
Pagi pagi sekali Lena sudah bangun untuk menyiapkan sarapan dan beberapa ekor ikan yang sudah di bumbui untuk di bawa bersamanya agar tidak repot kalau kalau nanti tiba tiba Calvin meminta ikan goreng untuk dirinya.
"Calvin, ayo sarapan dulu! nanti keburu Kia datang jemput" ucap Lena dengan nada sedikit berteriak dan sambil menyiapkan bubur ayam di atas meja.
"Iya aku sudah di sini Lena" ucap Calvin yang sudah berdiri di samping Lena dengan membawa koper dan tas kecil milik Lena.
Semua barang yang akan di bawa hari ini memang sudah di siapkan Lena dari semalam, tapi Calvin bersikeras ingin mengeceknya kembali katanya takut Lena melupakan sesuatu karena kecerobohannya.
Lena yang malas berdebat dengan Calvin lagi, akhirnya mau tidak mau mengalah dan membiarkan Calvin melakukan apapun yang dia inginkan. Asalnya itu hal yang masih wajar dan masuk di akal, tapi tidak dengan menggunakan kekerasan.
"Apa kamu buat buburnya sendiri Lena?" ucap Calvin sambil mengaduk buburnya.
"Iya, ini pertama kali aku buat. cobalah!" Lena langsung memakan buburnya sesuap demi sesuap.
Calvin pun juga langsung mencobanya dan dia juga terlihat sangat menikmatinya, jadi Lena rasa Calvin menyukai bubur buatannya.
Walaupun Calvin tidak menghabiskan semuanya, dia hanya memakan bubur dan ayamnya saja.
"Lena... ayo kita berangkat sekarang! lu udah siap kan?" ucap Kia sambil duduk di sofa ruang tamu.
"Bentar ya, aku temuin Kia dulu" ucap Lena dan langsung pergi menghampiri Kia, sedangkan Calvin membereskan mangkok kotor tapi tidak di cucinya.
"Berisik ih gue lagi sarapan tau! lu udah sarapan belum?" Lena langsung duduk di samping Kia.
"Udah, tadi gue udah sarapan sama ayang gue" ucap Kia sambil senyam senyum sendiri.
__ADS_1
"Oh Oke deh, terus dimana pacar lu sekarang?" tanya Lena sambil celangak celinguk ke arah pintu.
"Dia tunggu di mobil, katanya mau ngegame bentar sambil nunggu lu. Oh iya lu sama Calvin gimana udah baikan?" Kia berbicara dengan suara berbisik, karena takut di dengar Calvin.
Belum sempat Lena menjawab pertanyaan Kia, Calvin muncul dan langsung mengajak mereka berdua untuk berangkat sekarang. Tapi pertanyaan Kia tadi sudah terjawab dengan kehadiran Calvin di rumah Lena, walaupun Lena engga menjawab secara langsung dan untuk cerita gimana mereka bisa baikan bisa Kia minta saat sampai di sana.
Karena yang menyetir mobil kekasihnya Kia, jadi mereka berdua lah yang duduk di kursi depan. Sedangkan Lena dan Calvin duduk di bangku belakang, Kia yang melihat mereka jarang kumpul bersama langsung berencana untuk mengajak mereka sekalian liburan setelah pekerjaan selesai.
Lena dan yang lain hanya bisa mengikuti keinginan Kia, karena kalau keinginannya tidak terpenuhi biasanya Kia akan terus memaksa dan itu buat kepala mereka menjadi pusing.
...****************...
Ditengah perjalanan Calvin membisikkan sesuatu kepada Lena dan akhirnya Lena terpaksa meminta kekasih Kia untuk menghentikan mobilnya sebentar dengan alasan dirinya sudah tidak tahan ingin membuang air kecil, untungnya di depan tepat ada rest area jadinya mereka bisa berhenti di sana.
Setelah mobil berhenti Lena dan Calvin langsung turun dan berlari masuk ke dalam supermarket untuk menggunakan toilet mereka, Calvin yang sudah tidak bisa menahannya lagi berlari masuk lebih dulu dan membuat orang di sana menatap mereka dengan bingung.
Calvin sudah berubah menjadi kucing saat Lena masuk ke dalam, rasa panik yang langsung menyerang Lena karena dia bingung harus melakukan apa? dan kenapa bisa Calvin tiba tiba berubah tanpa memakan ikan goreng?.
"Kenapa bisa kayak gini sih?" tanya Lena sambil berjongkok di hadapan Calvin.
"Sepertinya tubuh ku kelelahan, karena sudah tiga hari aku tidak makan ikan dan berubah menjadi kucing" ucap Calvin dengan tatapan menyesal walaupun Lena tidak bisa melihat itu.
Seharusnya Calvin menuruti perkataan Lena untuk tidak ikut dengannya dan sekarang dirinya malah membuat Lena repot harus menunggu dirinya berubah menjadi manusia kembali, karena itu membutuhkan waktu yang tidak sebentar.
Sudah satu jam lebih Lena menunggu Calvin berubah kembali, tapi belum ada hasil apa apa bahkan Kia sudah lima kali menelfon Lena dan tidak ada satupun panggilan yang di angkatnya. Karena Lena bingung harus bilang apa pada Kia, walaupun begitu Kia tidak menyerah dia mengirim chat ke Lena dan berkata "kalau dalam lima menit kalian tidak kembali ke mobil, gue akan samperin kalian berdua!"
__ADS_1
"Maafin aku Lena, seharusnya aku mendengarkan kamu dan lebih baik kamu keluar sekarang! katakan pada Kia aku tidak jadi ikut dengan kalian karena ada sedikit masalah" ucap Calvin dengan suara lirih.
"Sudah engga perlu minta maaf dan aku juga engga mau bilang seperti itu!"
Walaupun Lena bilang tidak masalah, tapi tetap saja rasa paniknya tidak dapat dipungkiri apalagi waktunya tinggal satu menit lagi dan engga mungkin dia membawa Calvin keluar seperti ini apalagi bertemu dengan Kia.
Suara ketukan pintu membuat suasana semakin tegang dan karena itu terus berlanjut, mau tidak mau Lena membuka pintu itu perlahan dan Lena hanya membukanya sedikit hanya untuk mengeluarkan kepalanya saja.
"Ngapain lu masih di sini? Calvin mana?" tanya Kia dengan kedua tangannya di depan dadanya.
"I-itu gue sakit perut, tapi belum bisa buang air besar dari tadi dan kalau Calvin kan a-ada di depan masa lu engga lihat sih!" ucap Lena yang gugup membuat Kia curiga pada sahabatnya itu.
"Di depan engga ada siapa siapa, kalau gitu sini biar gue temenin lu dulu di dalam" Kia melangkahkan kakinya lebih dekat dengan pintu.
"Eh eh engga usah! emangnya gue anak kecil harus di temenin segala, udah mendingan lu tunggu di mobil aja bentar lagi gue selesai kok" Ucap Lena sambil berjaga jaga takut Kia menerobos masuk ke dalam.
"Pokoknya gue maksa mau nemenin lu di dalam sampai lu udah bener bener mau buang air besar!" Ucap Kia yang langsung mendorong pelan pintu kamar mandi di sana.
Lena menahan pintu itu agar tidak terbuka, tapi Kia terus mendorongnya. walaupun Lena sudah berusaha sekuat tenaga mempertahankan pintunya dari dorongan Kia, tapi itu tidak menghentikannya dan malah semakin kuat mendorongnya hingga pintunya benar benar terbuka lebar.
Setelah pintu terbuka Kia hanya terdiam tanpa berkata apapun, jadi Lena berpikir dirinya sudah ketahuan dan harus segera menjelaskan semuanya pada Kia. Tapi baru saja Lena membuka mulutnya untuk menjelaskan, Kia sudah terlebih dahulu berbicara.
"Apaan nih? ngapain ada dia di sini?" tanya Kia sambil menunjuk ke arah dalam kamar mandi.
"Hah! maksudnya Ki?" Lena yang bingung hanya menggaruk kepalanya yang tidak gatal, tanpa ingin berbalik untuk melihatnya.
__ADS_1
"Ngapain kalian ada di dalam kamar mandi berduaan?" Kia berjalan menghampiri Calvin dan Lena langsung berbalik untuk melihat ke arah Calvin juga.
Lena akhirnya bisa bernafas lega, karena Calvin sudah kembali menjadi manusia jadi dia tidak perlu menjelaskan semua ke Kia. Tapi sepertinya dia harus menjelaskan masalah yang lebih rumit lagi, semuanya harus Lena yang menjelaskan karena Calvin hanya terdiam saja.