
Calvin yang baru kembali dari castle langsung menemui Lena di dalam kamarnya, dan untung saja saat Calvin masuk Lena sedang tertidur jadi dirinya bisa menyiapkan jawaban terlebih dahulu sebelum Lena bertanya lagi.
Baru beberapa menit Calvin duduk di samping Lena, tapi Lena sudah terbangun dan langsung melihat ke arah Calvin. Awalnya Lena hanya diam saja, tapi setelah Calvin bertanya padanya akhirnya Lena mau berbicara dengan Calvin.
"Lena... Apa kamu sudah bisa berjalan lagi?".
"Memangnya aku kenapa? Apa aku mengalami kelumpuhan?".
"Tidak... Kamu tidak lumpuh, aku bertanya karena kamu baru bangun dari koma dan sudah setahun kamu tidak berjalan. Jadi aku fikir otot-otot syaraf kaki kamu akan lemas, dan itu pasti akan susah untuk berjalan" ucap Calvin sembari memberikan senyumannya.
Lena yang terlihat ketakutan saat Calvin mengatakan yang akan terjadi setelah koma langsung meminta izin pada Calvin untuk turun dari tempat tidur dan mencobanya berjalan, Calvin langsung mengizinkannya tapi dengan satu syarat.
Syarat yang di berikan hanya Calvin yang meminta untuk terus dengerin perkataan dari Calvin, akhirnya Lena mengiyakan syarat dari Calvin. Pertama Calvin meminta Lena agar dirinya tetap ada di sana untuk menemaninya, dan saat Lena kesusahan untuk berjalan Calvin meminta izin pada Lena untuk membantunya melatih dia untuk berjalan.
"Pelan-pelan saja ya, yang penting kita lemaskan dulu otot-otot kaki kamu" ucap Calvin sembari berjalan mundur secara perlahan dan memegang tangan Lena.
Calvin perlahan mulai melepaskan tangan Lena untuk melatihnya agar terbiasa untuk jalan sendiri, tapi saat Calvin melepaskan genggaman tangannya dari tangan Lena. Lena malah hilang keseimbangan dan hampir terjatuh, tapi untungnya Calvin bisa menangkapnya dan membawanya kedalam pelukannya.
"Tuan muda, saya di minta dokter Lita untuk mengantarkan buah ini untuk nona Lena" ucap Lion yang langsung masuk tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.
Awalnya Lion hanya diam dan berdiri saja di dekat pintu sembari melihat Calvin dan Lena berpelukan, tapi beberapa detik kemudian Lion sadar dan langsung buru-buru keluar dari dalam kamar Lena agar tidak mengganggu mereka berdua.
Lion yang berjalan sembari melihat kearah kamar Lena dan senyam-senyum sendiri hampir menabrak dokter Lita yang ingin pergi ke kamar Lena juga, tapi untungnya Lion keburu menahan dokter Lita untuk tidak masuk ke kamar Lena.
Berbeda dengan harapan Lion dan dokter Lita yang berharap setelah kejadian itu Lena dan Calvin bisa kembali seperti dulu, tapi sayangnya mereka berdua hanya saling diam dan Calvin langsung membawa Lena duduk kembali di atas tempat tidur.
__ADS_1
"Untuk sekarang kita cukupkan sampai sini saja, nanti baru kita lanjutkan lagi ya" Calvin tersenyum tipis ke Lena.
"Iya, makasih ya udah mau bantuin dan nolongin saat belajar berjalan tadi"
"Iya sama-sama, kalau gitu aku keluar dulu ya" Calvin yang baru ingin melangkahkan kakinya langsung ditahan oleh Lena yang memegang pergelangan tangan Calvin.
Calvin hanya diam dan menatap Lena yang tiba-tiba wajahnya terlihat sangat sedih dan murung, padahal dari tadi Lena terlihat sangat bahagia tapi kenapa sekarang ekspresi wajahnya seperti itu dan jadi membuat Calvin menjadi bingung dan ikut sedih juga.
"Kamu kenapa terlihat sedih seperti itu?" tanya Calvin sembari berjongkok di hadapan Lena.
"Bisakah aku pulang ke rumah ku sekarang?" Lena kembali bertanya sembari menatap mata Calvin dengan tatapan sayunya.
"Kenapa tiba-tiba kamu ingin pulang?" Calvin menggenggam kedua tangan Lena.
"Aku kangen rumah dan sahabat ku, jadi apa aku bisa kembali ke rumah ku hari ini?"
"Hah... Maaf Lena bukan aku tidak ingin mengizinkan kamu pulang ke rumah mu sekarang, tapi kamu lihat sendiri kan tadi? Kamu saja belum bisa berjalan lagi, jadi tunggulah sebentar lagi ya sampai kamu benar-benar pulih" ucap Calvin sembari mengusap-usap punggung tangan Lena.
"Tapi aku....."
"Aku janji akan mengizinkan kamu kembali ke rumah saat kamu benar-benar sudah pulih lagi" Calvin langsung memotong ucapan Lena sebelum dirinya memaksa untuk tetap pulang.
"Kamu engga akan bohong kan?"
"Engga akan... Percaya dengan ku! Aku tidak akan membohongi kamu, jadi kamu mau kan tetap di sini untuk beberapa waktu lagi?" Lena hanya menjawab dengan anggukan kepalanya dan Calvin langsung mengusap pipi Lena.
__ADS_1
Untuk menghilangkan rasa bosan Lena, Calvin mengajaknya untuk pergi ke taman belakang. Karena di sana Lena tidak hanya bisa menghilangkan perasaan bosannya saja, tapi juga dia bisa menghirup udara segar setelah beberapa hari terkurung dalam kamar.
Calvin juga sudah meminta Lion untuk membawakan makan siang untuk mereka berdua ke taman belakang dan semua itu sudah di siapkan dengan baik oleh Lion.
Lena yang melihat Lion hanya berdiri saja di dekat Calvin langsung menawarinya untuk ikut makan bersama dengan dirinya dan juga Calvin, Lion yang tidak suka menyia-nyiakan tawaran dari orang lain langsung duduk di samping Calvin untuk ikut makan.
"Oh iya non Lena gimana kondisinya sekarang?"
"Aku sudah jauh lebih baik dari sebelumnya"
"Baguslah kalau begitu non, saya senang mendengarnya" Lena hanya tersenyum ke arah Lion.
"Oh iya... Kamu kan udah tau siapa namaku, tapi aku belum tau nama kamu. Jadi siapa nama kamu?".
"Nama saya Lion non" Lion lagi-lagi tersenyum ke Lena dan membuat Calvin langsung menatap tajam ke arah Lion.
"Wah! Nama kita ternyata sama ya? Lion, Lena" Lena langsung tertawa setelah mendengar itu.
Calvin yang sedari tadi terlihat cemburu, karena dari tadi Lena terus-terusan hanya bercanda dengan Lion. Sedangkan Calvin hanya diam dan sembari ikut tertawa bersama Lena dan Lion, tapi Lion yang sadar dengan tatapan Calvin langsung mengarahkan Lena untuk mengajak Calvin ikut bercanda dengan mereka.
Sejak makan bersama itu Lena langsung terlihat ceria lagi dan bisa tersenyum lagi,
bahkan Lena juga terlihat sudah mulai dekat kembali dengan Calvin dan Lion.
Bukan hanya Lena yang ceria lagi, tapi Calvin juga. Pasalnya Calvin melihat kalau dirinya masih ada harapan untuk bisa memperbaiki hubungannya lagi dengan Lena, karena Lena sudah bisa akrab kembali dengan Lion dan Calvin.
__ADS_1
Lena merasa kalau sekarang dia bertemu dengan teman baru yang membuatnya nyaman berada di tempat itu, walaupun tempat itu bukanlah rumahnya. Tapi saat Lena bertanya mereka sebenarnya berada di mana, Calvin tidak menjawabnya dan menyerahkannya pada Lion.
"Hampir aja ketauan Lena tentang keberadaan tempat yang mereka tempati sekarang" ucap Calvin dalam hati.