Pacar Tampanku Siluman Kucing

Pacar Tampanku Siluman Kucing
Jawaban Lena


__ADS_3

Sudah satu minggu lebih berlalu, tapi Lena belum memberikan jawaban apapun pada Calvin dan Calvinnya sendiri juga tidak menanyakannya pada Lena. Karena hari ini hati Lena sudah benar-benar siap jadi dia akan memberikan jawabannya, Lena juga langsung menghampir Calvin yang sedang fokus menonton TV sembari merebahkan tubuhnya di atas sofa. karena sudah satu minggu lebih Lena belum menjawab pernyataan cinta Calvin dan hari ini dia tidak mau menundanya lagi menjawabnya.


"Calvin, ada yang mau aku bicarain sama kamu" ucap Lena yang berdiri di hadapan Calvin dan menutupi layar TV.


"Kamu mau bicara Lena?" ucap Calvin yang tidak merubah posisinya.


"Coba kamu bangun dulu! masa aku bicara sambil berdiri begini sih" ucap Lena dengan kedua tangan di pinggang.


"Engga apa-apa ya kamu berdiri dulu Lena? soalnya aku lagi males banget buat bergerak" ucap Calvin sembari mencoba melihat ke arah TV yang tertutup tubuh Lena.


"Oh ya udah kalau kamu malas bergerak! padahal aku mau kasih jawaban atas pernyataan cinta kamu loh, kalau begitu aku engga jadi aja deh bicaranya"


Lena bersiap untuk pergi dari tempatnya, tapi Calvin langsung menahan tangan Lena dan mengubah posisinya menjadi duduk. Calvin yang sudah menunggu lama menanti jawaban dari Lena, tidak akan membiarkan Lena pergi dan melewatkan jawabannya begitu saja.


"Duduklah Lena! aku mau mendengar jawaban dari kamu" ucap Calvin sembari menepuk sofa di sampingnya.


Mendengar itu Lena bukannya duduk di samping Calvin malah mencoba melepaskan genggaman tangan Calvin untuk tetap pergi dari tempat dia berdiri sembari menahan tawanya, tapi Calvin malah menarik tangan dan membuatnya duduk dipangkuan Calvin.


Jantung Lena langsung berdetak sangat cepat saat berdekatan dengan Calvin, Lena mencoba untuk menetralkan detak jantungnya agar normal kembali sebelum Calvin mendengarnya. Tapi hal itu sangat sulit untuk Lena lakukan, karena wajah mereka hanya berjarak satu jengkal tangan saja.


Berbeda hal dengan Lena, Calvin malah terlihat biasa saja bahkan jantungnya berdetak sangat normal. Mungkin bisa di bilang Calvin seperti orang yang tidak punya perasaan apapun terhadap Lena, dia hanya menatap Lena dengan tatapan datarnya.


"Eum,, a-aku duduk di sini aja ya?" ucap Lena sembari tersenyum dan langsung pindah duduk di samping Calvin.


"Baiklah, jadi apa jawaban kamu Lena?"


"Iya, aku mau jadi kekasih kamu Vin" ucap Lena sembari menundukkan kepalanya dan memainkan jarinya.

__ADS_1


"Kamu serius Lena?" tanya Calvin yang langsung menjawab anggukan kepala dari Lena.


Calvin langsung tersenyum karena usahanya untuk menunggu salama seminggu lebih, akhirnya tidak sia-sia dia bisa membuat Lena menerima cintanya dan sekarang tugas Calvin adalah membuat Lena tambah mencintainya lagi agar semuanya berjalan lancar.


"Lena, makasih ya kamu sudah mau menerima aku menjadi kekasih mu" ucap Calvin dengan menggenggam kedua tangan Lena.


"Iya Vin, makasih juga ya kamu udah mau mencintai aku" ucap Lena dengan senyum di bibirnya yang penuh kebahagiaan.


"Karena kita baru aja jadian, jadi gimana kalau kita makan malam sama Kia juga? untuk merayakan aja" tambah Lena.


"Boleh, kamu mau di sini atau kita makan di restoran?"


"Restoran aja kali ya? kemarin aku ada liat restoran yang baru buka, namanya restoran Hokkaido dan mereka menjual shushi jadi kamu aman untuk makan selama itu bukan yang ikan. Gimana menurut kamu Vin?"


"Iya aku setuju, apapun yang kekasih ku bilang aku akan menyetujuinya" ucap Calvin sembari mengusap lembut surai rambut Lena.


"Apaan sih kamu tuh!" ucap Lena yang langsung memukul pelan lengan Calvin sembari malu-malu.


Saat Lena masuk ke dalam kamarnya, wajah Calvin langsung berubah menjadi sulit diartikan. Bahkan yang tadi sifatnya sangat Lembut berubah menjadi sosok yang dingin. Ada apa sebenarnya dengan Calvin? dan apa yang mau Calvin lakukan lagi pada Lena?.


Setelah Lena kembali dari kamarnya untuk memberitahu Calvin kalau Kia menyetujui ajakannya dan Lena juga menjelaskan alasan mengajak Kia dan kekasihnya makan kepada Calvin, jadi kalau nanti Kia tanya ulang Calvin punya jawaban yang sama dengan dirinya.


"Calvin, baju kamu udah aku siapin ya di dalam kamar. Jadi kamu bisa ganti baju sekarang dan aku juga mau siap-siap, soalnya aku janji ketemuan di sana jam setengah satuan"


"Iya Lena" ucap Calvin yang langsung pergi ke dalam kamarnya.


"Kenapa Calvin tiba-tiba kelihatan kayak engga mood gitu ya? apa dia lagi ada masalah?" ucap Lena dalam hatinya dan langsung bergegas untuk bersiap-siap.

__ADS_1


...****************...


Lena dan Calvin sampai lebih dulu di restoran, karena mereka tidak mau orang lain yang menunggu makanya mereka berangkat lebih awal dari jam yang di janjikan Lena.


"Maaf ya Len, Vin jalanannya macet banget makanya pacar gue jemputnya telat" ucap Kia sembari menarik kursi untuk dirinya duduk.


"Engga apa-apa santai aja sama gue, mendingan sekarang kita pesan aja biar lebih cepat nyobain rasa sushi di sini" ucap Lena yang langsung memberikan senyum ke Kia.


Mereka pesan berbagai macam sushi yang di sediakan, seperti: Maki Sushi untuk Calvin karena isi dalam sushinya itu daging bukan ikan, Nigiri Sushi untuk Lena, dan Sashimi untuk Kia dan kekasihnya.


Sambil menunggu makanan datang kebiasaan Lena dan Kia muncul, yaitu bergosip tentang suasana kantor sedangkan Calvin dan kekasih Kia hanya bisa menjadi penyimak saja.


Sampai akhirnya kekasih Kia marah, karena Kia tidak sengaja menceritakan pegawai baru yang wajahnya lumayan tampan. Dan akhirnya mereka menikmati makanan masing-masing dengan keadaan hening, bahkan Kia juga jadi pendiam dadakan.


"Len, makasih banyak ya traktirannya nanti kalau mau ajak gue jalan-jalan atau traktir lagi langsung telfon gue ya!" ucap Kia yang mencoba tersenyum walaupun dia sedang memikirkan cara berbaikan dengan kekasihnya.


"Iya, sama-sama Ki" ucap Lena dengan membalas senyuman juga.


"Kalau begitu gue pamit balik ya, kalian hati-hati pulangnya. Bye Len, Vin" ucap Kia sembari melambaikan tangannya.


"Iya lu juga hati ya, bye Ki" Lena juga melambaikan tangannya, sedangkan Calvin hanya tersenyum tipis.


Kia dan kekasihnya mulai menjauh, tapi masih terlihat jelas di mata Lena saat Kia mencoba membujuk kekasihnya untuk berbaikan dengannya. Lena tidak bergerak dari tempatnya sampai Calvin tiba-tiba menggenggam tangan Lena dan membawanya pulang.


"Calvin!"


"Iya ada apa Lena?"

__ADS_1


"Apa kamu juga akan marah saat aku membicarakan pria tampan lain?" tanya Lena sembari melihat wajah Calvin.


Calvin hanya dia dan tidak menjawab apapun, tapi Lena beberapa kali mengulang pertanyaan yang sama. Sampai akhirnya Calvin membuka suara, tapi bukan untuk menjawab pertanyaan Lena melainkan dia hanya mengatakan "fokuslah melihat ke depan saat berjalan Lena!"


__ADS_2