
Mereka yang harusnya pulang bersama hari ini, jadi harus terpencar karena Lena belum dapat di temukan. Kia yang awalnya masih ingin mencari sahabatnya terpaksa harus ikut pulang bersama yang lain, karena sore ini Kia harus menggantikan Lena bertemu dengan klien.
Berbeda dengan Calvin dia memaksa untuk tetap tinggal di villa untuk mencari Lena kembali dan untungnya pak Satya juga mengizinkannya karena Kia sudah menceritakan semua kejadiannya, bahkan pak Satya juga memanggil tim pencari untuk membantu Calvin agar lebih cepat menemukan Lena.
"Vin! gue balik duluan ya, gue percayakan Lena sama lu dan tolong bawa dia kembali lagi ya!" ucap Kia sembari menepuk bahu Calvin.
"Iya berhati hatilah di jalan, pasti saya akan menemukan Lena secepatnya" ucap Calvin yang membalas tepukan di tangan Kia.
"Makasih Vin, gue pamit ya" ucap Kia dan di jawaban dengan anggukan kepala oleh Calvin.
Setelah mobil yang membawa Kia dan yang lainnya kembali ke Jakarta tidak terlihat lagi, Calvin langsung bergegas pergi ke hutan dan memulai pencariannya lagi. Dia tidak peduli walaupun pak Satya menyuruhnya untuk menunggu tim pencari terlebih dahulu, karena Calvin sudah tidak sabar lagi ingin bertemu dengan Lena agar perasaannya bisa lebih tenang.
"Lena...kamu dimana?" Teriakan Calvin yang menggema di dalam hutan.
"Elena...." Calvin berteriak lebih kencang dari sebelumnya.
Walaupun tenggorokannya sudah terasa sangat haus dan ditambah lagi rasa lapar di perut Calvin, itu semua tidak dapat menghentikan Calvin. Bahkan dia terus berteriak memanggil nama Lena, sampai akhirnya di berada di perbatasan hutan terlarang.
Calvin sempat berpikir cukup lama untuk menginjakkan kaki di daerah hutan itu, karena dia tau kalau menginjakkan kaki di daerah hutan itu berarti dia siap untuk kembali dan tidak akan bertemu dengan Lena lagi. Tapi kalau dia tidak masuk ke dalam dia tidak akan tau Lena ada di sana atau tidak, benar benar pilihan yang sangat sulit untuk Calvin.
Pada akhirnya dia memutuskan untuk masuk ke dalam hutan itu, tapi baru saja Calvin ingin melangkahkan kakinya seseorang memanggil namanya dan berlari ke arahnya. Calvin yang merasa namanya di panggil, sontak membalikkan badannya untuk melihat ke arah seseorang yang memanggilnya.
"Calvin, akhirnya aku bisa nemuin kamu lagi" ucap Lena sembari memeluk erat Calvin.
__ADS_1
"Kamu benar benar Lena?" ucap Calvin yang langsung melepaskan pelukan Lena, karena dia ingin memastikan itu benar Lena bukan orang yang menyamar menjadi Lena.
"Ish, pertanyaan apaan sih itu! aku beneran Lena memangnya ada orang yang bisa mirip kayak aku?" ucap Lena yang langsung memukul pelan Calvin.
Setelah memastikan sendiri menggunakan indra penciuman dan pengelihatannya, akhirnya Calvin percaya itu benar benar Lena dan berganti sekarang Calvin lah yang memeluk Lena dengan erat karena untuk melepaskan rindunya.
"Kamu kemana aja Lena? dua hari ini aku terus mencari kamu di hutan ini, tapi aku engga bisa menemukan keberadaan kamu" ucap Calvin yang masih memeluk Lena.
"Ceritanya panjang, nanti ya aku ceritakan. Sekarang kita balik ke villa dulu yuk! aku udah lapar banget soalnya" Ucap Lena sembari menepuk pelan punggung Calvin dan di jawab oleh Calvin dengan anggukan kepala.
Selama di perjalanan balik ke villa Calvin terus menggenggam erat tangan Lena, walaupun terkadang Lena suka tiba tiba berlari untuk mengejar kupu kupu. Tapi Calvin tetap terus menggenggam dan mengikuti Lena berlarian, bahkan semua itu malah membuat senyuman terbit di bibir Calvin.
"Calvin, Kia dan yang lain mana? kenapa villanya sepi banget?" ucap Lena sambil celangak celinguk.
Saat Lena mandi Calvin mencoba memasak makanan untuk Lena, walaupun dia tidak pandai masak tapi Calvin bisa melihat resep masakannya menggunakan video yang ada di ponsel Lena. Ini pertama kali dia memasak dan untuk rasanya belum ada yang tau, tapi Calvin berharap rasanya akan enak.
...****************...
Setengah jam Lena selesai mandi dan merapihkan dirinya lagi, dia langsung menyusul Calvin di dapur untuk membantunya memasak. Tapi Lena baru sampai di meja makan semua makanan sudah di hidangkan di atas meja, termasuk Calvin yang langsung meminta Lena duduk dan mencoba masakannya.
Lena langsung menuruti permintaan Calvin dan mencoba satu persatu makanan yang Calvin masak, tapi hasilnya kurang memuaskan karena rasanya ada yang terlalu asin, hambar, bahkan ada yang rasanya manis. Walaupun rasa dari beberapa makanan tidak enak Lena tetap menghargai usaha Calvin dengan memakannya, lagipula ada satu yang berhasil Calvin masak yaitu telur mata sapi.
Calvin meminta Lena menyudahi makannya dan makanan ini akan dia buang, tapi Lena tidak mengizinkannya karena sayang membuang buang makanan. Akhirnya Calvin juga membantu Lena menghabiskan semuanya, walaupun Calvin harus terus minum air putih.
__ADS_1
"Akkhh... akhirnya habis juga, kenyang banget perut ku. Makasih ya makanannya Vin" ucap Lena sembari mengusap perutnya yang terasa sangat kenyang.
"Sama sama Lena" ucap Calvin dengan senyum tipisnya.
"Oh iya, gimana kalau kita juga balik sekarang aja ke Jakartanya? soalnya aku udah kangen Kia" ucap Lena sambil membantu Calvin membereskan piring kotor.
"Baiklah Lena, kalau begitu kamu bersiaplah! biar aku yang mengerjakan ini" ucap Calvin dengan membawa piring kotornya ke dapur.
Sembari menunggu Calvin, Lena menyiapkan barang bawaannya untuk di masukkan ke dalam mobil agar tidak ada yang tertinggal nantinya. Untungnya Kia meninggalkan mobil yang mereka gunakan untuk berangkat ke villa, jadi Lena tidak perlu repot repot lagi untuk mencari kendaraan.
Karena Calvin juga sudah siap untuk berangkat, mereka berdua langsung meninggalkan villa dengan Lena yang berharap semoga di perjalanan nanti tidak ada hambatan apapun karena dia yang membawa mobil itu untuk perjalanan yang lumayan cukup jauh.
"Kalau kamu capek menepilah dulu, biar aku yang gantikan kamu bawa mobilnya" ucap Calvin sambil menunjuk ke arah tepi jalan.
"Emangnya kamu bisa bawa mobil?" Lena yang melihat ke arah Calvin sebentar dengan wajah sedikit ragu.
"Aku bisa! serahkan saja padaku Lena" Membuat Lena mempercayainya adalah hal yang bisa dibilang susah susah gampang.
"Baiklah, tapi pelan pelan saja ya bawanya demi keselamatan kita semua" ucap Lena yang menepikan mobilnya di pinggir jalan.
"Iya Lena, kamu langsung lompat saja ke kursi penumpang ya biar aku yang turun" Calvin turun dan langsung bertukar tempat pada Lena.
Awalnya mereka melanjutkan perjalanan dengan tenang, tapi entah apa sebabnya Calvin tiba tiba mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi bahkan Lena pun sampai sangat ketakutan.
__ADS_1