Pacar Tampanku Siluman Kucing

Pacar Tampanku Siluman Kucing
Permohonan Maaf


__ADS_3

Calvin datang ke rumah Kia dengan membawa makanan ke sukaan Lena sebagai tanda permintaan maafnya, tapi sayangnya Lena tidak mau menemui Calvin dan malah meminta Kia untuk mengusirnya.


Sebenarnya Kia juga merasa kasihan pada Calvin, pasalnya dia melihat wajah Calvin yang sangat kusut dan seperti kurang tidur. Bahkan Kia juga melihat plester kecil di sudut bibir Calvin.


"Apa Calvin sampai berkelahi cuma gara-gara bertengkar dengan Lena?" ucap Kia dalam hatinya.


"Kia apa boleh saya menemui Lena langsung?"


"Aduh... Gue saranin sebaiknya lu jangan temuin Lena sekarang deh! takutnya dia malah tambah marah sama lu, karena lu tetap maksa buat ketemu dia. Jadi biarin dia tenang dulu aja ya Vin"


"Sebaiknya sekarang lu pulang dulu aja buat istirahat dan urusan Lena serahkan semuanya sama gue, biar nanti gue coba bicara lagi sama Lena" tambah Kia sembari menepuk bahu Calvin.


Sesaat Calvin menundukkan kepalanya dan berpikir sejenak tentang yang di katakan oleh Kia, apa yang dikatakan Kia memang benar bahwa Lena butuh ketenangan dulu dan mau tidak mau Calvin harus bisa menunggu itu baru dirinya bisa bicara lagi pada Lena.


Menunggu bukan masalah untuk Calvin, tapi masalahnya sekarang Calvin sangat merindukan segala hal tentang Lena. Mulai dari perhatian Lena, senyum Lena, bahkan dirinya rindu saat Lena mengusap lembut kepalanya.


"Vin... Kalau lu mau memperjuangkan maaf dari Lena, kondisi lu juga harus sehat jangan kayak gini"


"Iya Ki, kalau begitu saya pulang dulu dan tolong pastikan Lena memakan ini sampai habis" ucap Calvin sembari memberikan kotak makan yang berisi nasi goreng udang kepada Kia.


"Oke, nanti gue akan paksa Lena buat makan ya" ucap Kia sembari tersenyum tipis.


Setelah berpamitan Calvin langsung meninggalkan rumah Kia dengan wajah murung, walaupun dirinya belum bisa bertemu Lena hari ini. Tapi dirinya akan terus mencoba lagi di hari berikutnya, bahkan seterusnya sampai Lena benar-benar ingin bertemu kembali dengannya.


Kia yang melihat Calvin sudah menjauh langsung masuk ke dalam rumahnya untuk mengantar makanan yang di bawa Calvin ke Lena, mau Lena menerima ataupun tidak yang terpenting Kia sudah menyampaikan pesan Calvin.


"Len, nih gue bawain makanan buat lu" ucap Kia sembari duduk di samping Lena dan memberikan kotak nasi di tangannya.


"Apa ini dari Calvin?" Lena membuka kotak makan ditangannya.

__ADS_1


"Iya Len, katanya dia yang buat sendiri khusus buat lu sebagai permintaan maaf dari dia. Lu makan deh ya!"


"Ini buat lu aja deh Ki, kalau lu engga mau buang aja!" ucap Lena sembari menutup lagi kotak makannya dan memberikan ke tangan Kia.


"Len! dengerin gue, lu boleh marah sama Calvin tapi bukan berarti makanannya lu tolak juga apalagi di buang. Mubazir tau Len buang makanan, mending lu makan aja ya setidaknya buat menghargai perjuangan Calvin aja" ucap Kia yang mengembalikan lagi kotak makan itu ke tangan Lena.


Setelah mengatakan itu Kia langsung meninggalkan Lena yang menatap kotak makan di tangannya, Kia berharap semoga Lena mau memakan masakan Calvin dan merasakan ketulusan Calvin untuk meminta maaf padanya.


Lena memandang kotak makan itu cukup lama, karena dirinya masih bimbang harus memakannya atau tidak. Kalau dia memakannya sama saja Lena memaafkan Calvin, tapi kalau tidak dimakan benar kata Kia pasti akan mubazir.


Kia yang masih berada di depan pintu kamarnya belum mendengar suara Lena makan, untungnya Kia tiba-tiba punya ide untuk membuat Lena kasihan pada Calvin.


"Len... Gue lupa kasih tau lu, kayaknya tadi habis berantem deh soalnya tadi gue lihat wajahnya pada luka gitu. Terus juga tadi gue lihat matanya lelah banget, kayak orang yang engga tidur selama beberapa hari" Kia yang berteriak dari depan pintu kamarnya.


"Calvin berantem dengan siapa? dan kenapa bisa dia terlibat perkelahian?" Lena yang berbicara pada dirinya sendiri dengan suara pelan.


Dirasa sudah cukup sekarang Kia benar-benar meninggalkan kamarnya, kali ini dirinya yakin kalau Lena akan merasa kasihan pada Calvin karena yang Kia tau sahabatnya itu mudah tersentuh dengan hal seperti ini.


"Rasanya masih tetap enak seperti dulu" ucap Lena dalam hatinya sembari mengunyah makanannya.


Lena yang sudah lama tidak makan nasi goreng buatan Calvin, merasa rindu dengan rasa masakannya. Bahkan tanpa sadar nasi goreng itu sudah ludes tanpa tersisa dan semuanya masuk ke dalam perut Lena.


Setelah habis makan Lena langsung buru-buru untuk mencuci kotak makannya supaya Kia tidak tau kalau dirinya yang memakan semuanya, agar nanti Lena bisa berpura-pura membuangnya.


...****************...


Di tempat yang berbeda namun tidak jauh dari rumah Kia, ada Calvin, Dion, dan Lion yang sedang berbaring di atas rumput dengan Calvin yang berada di tengah. Mereka bertiga tengah memikirkan cara agar Lena mau memaafkan Calvin dan bersama dengannya lagi.


Sudah ada dua jam-an mereka bertiga berada di sana, tapi belum ada satupun ide yang berada di dalam pikiran mereka dan di berikan kepada Calvin.

__ADS_1


"Berapa lama lagi kita harus di sini?" ucap Calvin sembari menatap langit.


"Mohon bersabar tuan muda! saya sedang berusaha untuk mencari ide agar permintaan maaf tuan muda langsung di terima oleh nona Lena" ucap Lion yang masih terus berusaha memikirkan caranya sembari memejamkan mata.


"Kalau bisa di percepat, karena saya tidak mau menunggu terlalu lama lagi"


"Baik, tuan muda"


Berbeda dengan Lion, Dion yang tidak pernah mengalami masalah percintaan seperti ini makanya dia tidak ikut bersuara. Dion ini Kabarnya jomblo dari dari, karena semua perempuan yang menyukainya langsung di tolak olehnya Dion.


Lion tiba-tiba bersuara dan mengagetkan Calvin juga Lion, dirinya juga langsung mengubah posisinya menjadi duduk bersila dan Calvinpun juga ikut duduk di samping Lion untuk mengetahui apa yang terjadi.


"Ada apa, Lion?"


"Saya sudah mendapatkan ide untuk tuan muda meminta maaf pada nona Lena"


"Katakan pada saya, apa ide kamu?"


Lion menjelaskan semuanya idenya dengan detail kepada Calvin dan Calvin hanya terus menganggukan kepalanya tanda dia mengerti dengan penjelasan Lion dan menyetujuinya.


Setelah Lion selesai menjelaskan semuanya, Calvin langsung membagikan tugas yang berbeda kepada Lion dan Dion, juga termasuk untuk dirinya sendiri.


"Gimana? kalian sudah paham?"


"sudah tuan muda"


"Kalau begitu kita mulai rencananya besok saja, karena kalau sekarang tidak akan keburu lagi jadi untuk sekarang kalian berjaga lagi dirumah Kia ya"


"Baik tuan muda"

__ADS_1


Dion dan Lion kembali ke tempat tadi dirinya menjaga rumah Kia, sedangkan Calvin masih berada di tempatnya dan berharap rencananya besok bisa membawa Lena kembali padanya.


__ADS_2