
Sudah dua hari Calvin tidak kembali ke rumah Lena, karena dirinya memutuskan untuk tinggal di castle sampai urusannya selesai dan baru akan kembali kalau Calvin sudah mendapatkan apa yang dirinya inginkan.
Saat ini Calvin masih duduk di taman belakang castle sembari meminum teh yang dibuat khusus di dunia siluman, Calvin duduk di sana untuk menunggu Dion kembali dan membawakan informasi yang dirinya minta sejak sampai di castle kemarin.
"Tuan muda... Maaf menggangu waktu anda sebentar, saya ingin menyampaikan bahwa saya sudah mendapatkan informasi tentang siapa sebenarnya Andre Carson"
"Duduklah dulu Dion!" Calvin menuangkan teh di cangkir lain dan langsung diminum oleh Dion setelah Calvin mempersilakannya.
"Sekarang, jelaskan pada saya siapa Andre Carson itu!" Calvin duduk sembari menyenderkan badannya di sandaran bangku dan menyilangkan kakinya.
"Andre Carson adalah sepupu anda dari klen kucing oren tuan, saat adik dari ayah anda menikah dengan klen kucing oren beliau pindah ke dunia manusia dengan alasan ingin bisa merasakan berbaur dengan selain siluman. Bukan hanya itu Andre juga kekasih dari Jessie tuan"
"Jessie? Siapa Jessie itu?"
"Perempuan manusia yang tuan bunuh lima belas tahun silam, karena melanggar larangan di dunia siluman. Sejak saat itu Andre beserta keluarganya tidak terlihat lagi, bahkan tidak ada yang mengetahui keberadaan mereka tuan"
"Baiklah, apa masih ada lagi informasi tentang Andre?" Calvin membenarkan posisi duduknya agar lebih nyaman lagi mendengarkan yang Dion sampaikan padanya.
"Ada tuan"
Dion menceritakan semua tentang Andre, bahkan sebelum Andre mengenal perempuan manusia yang di bilang Dion tadi. Calvin sangat akrab dengan Andre dan mereka selalu bersama-sama kemanapun mereka berada.
Di saat Calvin fokus mendengarkan Dion, tiba-tiba saja dirinya langsung pergi begitu saja tanpa mengatakan apapun lagi. Bahkan Dion yang melihat kepergian Calvin sampai bingung dan memikirkan apa ada sesuatu hal yang terjadi, makanya tuannya itu langsung pergi terburu-buru begitu.
Dalam sekejap mata Calvin sudah sampai di dunia manusia dan dirinya langsung pergi ke rumah Lena untuk menemuinya dan memeriksa keadaannya, termasuk Lion dan Lita yang masih berada di sana.
Calvin membuka pintu berbarengan dengan Lion yang ingin membuang sampah di depan dan membuat mereka berdua saling kaget, tapi untunglah saat Calvin membuka pintu Lion tidak terbentur pintu itu. Kalau tidak mungkin Lion akan amnesia pikirnya, bahkan mungkin bisa lebih parah lagi efeknya.
__ADS_1
"Lion, dimana Lena?"
"Non Lena ada di dalam kamarnya tuan, dari tadi non Len......"
Padahal Lion belum selesai berbicara, tapi Calvin sudah meninggalkannya begitu saja dan langsung menemui Lena di dalam kamarnya.
Lena yang melihat Calvin kembali setelah beberapa hari dia tidak pulang langsung memeluk Calvin dengan erat sembari menangis dan mengomeli Calvin.
"Sshhuuttt, cup... cup... Sudah jangan menangis lagi ya, aku minta maaf karena pergi tidak bilang dulu pada mu"
"Kamu buat aku khawatir tau gak?"
"Iya aku tau kamu khawatir, tapi mau bagaimana lagi. Pekerjaan ku sangat mendadak sekali, jadi aku belum sempat bilang pada kamu"
Calvin sengaja berbohong pada Lena, karena dia tidak ingin Lena menertawakannya kalau kejadian yang sebenarnya Calvin pergi itu. Karena dirinya cemburu pada Andre yang selalu dekat-dekat dengan Lena, tapi sekarang dirinya tidak akan membiarkan Lena mendekati Andre lagi.
"Yah... Mereka mulai lagi deh, bikin iri aja!"
Karena melihat Lena dan Calvin berpelukan, Lion sampai lupa kalau dirinya habis memegang sampah dan malah memasukkan tangannya ke dalam saku celananya. Padahal Lita saja mengetahui dan mengingat hal itu, tapi dia hanya membiarkan Lion dan tidak berniat memberitahu Lion.
"Makanya cepat-cepat cari pacar, biar engga iri terus sama tuan muda" Lita melirik Lion sembari menahan tawanya.
"Hmm... Gini nih kalau orang engga nyadar, padahal dirinya sendiri aja belum berani ungkapin perasaannya sama Dion" Lion memutar bola matanya malas
"Siapa yang akan mengungkapkan perasaannya? Dan juga perasaan apa yang akan diungkapkan pada ku?" Dion sudah berdiri di belakang Lion dan Lita.
Mereka berdua langsung menoleh ke belakang dan menatap sumber suara itu, sedangkan Dion juga menatap mereka berdua secara bergantian.
__ADS_1
"Kenapa kalian tidak ada yang menjawab pertanyaan ku?" Dion masih menatap dengan wajah datarnya, karena ada yang berani sekali menggosipkannya.
"Tenang Di tenang, Sebenarnya yang akan bilang tentang perasaannya tuh....." perasaan Lita sudah sangat tidak tenang, karena Lion sudah mulai berbicara.
"Loh, kamu ngapain di sini Di? Apa ada tugas lain untuk?
Calvin yang keluar dari kamar bersama Lena langsung bertanya pada Dion, karena dirinya juga sengaja mengalihkan pembicaraan mereka bertiga dan membantu Lita menyembunyikan perasaannya sampai Dion yang mengungkapkannya.
"Tidak tuan muda, saya berada di sini karena untuk memastikan tuan muda baik-baik saja. Soalnya tadi saya lihat tuan muda pergi secara tergesa-gesa, makanya saya langsung mengikuti tuan. Saya mohon maafkan tuan, karena sudah lancang mengikuti anda" Dion membungkukkan badannya sedikit.
"Tidak masalah Dion, malah hal yang kamu lakukan itu bagus! Berarti kamu cepat kalau ada masalah apapun"
Calvin yang tidak merasa nyaman berbicara sembari berdiri langsung mengajak Lion dan Dion untuk duduk di sofa ruang tamu, sedangkan meminta Lena dan Lita untuk melanjutkan istirahatnya. Untunglah Lena cepat menuruti perkataan Calvin, jadi dirinya tidak perlu energi banyak untuk meminta tidur.
Mumpung Dion berada di dunia manusia juga, Calvin ingin melanjutkan pembicaraan yang tadi sempat terpotong. Sekalian dirinya ingin menjelaskan pada Lion tentang siapa Andre sebenarnya.
Lion yang mendengar penjelasan dari Calvin langsung membulatkan matanya, karena Lion masih tidak percaya kalau dia sepupu Calvin. Bahkan masih banyak hal-hal yang mengejutkan dari seorang Andre.
"Jadi tuan, sekarang apa yang anda akan lakukan?" tanya Lion.
"Saya juga belum tau akan melakukan apa, tapi untuk saat ini saya ingin menjauhkan Lena dari Andre"
"Baiklah tuan kami akan membantu anda, apa ada hal lain yang harus kami lakukan lagi tuan?" tanya Dion dan langsung diangguki oleh Calvin.
"Saya minta sama kamu Dion untuk mengawasi setiap pergerakan Andre, setelah itu laporkan pada saya apa saja yang kalian lihat dan Lion kamu tolong bantu saya jaga Lena juga di sini"
"Baik tuan!" Dion langsung kembali pergi ke tempat Andre, sedangkan Lion menunggu di luar rumah.
__ADS_1
Setelah mereka berdua pergi, Calvin juga langsung pergi ke kamar Lena untuk melihat apakah Lena sudah benar-benar tidur atau belum.