
Satu Tahun Kemudian...
Dari semenjak Calvin berbicara dengan dokter Lita, semua cara yang di sarankan dokter Lita sudah Calvin lakukan tapi tetap tidak ada yang berhasil satupun. Bahkan sampai Calvin kehabisan cara, Lena tetap belum membuka matanya walaupun hanya sebentar saja.
Saat ini Calvin hanya bisa menemani Lena dan menunggunya sampai terbangun kembali, karena yang saat ini Calvin harapkan adalah Lena bisa membuka matanya dan mereka berdua bisa kembali bersama-bersama lagi.
Hari ini adalah hari anniversary Calvin dan Lena, Calvin sengaja membawa bunga dan kue ulang tahun ke kamar Lena karena dirinya ingin merasakan tiup lilin berdua untuk pertama kalinya.
Sebelum Calvin meniup lilinnya dia berdoa untuk kesembuhan Lena dan juga hubungan mereka berdua akan selalu baik-baik saja dan tidak akan ada masalah apapun lagi, setelah itu barulah Calvin meniup lilinya di dekat Lena dan langsung memberikan kecupan di kening Lena.
Waktu Calvin sedang meletakkan kue ulang tahunnya di atas nakas, Lena menggerakkan tangannya dan mulai membuka matanya perlahan. Calvin yang baru melihat itu langsung memanggil-manggil nama Lena dan Lena bukannya menjawab panggilan Calvin, tapi malah mengatakan perkataan yang aneh.
"Saya ada dimana? dan kamu siapa?" tanya Lena sembari melihat Calvin dengan tatapan bingung.
"Apa kamu benar tidak mengingat siapa aku?" tanya Calvin dan dijawab anggukan kepala oleh Lena.
"Saya benar-benar tidak kenal dengan kamu, apa kamu bisa ceritakan apa yang sebenarnya terjadi pada saya?" Calvin hanya diam, karena dirinya bingung jawaban apa yang harus dia berikan untuk menjawab pertanyaan Lena.
Dada Calvin langsung terasa sangat sesak saat Lena mengatakan tidak mengenali dirinya, Calvin yang belum yakin akhirnya berkali-kali mencoba bertanya kembali apa Lena benar-benar tidak mengingatnya? Dan ternyata jawaban Lena tetap saja sama.
Calvin benar-benar bingung kenapa Lena bisa melupakan dirinya, padahal Lena hanya koma satu tahun saja dan itupun tidak terlihat ada cendera di kepalanya. Karena Calvin ingin memastikan apa yang salah dari Lena, akhirnya dia memanggil dokter Lita untuk memeriksa Lena dulu.
Setelah Lena di periksa lebih lanjut oleh dokter Lita, ternyata tidak ada hubungan antara transfusi darah yang Lena lakukan dengan ingatannya yang hilang tentang Calvin.
"Kalian ini sebenarnya siapa? Dan kenapa saya bisa ada di sini?" tanya Lena sembari melihat Calvin dan dokter Lita secara bergantian.
"Tuan muda ini saya bawakan... Wah! Nona Lena sudah bangun ya, akhirnya tidak sia-sia tuan menunggu selama satu tahun ini ya" ucap Lion sembari tersenyum, sedangkan yang lain hanya diam sembari melihat Lion.
__ADS_1
Lion yang merasa berada di situasi yang aneh langsung menghentikan senyumannya, dirinya juga langsung melihat ke arah Calvin dengan wajah bingung dan tatapan penuh pertanyaan.
Calvin hanya menjawab Lion dengan menggelengkan kepalanya pelan, dan Lion tambah dibuat bingung dengan jawaban yang Calvin berikan.
"Kamu ini siapa lagi? Dan tau dari mana nama saya?" Lion langsung membulatkan matanya setelah mendengar pertanyaan Lena.
"N-nona Lena tidak ingat saya siapa? Apa ini berarti nona Lena juga tidak ingat, kalau tuan muda Calvin kekasih anda?" tanya Lion sembari melihat Calvin sebentar dan kembali melihat Lena lagi.
"Kekasih saya? Apa kamu sedang berbohong pada saya? Saya saja tidak mengenal kalian, jadi bagaimana bisa dia menjadi kekasih saya?" ucap Lena sembari menunjuk ke arah Calvin.
"Iya, tuan muda ini kekasih anda dan saya sedang tidak berbohong. Bahkan kalian saja sudah..."
Perkataan Lion terhenti karena Calvin mengajaknya untuk berbicara secara empat mata, Lion yang mengerti maksud tuannya langsung mengikuti Calvin dan meninggalkan Lena bersama dokter Lita.
"Eh! Tunggu dulu! Kamu belum jelaskan kami sudah apa?" tanya Lena yang tidak dihiraukan oleh Lion.
"Kamu... Apa kamu tau tentang hubungan saya dengan orang tadi?" tanya Lena sembari melihat ke arah dokter Lita yang masih berdiri di dekat pintu.
"Maaf nona Lena... Tapi saya tidak tau apapun tentang hubungan anda dan tuan muda Calvin, karena saya berada di sini untuk menyembuhkan anda saja. Jada saya permisi dulu nona" dokter Lita menundukkan kepalanya dan langsung terburu-buru pergi dari kamar Lena.
Lena yang melihat ketakutan dokter Lita hanya bisa menggelengkan kepalanya saja, bahkan sekarang Lena harus berpikir sendiri tentang semua perkataan Lion sembari menatap langit-langit kamar yang dirinya tempati.
...****************...
Kali ini Calvin membawa Lion berbicara di taman belakang rumah, karena takut kalau Lena sampai mendengar pembicaraan mereka berdua.
Calvin lagi-lagi menghela nafasnya karena mengingat saat Lena bertanya siapa dirinya, perasaan Calvin hari ini benar-benar campur aduk rasanya. Awalnya dia sangat senang karena Lena berhasil membuka matanya lagi, tapi dalam sekejap perasaan berubah sedih karena Lena sedikitpun tidak mengingat kenangan kebersamaan mereka.
__ADS_1
"Maaf tuan muda... Kalau saya boleh tau, sebenarnya ada apa dengan non Lena? Kenapa non Lena tidak mengenali kita semua tuan?" tanya Lion yang berdiri di belakang Calvin.
"Itu yang saat ini saya ingin bicarakan pada kamu Lion" ucap Calvin sembari memberi makan ikan di sana.
Lion tidak bertanya kembali dan hanya menunggu Calvin untuk menjelaskan padanya, setelah selesai memberi makan ikan-ikan itu Calvin langsung berjalan untuk duduk di kursi dekat kolam ikan.
"Saya awalnya juga bingung kenapa Lena bisa seperti itu, tapi setelah saya pikirkan lagi semuanya dan saya yakin ini semua ada hubungannya dengan ayah saya" ucap Calvin sembari duduk di kursi.
"Tuan Ericson? Memangnya apa yang dilakukan tuan Ericson pada non Lena tuan?"
"Hah... Kamu lupa? Kalau ayah saya itu memiliki kekuatan memanipulasi ingatan seseorang, jadi saya pikir ayah saya sengaja menghilangkan seluruh ingatkan Lena tentang saya" ucap Calvin sembari menundukkan kepalanya.
Lion seketika hanya diam dan berpikir, jika apa yang dikatakan Calvin itu benar. Lalu apa motif Ericson melakukan itu semua? Bukannya nanti malah Lena akan menjauhi Calvin.
"Tuan muda... Kalau saya boleh saran sebaiknya anda jangan langsung marah lagi pada ayah saya, siapa tau beliau melakukan itu semua ada alasannya"
"Iya... Kali ini saya tidak akan marah langsung pada ayah saya dan juga besok atau lusa saya akan menemui ayah saya untuk menanyakan alasannya secara baik-baik"
"Itu lebih bagus tuan muda, selesaikan semua masalah dengan kepala dingin dan jangan muda tergantung terpancing emosi tuan"
"Iya Li saya paham dan kalau begitu saya masuk dulu ya ke dalam untuk mau buatkan makanan kesukaan Lena" ucap Calvin yang langsung bangun dari duduknya.
"Baik tuan" ucap Calvin
Calvin langsung pergi ke dapur dan membuatkan makanan untuk Lena, sedangkan Lion masih tetap berada di taman belakang sembari duduk di kursi tempat tadi Calvin duduk.
Walaupun Lena menolak masakan Calvin dan tidak ingin makan sebelum Calvin menjawab semua pertanyaannya tadi, tapi Calvin tetap meletakkan makanan untuk Lena di atas nakas.
__ADS_1
"Kalau kamu butuh bantuan untuk menyuapi makanan kamu, kamu bisa panggil aku saja ya. Karena aku akan siap kapanpun kamu butuhkan" ucap Calvin sembari tersenyum dan langsung keluar dari dalam kamar Cilla.