
Hari ini Calvin senggang dan tidak ada pekerjaan yang mengharuskan dirinya pulang ke dunia siluman, jadi Calvin bisa menjemput Lena di tempat kerjanya dan memberikan bunga yang dia beli dari anak kecil saat di jalan tadi.
Setelah sampai di tempat kerja Lena, Calvin malah di kejutkan dengan kehadiran Andre yang sudah lebih dulu berada di sana dan sedang bersama dengan Lena. Lagi-lagi Calvin harus melihat situasi seperti itu, yang membuat perasaan kesalnya muncul kembali.
"Lebih baik aku tunggu di sini saja sampai Andre pergi dari sana" Calvin bermonolog sendiri sembari bersembunyi di balik pohon.
Bukannya dirinya tidak ingin menghampiri Lena sekarang, tapi Calvin ingin melihat terlebih dahulu apa yang akan di lakukan Andre pada Lena dan apa niatnya terus-menerus menempel pada Lena.
Cukup lama pembicaraan mereka berdua, bahkan Calvin sampai di gigitin nyamuk dan membuatnya tambah merasa kesal. Tapi walaupun begitu Calvin tetap belum ingin keluar dari tempat persembunyian itu, dirinya malah memberikan waktu lagi untuk membiarkan Andre berada di sana.
"Wah! Dia itu cari ribut atau gimana sih tuan? Kenapa dia sampai melakukan itu pada nona Lena?" Lion yang tiba-tiba muncul di belakang Calvin dan membuat Calvin yang sibuk mengurusi nyamuk langsung menoleh ke belakang.
Calvin yang kembali melihat ke arah Lena kali ini sudah tidak bisa menahan emosinya lagi, tadi dirinya melihat Lena berduaan dengan Andre dan sekarang dirinya melihat Andre memegang tangan Lena. Tanpa pikir panjang lagi Calvin langsung menghampiri Lena untuk membawanya pergi bersama dengannya.
Saat Calvin menarik tangan Lena untuk pergi dari sana, Andre belum juga melepaskan genggaman tangannya pada tangan Lena. Sepertinya Andre memang berniat untuk mengajak Calvin berantem, tapi Calvin akan mencoba menahan kekesalannya di depan Lena.
"Lepaskan tangan pacar saya sekarang juga!" Calvin menatap Andre dengan ekspresi datarnya dan tatapan tajamnya.
"Hahaha... Itu permintaan pacar kamu sendiri kok, saya hanya menurutinya saja" Calvin langsung menatap Lena, sedangkan Lena menggelengkan kepalanya.
Calvin sekarang mengerti maksud Andre memegang tangan Lena, itu semua di lakukan Andre semata-mata hanya untuk membuat Lena dan Calvin bertengkar. Jadi ini seperti Andre sedang mengadu domba mereka berdua, tapi untuk alasan lanjutnya mengenai kenapa Andre melakukan itu Calvin belum bisa mengetahuinya.
"Saya bilang lepaskan ya lepaskan!" Calvin meninggikan nada bicara dan Lena mencoba melepaskan tangannya dari genggaman Andre.
"Kalau saya tidak mau, anda mau apa?" Andre menatap Calvin dengan tatapan menantangnya, tapi untungnya Calvin tidak tertarik dengan jebakan Andre.
__ADS_1
Merasa sudah sangat malas meladeni Andre, Lena langsung memberikan kode pada Calvin untuk membantunya lepas dari Andre. Calvin menghela nafas kasarnya dan langsung menarik tangan Lena hingga terlepas dari tangan Andre.
"Lena milik ku! Anda tidak ada hak apapun untuk memegang tangan pacar saya!" Calvin mengucapkan itu sembari menunjukan ke arah Andre, sedangkan Andre hanya tertawa-tawa saja.
Lena langsung menarik Calvin pergi saat dirinya melihat kekasihnya masih menatap tajam ke arah Andre, bahkan saat sudah sedikit menjauh Calvin juga masih melakukan hal yang sama.
Sepanjang perjalanan pulang Calvin terus mengoceh dan mengatakan apa saja yang berada dalam hati dan pikirannya, bahkan Lena yang mendengarkan sampai pusing di buatnya.
"Calvin, aku mau es krim" Lena menghentikan dan mengalihkan Calvin dari kejadian tadi.
"Eh! Dimana tukang Es krimnya?" Calvin mencari di sekeliling tempat mereka berada.
"Itu di sana, ayo kita beli Vin" Lena langsung menarik tangan Calvin untuk ke sebrang jalan, sedangkan Calvin hanya diam dan mengikuti Lena saja"
Cara Lena kali ini berhasil, Calvin melupakan kejadian tadi dan fokus memakan es krimnya. Tapi ternyata itu tidak berselang lama, Calvin kembali mengingat kejadian tadi dan mengoceh lagi.
"Lena..." Calvin menghentikan kegiatan memakan es krimnya.
"Iya kenapa?" Lena yang masih fokus memakan es krim sama sekali tidak menoleh sedikitpun ke arah Calvin.
"Aku ada satu permintaan sama kamu, apa itu boleh?"
"Permintaan apa Vin?"
"Aku mengatakan ini untuk terakhir kalinya, aku minta kamu jauhin Andre dan jangan pernah kamu bertemu lagi dengannya. Apa kamu bisa Lena?" Lena langsung menghentikan aktivitas makan es krimnya itu.
__ADS_1
Lena benar-benar bingung harus memberikan jawaban apa pada Calvin, karena di satu sisi Andre itu teman SMA nya dan sedangkan di sisi lain Calvin kekasihnya.
"Lena bagaimana? Apa kamu bisa melakukan itu?" Calvin menjentikkan jarinya di hadapan Lena.
"Eh! I-iya Vin, nanti aku akan coba untuk menjauhinya ya" Lena tersenyum sebentar demi menenangkan Calvin dan langsung memakan kembali es krimnya yang sudah hampir mencair.
Calvin langsung mengusap lembut surai rambut Lena sembari tersenyum, hatinya sedikit merasa tenang karena Lena mau mengikuti permintaannya tanpa harus bertengkar.
Selesai makan es krim mereka kembali pulang ke rumah menggunakan teleportasi, karena Calvin sudah sangat lelah untuk berjalan lagi.
"Ini portal yang kita gunakan kemarin kan? Saat kamu mengantar aku pulang ke rumah"
"Iya itu portal yang kita gunakan waktu itu, semua kekuatan ku sudah benar-benar pulih dan semuanya sudah kembali pada ku jadi aku tidak perlu takut lagi" Calvin tersenyum pada Lena dan begitu juga dengan Lena yang membalas senyuman Calvin.
...****************...
Lena yang baru selesai mandi langsung menghampiri Calvin dan yang lainnya di ruang tv, perasaan Lena benar-benar senang karena dirinya bisa melihat rumahnya ramai di kelilingi banyak orang yang dirinya saya. Walaupun kurang sabahat yang satunya, tapi lena tetap merasa bahagia dan berharap Kia juga bisa tinggal bersama mereka semua.
Saat Lena datang Calvin langsung merebahkan badannya dan tertidur dengan kepala di atas paha Lena, kali ini bukan hanya Lion dan Lita saja yang iri dan menginginkan hal seperti di lakukan Lena dan Calvin. Tapi sekarang bertambah Dion, walaupun Dion pura-pura tidak tertarik dengan pacaran tapi sebenarnya dia juga menginginkan hal itu tanpa ada yang menyadarinya.
Dion terus memperhatikan Lita yang sedang menggerutu sembari melihat ke Calvin dan Lena, tapi tiba-tiba pandangannya teralihkan karena Lion yang meledek Dion menyukai Lita. Karena saat Lion melihat ke arah Dion, Dion tidak behenti menatap Lita terus makanya Lion menggoda Calvin suka dengan Lena.
"Udah, kalau suka lebih baik langsung di ungkapin aja. Daripada nanti lu menyesal kalau dia diambil orang lain kan" Lion menepuk bahu sang kakaknya itu.
Calvin dan Lena yang mendengar itu, langsung tersenyum dan mendukung perkataan Lion barusan. Tapi Dion masih diam saja bahkan sampai Lita kembali dari kamar mandi.
__ADS_1