
Pagi tadi Calvin berhasil membuat Lena kesal dengannya, sedangkan Lion juga berhasil membuat Kia bingung oleh tingkah laku Lion yang tiba-tiba berubah menjadi dingin ke Kia. Jadi sekarang mereka tinggal menyerahkan sisanya pada Ericson untuk mengajak Lena dan Kia ke taman bunga yang tidak jauh dari castle, karena Calvin dan Lion akan melamar kekasih mereka masing-masing di sana.
Awalnya Lena terus menolak ajakan Ericson karena dirinya sedang kesal dan tidak mood untuk pergi kemana-mana, tapi Ericson terus memaksanya dan bahkan Kia juga ikut membantu ayah angkatnya untuk membujuk Lena agar ikut pergi bersama mereka. Lena yang lelah tangannya di tari-tarik oleh Kia, akhirnya terpaksa ikut dengan mereka berdua.
Saat sampai di taman mood Lena sedikit membaik lagi, karena melihat banyak bunga-bunga yang bermekaran di taman. Lena memang suka melihat bunga yang sudah mekar, apalagi kalau jumlahnya banyak dan warnanya juga bermacam-macam. Bagi Lena melihat hal itu menjadi daya tarik tersendiri untuknya, bahkan bisa menenangkan pikirannya untuk sesaat.
"Bagaimana? Apa kalian suka tempat ini?" Ericson tersenyum ke arah Lena dan Kia, Kia tidak menjawab pertanyaan ayahnya dengan kata-kata melainkan dia hanya menyengir saja.
"Suka yah, aku suka banget! Makasih ya yah udah ajakin aku ke sini" Lena membalas senyuman Ericson.
"Baguslah kalau kalian menyukainya, kalau begitu ayo! Kita ke tempat bunga lavender" Ericson mengusap surai rambut ke dua anaknya dan langsung berjalan lebih dahulu sebagai pemimpin jalan untuk Lena dan Kia agar tidak tersesat.
Saat mereka bertiga sampai di kebun bunga lavender sudah ada Calvin dan Lion yang menunggu di tengah kebun, hanya Lena dan Kia yang masuk ke dalam kebun. Tapi karena Lena masih kesal dengan Calvin, setelah dia melihat Ericson tidak ikut masuk ke kebun Lena berniat ingin kembali ke castle dan Kia yang mengetahuinya malah langsung menarik Lena untuk berjalan mendekati Calvin dan Lion.
Saat melihat Lena tepat berada di depannya Calvin langsung tersenyum dan meminta maaf pada Lena atas yang dilakukannya tadi, setelah menjelaskan panjang lebar Calvin langsung berlutut di hadapan Lena sembari memegang kotak cincin dan begitu juga yang dilakukan Lion.
"Lena, apa kamu bersedia menikah dengan ku dan menjalani hidup bersama ku untuk selamanya?"
__ADS_1
"I-ini beneran? Aku engga lagi mimpi kan Vin?" Kevin menggeleng pelan sembari tersenyum.
"Kamu engga lagi bermimpi, jadi apa kamu mau menikah dengan ku Lena?" Lena langsung menganggukkan kepalanya sembari tersenyum tipis.
Setelah Calvin dan Lion selesai memasangkan cincin di jari manis Lena dan Kia, tiba-tiba saja segerombolan pengawal dari klie kucing hitam yang berjalan ke arah mereka berempat berdiri. Kevin dan Lion langsung maju dan berdiri di depan Lena dan Kia, untuk melindungi pasangan mereka masing-masing.
"Nona... Maaf kami terlamba untuk menemui anda, tapi untunglah kami bisa menemukan anda lagi tepat waktu" dari sekian banyak pengawal yang datang, hanya dua orang yang berdiri di hadapan Calvin dan Lion, setelah itu mereka langsung membungkukkan badannya di hadapan Lena dan Kia walaupun terhalang Calvin dan Lion.
Bukan hanya Calvin dan Lion yang bingung dan langsung menoleh ke arah Lena dan Kia saat mendengar hal itu, tapi Lena dan Kia juga langsung membulatkan matanya dan saling menatap satu sama lain.
"Apa anda pangeran kucing putih, tuan muda Darian?"
"Iya benar, saya Calvin Darian. Lantas kalian siapa?"
"Sebelumnya perkenalkan nama saya Tito tuan Darian, saya pengawal pribadi dari klien kucing coklat yang sengaja di utus oleh raja kami untuk mencari dan menjemput ke dua putri raja kami yang hilang dari sejak tujuh tahun lalu dan sekarang kami sudah berhasil menemukan ke dua nona kami di sini"
"Apa yang kalian maksud adalah mereka berdua?" Calvin menoleh sebentar ke arah Lena dan Kia.
__ADS_1
"Iya benar tuan Darian, mereka berdua adalah nona kami yang selama ini telah hilang"
Calvin sedikit curiga dengan orang yang tiba-tiba datang dan bilang kalau Lena dan Kia ada putri dari raja kucing coklat, pasalnya bagaimana bisa baik Lena ataupun Kia yang sama-sama manusia dalam sekejap bisa menjadi seorang putri dari raja siluman kucing.
Demi menghindari masalah yang akan terjadi akhirnya Calvin memutuskan untuk mengajak pengawal itu ke castle agar bisa bertemu dengan ayahnya di sana, karena Calvin yakin ayahnya lebih tentang cara menangani masalah seperti itu.
"Kalau begitu kita bicarakan hal ini lebih lanjut lagi di castle kami saja, bagaimana?"
Sebelum Calvin mengajak mereka ke castle Calvin melihat ke arah Lion terlebih dahulu, dan mereka terlihat seperti sedang membicarakan sesuatu. Karena Lion terlihat mengerti apa yang di maksud dengan tatapan mata Calvin ke arahnya.
"Baiklah, kami setuju dengan anda tuan Darian"
"Kalau begitu, silahkan ikuti kami" Calvin berjalan lebih dulu sembari menggenggam tangan Lena
Sepanjang perjalanan Calvin terus menggenggam erat tangan Lena, begitupun juga dengan Lion. Calvin takut kalau nanti di tengah perjalanan orang itu akan berbuat macam-macam atau melakukan hal yang membahayakan untuk Lena.
Saat sampai di castle hanya dua orang pengawal yang tadi mendekat ke arah Calvin dan Lion saja yang di perbolehkan masuk ke dalam dan sisanya menunggu di luar, karena untuk menghindari hal yang tidak di inginkan terjadi.
__ADS_1