Pacar Tampanku Siluman Kucing

Pacar Tampanku Siluman Kucing
Kembali Pulang


__ADS_3

Lena yang sudah mulai pulih akan kembali menagih janjinya pada Calvin yang berkata bahwa dirinya ingin mengantar Lena kembali pulang ke rumah, tapi sayangnya hari ini Calvin sedang tidak ada di rumah sehingga Lena mau tidak mau harus menunggunya kembali.


Kali ini Lion juga benar-benar di buat pusing oleh Lena yang sedari tadi terus menanyakan kapan Calvin akan kembali dan apa Calvin sudah kembali atau belum, bahkan Lion berharap Calvin segera kembali agar dia yang mengurus Lena.


Sampai malam hari pun Calvin masih belum juga pulang ke rumah, jadi mau tidak mau Lion harus kembali menemui Lena untuk mengajaknya makan malam bersama dengannya dan dokter Lita.


Saat Lion menghampiri Lena di taman belakang dia terlihat seperti sedang memikirkan sesuatu dan yang ada dipikiran Lion saat itu apa mungkin Lena benar-benar ingin Calvin cepat pulang, karena Lena sampai tidak mau makan sebelum Calvin kembali ke rumah.


"Tapi non, kalau non Lena belum makan pasti tuan muda akan marah pada saya"


"Kamu tenang saja! Saya yang akan menjamin Calvin tidak akan marah pada kamu ataupun dokter Lita, jadi tolong tinggalin saya sendiri dulu ya"


"Hah... Baiklah non Lena saya akan pergi, asalkan saat tuan muda Calvin kembali non Lena harus makan"


"Iya nanti aku makan setelah tuan kamu itu kembali"


"Baik non Lena"


Lion langsung membungkukkan sedikit badannya dan pergi meninggalkan Lena untuk kembali ke meja makan bersama dengan dokter Lita.


Baru beberapa suapan Lion menyantap makanannya, Calvin kembali ke rumah itu bersama pengawal yang ayahnya berikan beberapa waktu lalu.


Calvin yang hanya melihat cuma ada Lion dan dokter Lita di meja makan, dirinya langsung menanyakan keberadaan Lena pada Lion dan alasan kenapa Lena tidak ikut makan bersama yang lainnya.


Lion yang mendapat pertanyaan itu langsung menghentikan makannya dan menjelaskan semua yang Lena lakukan dari pagi sampai sekarang dirinya menolak untuk ikut makan bersama Lion.


Setelah mendengar cerita dari Lion, Calvin langsung berlari ke taman belakang untuk menemui Lena dan meminta maaf padanya karena Calvin benar-benar lupa bilang ke Lena kalau dirinya sedang ada urusan yang di berikan ayahnya.


"Lena....." ucap Calvin yang sudah berada di belakang Lena, Lena pun langsung membalikkan badannya ke arah Calvin.


"Calvin, kamu sudah kembali?"

__ADS_1


"Iya, aku sudah kembali... Oh iya, tadi aku dengar dari Lion kamu mencari ku terus ya? Memangnya ada apa?"


"Hah... Apa kamu sudah lupa dengan janji mu? Bukankah kamu berjanji ingin mengantarkan aku pulang ke rumah setelah pulih?"


"Oh, jadi karena itu kamu mencari ku? Apa dokter Lita sudah menyatakan kalau kamu sudah benar-benar pulih?"


"Dokter Lita belum bilang apapun padaku, tapi aku kan sudah bisa berjalan lagi sekarang. Jadi aku sudah bisa pulang dan melanjutkan pengobatan dengan dokter Lita setelah aku pulang ke rumah saja"


Calvin terdiam sebentar untuk memikirkan jawaban apa yang selanjutnya akan dirinya berikan pada Lena, karena kalau Calvin sampai melarangnya lagi takutnya Lena akan menarik diri.


"Calvin, jadi kapan kamu mengantar aku pulang? Apa besok bisa?" tanya Lena yang langsung membuyarkan lamunan Calvin.


"Aku lihat dulu ya... Semoga besok aku tidak ada kerjaan lagi, jadi biar aku bisa antar kamu. Tapi kalau besok aku ada kerjaan, kamu mau kan menunggu dulu?"


"Eum, baiklah! Tapi jangan terlalu lama ya, karena aku takut sahabatku akan mencari nantinya"


"Iya aku usahakan tidak akan lama ya" Kevin tersenyum sembari mengusap pelan surai rambut Lena.


"Lena, bagaimana kalau sekarang kita makan dulu?" Lena langsung menganggukkan kepalanya.


Calvin dan Lena langsung ikut bergabung dengan Lion dan dokter Lita untuk menyantap hidangan makan malam mereka, tapi saat melihat makanan yang ada di atas meja Lena langsung kembali diam.


Saat Calvin baru akan memasukkan makanannya ke dalam mulut, dirinya melihat ke arah Lena yang masih belum mengambil makanan apapun ke dalam piringnya.


"Kenapa kamu tidak makan, hmm?" tanya Calvin sembari meletakkan kembali sendok yang di pegangnya ke atas piring.


"Aku... Aku masih belum merasa lapar saja kok"


"Belum merasa lapar ya? Apa kamu yakin? Soalnya aku dengar perut kamu sudah berbunyi sejak tadi" Calvin yang tersenyum tipis ke Lena.


Lena hanya menundukkan kepalanya saja karena malu kalau Calvin mendengar suara perutnya, padahal perut Lena memang terasa lapar sekali. Tapi kali ini dia tiba-tiba ingin makan nasi goreng udang, dan yang memasaknya harus Calvin bukan orang lain ataupun beli.

__ADS_1


"Kenapa? Apa makanannya bukan yang kamu suka ya? Mau aku buatkan makanan lain?"tanya Calvin sembari mendekati wajahnya ke Lena.


"Apa itu tidak merepotkan kamu?"


"Sama sekali tidak, jadi kamu mau aku buatkan makanan apa?"


"Nasi Goreng udang, apa boleh?"


"Tentu, kalau begitu kamu tunggu di sini sebentar ya!"


Setelah memberikan senyumannya pada Lena, Calvin langsung pergi ke dapur untuk membuat nasi goreng yang sesuai permintaan Lena.


Sekarang memang Calvin belum bisa membuat Lena kembali lagi padanya, tapi setidaknya hari ini Calvin bahagia. Karena Lena masih bisa punya keinginan untuk memakan masakan Calvin, walaupun tadi harus malu dulu saat bilang.


Beberapa menit sudah berlalu dan akhirnya masakan yang Calvin buat sudah di hidangkan di depan Lena, hanya tinggal menunggu Lena untuk memakannya saja.


"Di habiskan ya makannya" ucap Kevin sembari duduk kembali di kursinya dan tersenyum ke Lena, sedangkan Lena hanya menganggukkan kepalanya saja dan langsung memakan dengan lahap nasi goreng buatan Calvin.


Lion yang tidak ingin mengganggu kebersamaan tuan mudanya dengan Lena langsung mengajak dokter Lita untuk pergi ke luar dan mencari udara segar, untungnya dokter Lita juga mengerti dan langsung mengiyakan ajakan Lion.


Lena lebih dulu menghabiskan makanannya di bandingkan Calvin, karena sebagai rasa terima kasih Lena pada Calvin akhirnya Lena menemani Calvin makan sampai selesai makan.


"Kamu istirahat saja! Supaya bisa lebih pulih lagi, biar ini nanti aku saja yang bereskan" ucap Calvin yang melihat Lena menumpuk piring kotor miliknya dan milik Calvin.


"Engga apa-apa biar aku aja, lagian cuma sedikit kok piring kotornya" Lena tersenyum sebentar ke Calvin dan langsung pergi ke dapur buat cuci piring.


Saat cuci piring Lena masih memikirkan rasa nasi goreng yang dirinya makan, ada perasaan dalam diri Lena yang mengatakan kalau dia sudah pernah memakan masakan itu. Tapi sayangnya dirinya lupa dan sangat sulit untuk mengingatnya kembali.


"Sebenarnya siapa Calvin? Apa dia benar-benar kekasih ku? Tapi kenapa tidak ada sedikitpun kenangan yang tersimpan saat pergi bersama" ucap Lena dalam hatinya.


"Sebenarnya hatiku masih antara yakin dan engga sih kalau Calvin itu kekasih ku, tapi kalau ternyata benar bagaimana ini? Aku tidak bisa mengingat apapun tentang dirinya" tambah Cilla sembari berdiri dengan bertopang pada wastafel.

__ADS_1


__ADS_2