
Dua minggu setelah acara resepsi pernikahan Calvin dan Lena yang ke dua, Ericson dan David mengadakan pertemuan keluarga untuk memberikan hadiah pernikahan untuk ke dua pasangan pengantin baru itu. Tapi berhubung Kia dan Lion masih berada di kediaman orang tua Lion, jadinya Ericson dan David akan memberikan hadiahnya setelah mereka pulang.
Berbeda dari Dario yang memberikan hadiah sederhana berupa baju tidur untuk pasangan, Ericson dan David justru memberikan hadiah bulan madu yang sudah di rencanakan dan persiapkan khusus oleh Ericson dan juga David untuk kedua pasangan pengantin itu. Bahkan Ericson juga bersedia mengerjakan pekerjaan Calvin, agar mereka bisa berbulan madu dengan tenang.
Tempat yang di persiapkan Ericson dan David berada di dunia manusia, jadi Lena dan Calvin berangkat sejak pagi tadi dan saat ini mereka berdua sudah berada di tempat yang di persiapkan kedua ayahnya itu. Bahkan Lena terlihat sangat menyukai tempat bulan madunya, karena selain tempat penginapannya yang bersih tempat itu juga berada di dekat pantai.
Lena yang baru saja selesai mandi langsung menghampiri suaminya yang masih sibuk mengeluarkan baju mereka dari dalam koper "Vin, aku mau masak dulu ya. Biar nanti setelah kamu selesai beresin baju-bajunya ke dalam lemari, kamu jadi bisa langsung makan"
Kali ini Calvin mengiyakan perkataan Lena hanya dengan menganggukkan kepalanya saja, awalnya Lena merasa aneh karena tidak biasanya Calvin tidak menjawab dengan perkataan. Berhubung Lena sudah mendapatkan persetujuan dari suaminya dia menunda pikirannya itu dan langsung melangkahkan kakinya untuk menuju dapur, karena Lena takut tidak keburu selesai masak sampai jam makan malam tiba.
__ADS_1
Saat Lena baru melangkahkan kakinya beberapa langkah tiba-tiba Calvin membuka suaranya dan mengajukan pertanyaan yang membuat Lena kembali berhenti. "Mau sampai kapan?"
"Maksudnya? Sampai kapan apa Vin?"
Calvin menghela nafas kasarnya dan langsung berjalan menghampiri Lena. "Aku ini sudah menjadi suamimu bukan?"
Lena mengangguk pelan dan menatap Calvin dengan ekspresi bingung sembari menggaruk tengkuk lehernya yang tidak gatal "Bukannya itu sudah jelas ya, lalu kenapa kamu pertanyakan lagi?"
"Memangnya kamu mau di panggil dengan sebutan apa?" Lena memegang ke dua pipi Calvin.
__ADS_1
"Apa saja, tapi yang bagus untuk pasangan suami istri"
"Eum... Baiklah, nanti akan aku pikirkan nama panggilan yang bagus ya. Sekarang aku mau pergi masak dulu, takutnya kamu nanti jadi terlambat makan" Lena mengusap pipi kanan Calvin dengan ibu jarinya sembari memberikan senyumannya.
Setelah Calvin menyetujuinya Lena langsung cepat-capat pergi ke dapur, karena dia takut kalau nanti Calvin membicarakan hal lain lagi dan membuatnya tidak jadi-jadi memulai masaknya.
"Enaknya masak apa ya? Aku lihat bahan makanannya saja dulu deh, nanti baru tentuin mau masak apa" Lena berbicara dengan dirinya sendiri sembari berjalan ke arah kulkas.
Lena langsung menganga saat membuka kulkas berwarna hitam "Wah! Ternyata di dalam kulkas sudah lengkap dengan berbagai sayuran dan semua bahan makanan ini bahkan bisa cukup sampai sebulan"
__ADS_1
Ericson dan David sengaja membeli semua sayuran yang ada di supermarket, karena bukan hanya sebagai stok makanan Lena dan Calvin agar cukup sampai tiga hari saja. Tapi juga mereka tidak tau harus membeli sayuran apa saja, jadinya mau tidak mau Ericson dan David membeli semuanya.
Lena yang sudah tau ingin membuat apa untuk makan malam mereka langsung memulai membuatnya, bahkan hanya butuh setengah jam saja untuk Lena bisa menyelesaikan masakannya dan memanggil Calvin untuk makan bersama dengannya.