion, sebenarnya ini rumah siapa? Kenapa kamu membawa Lena ke sini?" tanya Calvin sembari berjalan menghampiri Lion.


"Hah... Tuan muda benar tidak ingat ini rumah siapa?"

__ADS_1


"Iya saya tidak mengingatnya, tapi saat saya masuk ke halaman rumah ini saya merasa kalau rumah ini tidak asing lagi"


"Kalau begitu nanti akan saya beritau semuanya pada tuan muda tentang rumah ini, untuk sekarang tuan temui nona Lena saja dulu" ucap Lion sembari berjalan masuk ke dalam rumah itu dan di ikuti oleh Calvin.


Kali ini Lion memang benar, tujuan Calvin adalah untuk menemui Lena dan bukan membahas masalah rumah yang Lena tempati saat ini. Jadi Calvin putuskan untuk fokus ke Lena terlebih dulu dan nanti saat ada waktu luang baru Calvin akan bahas rumah itu bersama Lion.


Lion langsung menuju salah satu kamar yang berada di lantai dua dan mempersilahkan Calvin untuk masuk ke dalam, sedangkan Lion sendiri akan menunggu di ruang tamu.


Calvin langsung masuk ke dalam kamar Lena, karena dirinya yang sudah tidak sabar ingin bertemu dengan Lena dan juga sudah lama Calvin menahan semua kerinduannya. Tapi saat dirinya masuk Lena masih terbaring lemah dan banyak alat di tubuhnya, termasuk dengan infus di tangan kirinya dan juga tranfusi darah di tangan kanannya.


Awalnya Calvin tidak ingin menangis, karena takut saat Lena terbangun dan melihatnya sedang menangis membuat Lena berpikir kalau Calvin lemah. Tapi saat melihat kondisi Lena yang seperti itu, tanpa sadar air matanya jatuh dengan sendirinya.


"Hey, pasti Sekarang kamu mikir aku laki-laki lemah kan? karena aku menangis, tapi engga apa-apa yang penting itu semua buat kamu senang" ucap Calvin sembari mengusap pelan kepala Lena dan memberikan senyuman, walaupun air matanya masih terus mengalir.


"Lena... Tolong kamu maafin aku ya, kamu jadi seperti ini karena salah ku. Seandainya saja aku tidak membuat mu menjadi pendonor pilihan, pasti sekarang kamu masih baik-baik saja. Aku mohon maafkan aku Lena" ucap Calvin sembari menangis dengan menundukkan kepalanya dan tangannya masih memegang atas kepala Lena.


Lion sampai mendengar suara tangisan Calvin, karena ruang kamar yang Lena tempati tidak kedap suara. Sehingga Lion dapat mendengar dengan jelas apa yang tuan mudannya katakan, bahkan Lion juga hampir ikut menangis dan untungnya dia masih bisa menahannya.


Perasaan Calvin benar-benar hancur saat dirinya lagi-lagi melihat orang yang di sayang dan di cintainya terbaring lemah seperti itu, Calvin berharap kalau waktu bisa di putar kembali agar dirinya tidak kehilangan orang-orang tersayangnya.


"Bangunlah Lena! Aku mohon padamu, aku ingin melihat senyum mu lagi dan menjalani hari-hari yang indah bersama dengan mu"

__ADS_1


"Aku janji kalau kamu membuka mata kamu sekarang apapun yang kamu inginkan akan aku akan lakukan hanya untuk kamu, jadi aku minta sama kamu tolong buka mata kamu Lena" tambah Calvin sembari melihat ke arah Lena dan menghapus air matanya.


Calvin terus berbicara hal yang sama berulang kali, tapi hasilnya tetap sama saja tidak seperti yang Calvin harapkan. Bahkan Lena tetap belum juga membuka matanya sampai malam datang dan hal itu membuat Calvin merasa harus meminta Lion mencarikan jalan lain agar Lena bisa segera sembuh.


__ADS_2