Pacar Tampanku Siluman Kucing

Pacar Tampanku Siluman Kucing
Rahasia Baru


__ADS_3

Walaupun perutnya masih terasa sakit, tapi Lena tetap ingin sarapan bersama dengan yang lainnya. Karena baik Kia ataupun Lita belum ada yang bercerita ke Lena, tentang hubungan mereka berdua dengan Lion dan Dion yang sebenarnya.


Saat ini Lena terus menatap Kia dan Lita secara bergantian sembari menyantap sarapannya, Calvin yang merasa bingung dengan yang dilakukan Lena langsung memegang tangannya agar Lena menoleh dan Calvin langsung bisa menanyakannya.


"Apa kalian berdua berpacaran dengan Lion dan Dion?"


Lena yang sudah tidak bisa menahannya lagi langsung bertanya pada Kia dan Lita dan pertanyaan Lena itu bukan hanya membuat Kia dan Lita tersendak, tapi Lion dan Dion juga langsung terbaruk-batuk saat mendengarnya.


"Aku ada kerjaan dari tuan Calvin yang belum selesai, jadi aku pergi dulu ya" Lion sudah bangun dari duduknya dan bersiap pergi dari sana.


"Aku juga tadi di panggil tuan Ericson" Dion juga sudah bersiap untuk bangun dari duduknya.


"Tidak ada yang boleh pergi dari sini, sebelum kalian menjawab pertanyaan ku. Jadi kalian berdua duduk kembali!" Lena menatap Lion dan Dion secara bergantian dengan tatapan tajamnya.


Dion dan Lion akhirnya duduk kembali di kursi mereka masing-masing, suasana ruang makan seketika menjadi hening. Sampai akhirnya ponsel Calvin berdering dan membuat semuanya menoleh ke arah Calvin.


"Lena... Apa aku boleh angkat telpon dulu?"


Calvin yang juga takut dengan tatapan Lena tadi, dirinya bertanya dengan sedikit ragu-ragu. Karena Calvin takut Lena kembali marah seperti tadi, tapi untungnya Lena mengizinkannya, jadi untuk sesaat Calvin bisa menghindari suasana dingin di ruang makan.


Setelah Calvin pergi Lena kembali membuat suasana menjadi tegang dengan menatap mereka berempat satu persatu, tapi saat Lena menatap mereka malah berpura-pura melakukan sesuatu untuk menghindari tatapan Lena.


"Jadi kalian semua belum ada yang mau cerita dengan ku ya?" Lena menyenderkan badannya di sandaran kursi sembari melipat tangannya di depan dada.


Lima belas menit sudah berlalu dan masih belum ada jawaban apa-apa dari salah satu mereka, Lena juga sudah semakin bosan menunggu dalam suana hening saja.


"Baiklah... Kalau salah satu dari kalian tidak ada yang mau berbicara, aku tidak akan memaksanya lagi" Lena bangun dari duduknya dan hendak pergi meninggalkan mereka berempat, tapi baru beberapa langkah dirinya kembali berhenti.


"Iya Len, gue sedang berpacaran sama salah satu dari mereka" Kia saling menatap dengan Lion, Lion langsung menyetujui keputusan Kia untuk memberitahu Lena.


Lion sengaja menyetujui Kia untuk memberitahu Lena, karena Lion tau kalau Kia tidak ingin Lena marah padanya. Lagipula Lion berpikir untuk apa kabar baik harus di sembunyikan, akan lebih baik kalau semua orang mengetahuinya.

__ADS_1


"Lu pacaran sama siapa Ki? Dion atau Lion?" Lena kembali menghampiri meja makan sembari tersenyum.


"Sama Lion, gue baru jadian sama Lion kemarin Len"


"Kemarin? Bukannya kemarin kalian masih sempat tidak akur ya?" Lena duduk kembali di kursinya untuk mendengarkan cerita Kia.


Kia langsung menceritakan awal dirinya bisa jadian dengan Lion, dari mulai kejadian di taman hiburan sampai kejadian di bioskop.


"Wah! Selamat ya buat kalian berdua gue senang dengarnya" Lena tersenyum sembari melihat Kia dan Lion.


Calvin yang baru kembali ke meja makan langsung melihat perubahan Lena, dari yang tadinya marah-marah menjadi senang dan itu membuat Calvin menjadi bingung.


"Ada apa? Kamu kelihatan senang banget" Calvin memegang bahu Lena sebentar dan langsung kembali duduk di kursi samping Lena.


"Ada kabar baik dari Kia sama Lion" Lena tersenyum ke Calvin.


"Kabar baik apa?" Calvin langsung melihat Lena, Kia, dan Lion bergantian.


"Ini beneran Li?"


"Iya tuan itu benar, saya dan Kia sudah jadian"


"Baguslah, jaga sahabat Lena baik-baik. Kalau kamu sakiti dia bisa habis kamu sama Lena"


"Iya tuan, pasti saya akan jaga Kia" Lion tersenyum ke Kia.


Berbeda dengan Kia dan Lion yang saat ini sedang merasa bahagia, tapi Lita dan Dion malah panik karena takut hubungannya akan terbongkar.


Dion dan Lita memang sudah jadian, tapi Dion meminta merahasiakan hubungan mereka. Karena ada alasan yang Dion belum bisa jelaskan pada Lita, tapi itu tidak masalah untuk Lita sama sekali asalkan Lita bisa bersama dengan Dion.


"Oke, Kia dan Lion udah mengakui kalau meraka jadian. Berarti tinggal kak Lita dan Dion sekarang, jadi gimana? Apa kalian berdua jadian"

__ADS_1


Lita dan Dion tidak ada yang menjawab sama sekali, Dion sibuk mengikuti bentuk cangkir dengan jarinya. Sedangkan Lita malah menundukkan kepalanya, Lena yang melihatnya menjadi bingung dan bertanya-tanya ada apa dengan mereka berdua.


"Ka Lita? Sebenarnya ada apa dengan kalian berdua?"


"Tidak apa-apa Len, aku ke kamar dulu ya" Lita tersenyum tipis dan langsung pergi ke kamarnya, sedangkan Lion masih melakukan hal yang sama.


Lena, Calvin, Kia, dan Lion hanya menatap kepergian Lita dengan bingung. Pasalnya Lita terlihat sangat murung dan sedih, membuat Lena dan Kia menjadi khawatir dengannya.


"Len, kak Lita baik-baik aja kan?" Lena hanya menggeleng pelan, karena Lena juga tidak tau apa yang sedang di pikirkan dengan Lita.


Lena yang sudah bersiap untuk menghampiri Lita di kamarnya langsung di tahan oleh Calvin, dan Calvin langsung mengajak Lena untuk berbicara berdua saja di teras rumah.


"Ada apa? Kenapa kamu bawa aku ke sini?" Lena duduk di bangku yang ada di teras.


"Aku ingin bahas mengenai Lita dan Dion"


"Lita dan Dion? Memangnya ada apa dengan mereka berdua?"


"Iya, sepertinya ada yang di sembunyikan Dion dan Lita dari kita"


"Memangnya apa yang di sembunyikan mereka berdua?" Lena menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


"Aku juga tidak tau pastinya, tapi nanti aku coba bicarakan dengan Dion ya. Siapa tau dia mau cerita" Calvin mengusap surai rambut Lena, sedangkan Lena hanya menganggukkan pelan kepalanya.


Setelah perkataan Calvin tadi Lena jadi semakin kepikiran lagi dengan rahasia yang disembunyikan Lita darinya, Lena padahal ingin sekali berbicara juga dengan Lita. Tapi Calvin lagi-lagi menahannya dan meminta untuk Lena bersabar dulu sampai dirinya mengetahui permasalahannya.


"Dari pada kamu pusing, lebih baik sekarang kita beli es krim gimana?"


"Oke aku setuju, aku juga akan ajak Kia dan Lion ya" Lena langsung masuk ke dalam rumah untuk memanggil Kia dan juga Lion.


Mereka berempat langsung pergi ke supermarket terdekat meninggalkan Lita dan Dion di rumah, bukannya mereka tidak ingin mengajak Lita dan Dion tapi Calvin sengaja memberi mereka berdua ruang untuk membicarakan masalah mereka sampai selesai.

__ADS_1


__ADS_2