Pacar Tampanku Siluman Kucing

Pacar Tampanku Siluman Kucing
Perasaan Apa Ini?


__ADS_3

Sudah tiga hari Calvin tidak datang ke rumah Lena, dari sejak pembicaraan Lena dengan Calvin tentang hubungan mereka tempo hari sampai detik ini belum ada tanda-tanda Calvin akan datang. Seharusnya Lena senang karena sekarang Calvin tidak lagi muncul dihadapannya terus-menerus, tapi justru semua itu berbeda yang Lena rasakan sekarang malah berbanding terbalik.


Sekarang Lena merasa sangat kesepian walaupun Dokter Lita masih ada di rumahnya, tapi yang di inginkan Lena sekarang bukanlah dokter Lita saja. Melainkan Lena juga ingin Calvin berada di sampingnya dan menemaninya lagi, bahkan Lena juga ingin Calvin mengganggunya seperti biasa dia lakukan.


Lena terus-menerus menanyakan tentang keberadaan Calvin pada dokter Lita, tapi sayangnya dokter Lita bilang dirinya tidak tau dimana keberadaan Calvin. Walaupun dokter Lita bilang begitu, tapi Lena yakin kalau sebenarnya dokter Lita tau keberadaan Calvin hanya saja dia tidak ingin memberitahu pada Lena.


Setelah lelah terus menerus bertanya pada dokter Lita dan mendapat jawaban yang sama juga, akhirnya Lena menyerah dan memutuskan untuk tidur di dalam kamarnya. Dirinya berharap kalau setelah dia bangun nanti Calvin sudah berada lagi di rumahnya, dan kalau perlu sudah berada di samping Lena agar waktu dia bangun hal pertama yang Lena lihat adalah wajah Calvin sama seperti waktu dia terbangun dari koma.


Baru beberapa menit Lena tertidur, tapi dirinya sudah bermimpi tentang hari-harinya bersama Calvin dan itu terasa begitu nyata. Bahkan awal pertemuan mereka dan saat terakhir Calvin terbaring lemah tidak berdaya semua juga ada dimimpi Lena, ini seperti Lena mendapatkan ingatan yang sempat hilang.


...****************...


Awal dokter Lita masuk ke kamar Lena untuk membangunkannya dia melihat Lena tersenyum dalam tidurnya, akhirnya dokter Lita mengurungkan niatnya untuk membangunkan Lena dari mimpi indahnya itu. Tapi baru beberapa langkah dokter Lita ingin pergi dari kamar Lena, dirinya mendengar suara tangisan dan suara Lena yang mengatakan sesuatu dengan suara pelan"


"Calvin... Aku mohon, bangunlah! Aku ingin melihat senyuman mu lagi dan aku juga ingin menghabiskan waktu bersama dengan mu"


Dokter Lita yang melihat Lena terus menangis dan bahkan suara tangisannya semakin kencang, dirinya terus mencoba membangunkan Lena walaupun sedikit membutuhkan waktu lama agar Lena kembali sadar. Akhirnya Lena kembali membuka matanya lagi dan langsung memeluk dokter Lita yang masih duduk disampingnya.


"Ada apa? kamu bermimpi buruk?" dokter Lita membalas pelukan Lena untuk menenangkannya dari tangisannya.

__ADS_1


"Calvin kak, Calvin"


"Ada apa dengan Calvin?"


"Aku mimpi kalau kondisi Calvin lemah, terus dia udah engga sadarkan diri lagi dan hanya diam saja di tempat tidur ka. Aku mau ketemu Calvin sekarang, tolong kasih tau aku dimana Calvin berada kak!"


"Bagaimana ini? Aku tidak bisa memberitahu dia dimana keberadaan Calvin, karena aku belum tau pasti apa benar ingatannya sudah mulai kembali lagi atau belum? Soalnya Lena hanya bermimpi tentang kondisi Calvin yang kritis saat saja" ucap dokter Lita dalam hatinya.


Baru saja dokter Lita ingin mengatakan sesuatu pada Lena, tapi Lena memberhentikannya karena dari ruang tamu sudah terdengar suara Calvin yang sedang berbicara dengan Lion dan Dion. Lena yang mendengar suara itu langsung berlari keluar kamarnya untuk menghampiri Calvin, walaupun dirinya belum tau apa itu benar-benar Calvin atau hanya halusinasi Lena saja.


Setelah Lena sampai di ruang tamu ternyata benar, itu hanya halusinasi Lena saja. Lena yang tadinya sudah bersemangat langsung kembali terlihat lesu seperti tidak bertenaga, akhinya dia memilih untuk berjalan ke sofa untuk duduk di sana sembari menonton TV dan menunggu Calvin datang.


Lena memeluk Calvin sembari menangis dan itu membuat dirinya yang tidak tau apa-apa jadi bingung, Calvin yang langsung melihat ke arah dokter Lita untuk menanyakan apa penyebab Lena seperti itu, tapi dokter Lita hanya mengangkat bahunya dan langsung duduk di sofa yang tadi sempat ingin Lena dudukin.


"Hey, kamu kenapa menangis hmm?" Calvin melepaskan pelukan Lena dan langsung menatap mata Lena sembari menghapus air mata yang mengalir di pipinya.


Apa yang terjadi pada Lena benar-benar membuat Calvin bingung, pasalnya saat di tanya Lena tidak mengatakan apapun selain kata jangan pergi dan jangan sampai terluka karena dirinya tidak ingin melihat Calvin terbaring lemas di atas tempat tidur lagi. Lion yang paham dengan perkataan Lena langsung menghampiri dokter Lita untuk menanyakan apa benar ingatan Lena sudah kembali lagi atau belum, tapi jawaban yang dokter Lita berikan pada Lion masih sama yang di berikan pada Calvin tadi.


"Shhuutttt... Udah ya jangan nangis lagi, aku janji engga akan terluka ataupun kenapa-kenapa" karena Lena masih terus menangis akhirnya Calvin kembali membawa Lena ke dalam pelukannya.

__ADS_1


"Benar ya, janji kan?"


"Iya aku janji, tapi ngomong-ngomong engga biasanya kamu khawatir sama aku kayak gini loh, memangnya ada apa Len?"


Setelah mendapat pertanyaan itu, Lena bukannya menjawab malah memukul pelan bahu Calvin dan membuat Calvin langsung pura-pura kesakitan. Lena yang panik langsung mengusap-usap pelan bahu Calvin sembari meniupnya, hal itu malah membuat Calvin menahan tawanya dan bahkan yang lain juga sama halnya.


"Lena... Kali ini aku benar-benar serius tanya ke kamu, kenapa hari ini kamu sekhawatir itu sama aku?"


"Ck, dasar bodoh! Gimana aku tidak khawatir coba, kamu kan kekasih ku jadi sudah pasti aku akan menghawatirkan kamu. Apa lagi saat melihat kamu terbaring lemah dan tidak berdaya seperti kemarin lagi"


Perkataan Lena barusan membuat Calvin, Lion, dan dokter Lita membulatkan matanya. Karena mereka tidak menyangka kalau ingatan Lena ternyata memang sudah kembali lagi, padahal jarang sekali orang yang ingatannya kembali setelah di hilangkan oleh Ericson.


Calvin yang masih belum benar-benar percaya dengan semua hal itu terus-menerus menanyakan hal yang sama pada Lena, karena dia tidak ingin perasaan bahagianya hanya sesaat saja karena takut ingatan Lena baru kembali setengahnya saja.


"Calvin, dengarkan aku! Semua ingatan aku tentang kamu dan waktu yang kita habiskan bersama, memang benar-benar sudah kembali lagi dan aku minta maaf ya karena kemarin sudah berlaku kasar ke kamu"


"Itu tidak jadi masalah untuk ku, yang terpenting kamu bisa mengingat ku lagi. Makasih ya sayang... Makasih banyak kamu sudah ingat sama aku" Calvin lagi-lagi memeluk Lena dengan Erat, bahkan terkadang sampai membuat Lena sudah bernafas.


Disaat Lena dan Calvin melepas kerinduan masing-masing, Lion dan dokter Lita hanya bisa memandangi Calvin dan Lena saja. Karena mereka berdua sama-sama tidak memiliki pasangan, jadi tidak bisa merasakan apa yang Calvin dan Lena rasakan sekarang.

__ADS_1


__ADS_2