Pacar Tampanku Siluman Kucing

Pacar Tampanku Siluman Kucing
Sisi Lain Calvin 2


__ADS_3

Saat makan malam Lena mengatakan kalau besok dia ada acara dari kantor dan di haruskan pergi ke luar kota selama beberapa hari, tapi Calvin sama sekali tidak memberikan respon apa apa dan malah asyik menikmati makanannya.


"Calvin! aku ini lagi bicara sama kamu loh ya" ucap Lena sembari menggebrak meja.


"Aku dari tadi sedang mendengarkan kamu bicara Lena" ucap Calvin masih dengan makanan di dalam mulutnya.


"Jadi kamu engga masalah kan? kalau kamu harus di rumah sendiri" ucap Lena yang memiringkan kepalanya sambil melihat Calvin.


Calvin hanya menghela nafas dan mengambil air untuk di minumnya, dia juga langsung pergi ke ruang tamu tanpa menjawab pertanyaan Lena. Tapi Lena tidak menyerah dia mengikuti Calvin ke ruang tamu, dan berdiri di hadapan Calvin.


"Calvin! aku lagi bicara sama kamu ya, bisa bisanya kamu main pergi gitu aja. Jangan mentang mentang kamu lagi berwujud manusia gini, jadi bisa seenaknya pergi!" ucap Lena dengan kedua tangannya berada di pinggang.


"Aku akan ikut pergi dengan kamu besok" ucap Calvin yang mendongakkan kepalanya untuk menatap Lena.


"Apaan sih! engga... engga di sana banyak orang kantor, jadi kamu engga usah ikut. Pokoknya kamu di rumah aja! karena aku engga mau kalau kamu sampai berubah jadi kucing di depan orang lain, nanti yang ada aku yang malu dan ribet jelasin ke orang orang" ucap Lena sambil memutar bola matanya malas.


Calvin yang sedikit kesal saat mendengar perkataan yang di ucapkan oleh Lena, langsung memilih pergi keluar dan meninggalkan Lena yang masih dengan ocehannya. Karena dia tidak mau kalau sampai amarahnya meluap, apalagi sampai mengeluarkan kekuatannya dan itu pasti akan menyakiti Lena.


"Apa sih engga jelas banget dikit dikit main pergi gitu aja, terus juga sikapnya kayak anak kecil banget pake segala mau ikut pergi" emosi yang memuncak karena sifat Calvin, membuat Lena tidak memperdulikan kepergiannya.


Lena mencoba untuk meredakan emosinya, tapi tetap tidak bisa. Akhirnya dia memutuskan untuk menelfon Kia dan menceritakan tentang pertengkarannya dengan Calvin hari ini, tapi Kia malah seperti lebih memihak ke Calvin dan menyalahkan dirinya sebagai penyebab pertengkarannya.


Kia juga meminta Lena untuk mencari Calvin dan meminta maaf padanya, padahal niat Lena menelfon Kia untuk membuat hatinya terasa lega tapi malah semakin kesal saja. Akhirnya Lena mematikan sambungan telfonnya tanpa bilang terlebih dahulu kepada Kia.


"Engga Kia engga Calvin sama nyebelinnya, sebenarnya sahabatnya aku atau Calvin sih, kenapa Kia malah belain Calvin terus" Lena meletakkan ponselnya di meja dan merebahkan dirinya di atas sofa untuk memejamkan matanya.

__ADS_1


...****************...


Lena yang tiba tiba terbangun karena bermimpi buruk tentang Calvin dan melihat sudah pukul sebelas malam, tapi belum ada tanda tanda Calvin sudah kembali ke rumah. Walaupun Lena masih kesal dengan Calvin, tapi tidak dapat dipungkiri hatinya sedikit cemas dan takut mimpinya menjadi kenyataan.


Kali ini Lena mengalah dan menurunkan egonya, dia langsung pergi keluar untuk mencari Calvin. Pertama Lena mencarinya di sekitaran rumah dan pinggir jalan, tapi Calvin engga ada di sana.


"Ya ampun! kamu dimana sih Calvin? aku harus cari kamu kemana lagi?" sambil berbicara pada dirinya sendiri Lena meneruskan pencariannya.


"Jalanan juga sudah sepi, aku engga bisa tanya sama siapa siapa" ucap Lena yang berdiri di pinggir jalan untuk beristirahat sejenak dan melihat ke sekeliling.


"Tinggal satu tempat lagi yang belum aku datangin, semoga di tempat terakhir ini Calvin beneran ada di sana" dengan penuh harapan Lena melanjutkan perjalanannya mencari Calvin.


Harapan Lena kali ini benar benar terkabul, Calvin ada di taman bermain dan sedang duduk di ayunan seorang diri. Tidak mau menunggu terlalu lama, Lena langsung berlari ke arah Calvin walaupun dirinya hampir terjatuh karena tersandung batu.


Calvin... maafin aku ya! aku udah berlebihan tadi ke kamu, kamu mau kan maafin aku?" ucap Lena yang langsung memeluk Calvin sambil menangis.


"Aku tuh sengaja keluar karena mau cari kamu, aku khawatir tau kamu belum pulang juga" ucap Lena yang langsung menghapus air matanya dengan kasar.


"Apa yang kamu khawatirkan? aku ini manusia kucing dan tidak ada yang bisa melukai aku" ucapa Calvin dengan mencolek hidung Lena.


Perasaan kesal Lena seketika langsung hilang dan tergantikan dengan perasaan bahagia bercampur malu, dia bahagia karena Calvin tidak marah padanya dan merasa malu karena Calvin masih memperlakukannya dengan rasa sayang.


Mencoba menyembunyikan perasaannya walaupun itu tidak mudah untuk Lena, karena telinga Lena akan berubah warna merah jika dia merasa malu. Calvin sudah menyadarinya dari sejak dia menyentuh hitung Lena, tapi dia tidak memberitau Lena karena takut dia bertambah malu.


"Walaupun kamu manusia kucing, tapi tetap saja aku khawatir tau. Kalau kamu kenapa kenapa nanti aku engga punya kucing yang gemesin lagi dong, jadi mendingan sekarang kamu ikut aku pulang aja ya" ucap Lena dengan memberikan tatapan memelas.

__ADS_1


"Aku akan pulang kalau kamu mengizinkan aku ikut bersama kamu besok, bagaimana Lena?" ucap Calvin yang membalas tatapan Lena dengan tatapan datarnya.


"Tapi aku..." karena bimbang dengan keputusannya, Lena hanya memainkan jarinya.


"Kalau kamu tetap tidak membolehkan aku ikut, kamu bisa pulang ke rumah sendiri dan aku akan tetap di sini" ucap Calvin yang langsung memalingkan wajahnya.


"Ya udah, ya udah besok kamu boleh ikut deh tapi sekarang harus ikut pulang dengan ku!" ucap Lena mengulurkan tangan kanannya.


"Oke! tapi benar ya besok aku akan ikut bersama kamu" ucap Calvin yang langsung membalas uluran tangan Lena dan menggenggamnya.


"Iya beneran, aku mana pernah bohong sih"


"Bagus deh, kalau begitu kita pulang sekarang ya" ucap Calvin dengan sedikit senyuman di bibirnya.


"Iya"


Hanya jawaban singkat yang bisa Lena berikan, karena dia sudah sulit untuk memikirkan kata lain lagi. Hati Lena terus bergemuruh kencang, apa dia sudah mulai merasakan jatuh cinta kepada Calvin? atau itu hanya perasaan sesaat saja karena perlakuan Calvin atas dirinya?.


Saat perjalanan pulang lagi lagi Calvin bersikap seperti sedang waspada dari musuh dan terus melihat kebelakang, tapi di saat Lena melihat ke arah yang sama dengan Calvin tidak ada yang terlihat mencurigakan sama sekali bahkan satu orangpun tidak ada di sana.


"Kamu lagi liatin apa sih?" ucap Lena yang bolak balik menatap Calvin dan arah yang dituju mata Calvin.


"Tidak ada apa apa, tadi aku kira ada orang tapi ternyata cuma kucing liar aja" ucap Calvin mencoba meyakinkan Lena.


"Itu kan teman kamu, engga boleh gitu loh sama sahabat" ucap Lena dengan menahan tawanya.

__ADS_1


"Aku beda ya!" Calvin yang akan mencubit pipi Lena terhenti, karena mereka berdua di kejutkan oleh seseorang yang tiba tiba muncul di hadapan mereka.


"Lama tidak berjumpa tuan Andara" ucap seorang pria sembari membungkukkan badannya.


__ADS_2