Pacar Tampanku Siluman Kucing

Pacar Tampanku Siluman Kucing
Dunia Siluman


__ADS_3

Sejak mereka berempat memasuki dunia siluman Kia sangat antusias, karena jalanan yang mereka ambil untuk menuju castle melewati pasar. Dari masuk gerbang pasar Kia terus berlarian ke sana ke mari di mulai dari pedagang satu ke pedang lainnya, bahkan hal itu membuat Lion menjadi kelelahan untuk mengikutinya.


Berbeda dengan Kia yang baru pertama kali pergi ke dalam dunia siluman, Lena yang sudah dua kali pergi ke sana hanya berjalan santai sembari melihat buah-buahan yang di jual di sana. Bahkan sesekali Lena berhenti, karena Calvin ingin membeli buah kesukaannya.


"Sayang, ini semua beneran bisa dimakan sama manusia kan?" Kia berbisik ke Lion sembari memegang buah apel.


"Tentu saja bisa... Karena saat kami berubah menjadi manusia, ya makanan kamu sama seperti kalian juga" Lion ikutan berbicara berbicara seperti Kia.


"Apa buah apelnya bisa langsung dimakan atau sama harus di cuci terlebih dulu?"


"Sebaiknya di cuci terlebih dulu, karena kalau langsung dimakan Lena pasti akan memarahi mu" Calvin menjawab sembari berjalan menghampiri Lion dan Kia bersama Lena di sampingnya.


Pedagang apel yang melihat Calvin langsung berdiri dan membungkukkan badannya untuk memberi hormat kepada anak pemimpin dunia mereka, Kia yang melihat hal itu terjadi lagi dalam kepalanya langsung bertanya-tanya.


"Tuan muda... Suatu kehormatan anda bisa mampir di tempat jualan saya, anda bisa ambil berapapun buah apel yang ada di sini tuan muda"


"Tidak terima kasih... Kami akan tetap mengambilnya, tapi untuk membeli dan membayarnya"


Cilla langsung tersenyum mendengar perkataan Calvin, karena Calvin tidak memanfaatkan posisinya sebagai anak raja siluman untuk mendapatkan buah atau barang apapun dari orang lain secara gratis.


"Tapi tuan muda....."


"Ini uangnya ya bi, nanti biar Lion dan kekasihnya yang mengambil buah apelnya" Calvin langsung meletakkan uang di atas tumpukan apel untuk membayar apel dari bibi penjualnya.


"Lion, Kia. Tolong kalian ambil buah apelnya sebanyak uang yang saya kasih ke bibi saja ya, ingat! Jangan ambil buah apelnya lebih dari uangnya!"


"Baik, tuan muda"

__ADS_1


"Ya sudah, kalau begitu saya duluan ya ke castle" Lion hanya menganggukan kepalanya


Setelah Calvin dan Lena pergi dari tempat penjual apel, Lion langsung melaksanakan perintah dari Calvin. Sedangkan Kia hanya berdiri saja untuk menunggu Lion selesai mengambil apelnya, karena Kia harus berapa banyak apel yang dia harus ambil.


Selesai memasukkan apel ke dalam kantong plastik, Lion langsung mengajak Kia untuk segera menyusul Calvin dan Lena kembali ke castle. Kia yang masih melamun langsung terkejut, karena Lion menarik tangan Kia saat dia tidak menjawab panggilan dari Lion.


"Jangan melamun terus! Nanti kamu bisa kesurupan lagi"


"Memangnya di tempat ini juga sering ada yang kesurupan kalau melamun?"


"Sejauh ini sih engga ada, karena penghuni di dunia ini semuanya siluman dan aku belum pernah mendengar kalau siluman bisa kesurupan juga" Kia langsung memutar bola matanya malas.


Saat sampai di castle Lena bingung, karena melihat Kia yang sampai di sana dengan wajah cemberutnya. Bahkan Calvin juga langsung menanyakannya pada Lion, tapi Lion malah menjawab dengan mengangkat ke dua bahunya.


"Lu kenapa Ki? Kok cemberut gitu" Lena akhirnya memutuskan untuk bertanya langsung pada Kia.


"Lu kan tau Lion kayak gimana, jadi udahlah biarin aja! Mendingan sekarang kita ke taman belakang aja yuk!"


"Emang di sini ada taman ya Len?"


"Ada dong dan engga kalah bagus juga dari dunia nyata" Lena tersenyum pada Kia.


"Ya udah, kalau gitu gue mau deh ke sana"


Lena langsung izin pada Calvin untuk ke taman belakang dan Calvin langsung mengiyakannya, tapi sebelum Lena pergi ke taman itu Calvin mengingatkan kembali aturan yang berada di dunianya dan dia juga meminta untuk mengawasi Kia untuk tidak melanggar semua itu.


Setelah Lena dan Kia pergi Calvin mengobrol berbagai hal dengan Lion termasuk tentang pekerjaan mereka berdua, tapi belum selesai mereka mengobrol sudah dipotong oleh kedatangan Lena dan Kia lagi dan terpaksa Calvin menghentikan pembicaraan mereka.

__ADS_1


"Kenapa sebentar sekali ke tamannya?" Calvin melihat ke arah Lena.


"Kia katanya lapar, apa di sini ada yang bisa di masak?" Lena duduk di samping Calvin.


"Kenapa tidak langsung melihat ke meja makan saja? Siapa tau bibi sudah selesai masak makan malamnya"


"Kalau begitu gimana kalau kita ke ruang makannya barengan aja?" Lena melihat ke arah Calvin dan Lion secara berganti.


"Ya sudah ayo" Calvin bangun daru duduknya dan mengulurkan tangannya pada Lena.


Setelah Lena menerima uluran tangan Calvin, mereka berdua berjalan ke ruang makan lebih dulu dan barulah Lion juga Kia mengikutinya. setelah mereka sampai di ruang makan, ternyata benar makanannya sudah tersedia di atas meja makan dan bahkan jumlahnya yang begitu banyak.


Lion awalnya menolak saat Kevin mempersilahkan mereka bertiga makan, karena menurut Lion dia hanya seorang pelayan pribadi Calvin saja. Jadi tidak pantas kalau dirinya ikut bergabung di meja makan itu, tapi Calvin dan Lena terus memaksanya jadi mau tidak mau Lion harus mengikutinya.


Disaat yang lain sudah mengambil makanannya dan bersiap untuk makan, Calvin malah melamun saja seperti ada yang sedang dipikirkan olehnya. Lena yang melihat hal itu langsung menunda makannya dan fokus pada Calvin untuk menanyakan apa yang mengganggu pikirannya.


Calvin bukannya menjawab semua pertanyaan-pertanyaan yang di tanyakan Lena, tapi dia malah menyuruh Lena untuk segera makan dan beristirahat. Bahkan Calvin juga mengatakan kalau dirinya baik-baik saja, walaupun Lena mengetahui Calvin menyembunyikan sesuatu dirinya.


Berhubung di meja makan ada Lion dan juga Kia akhirnya Lena mengalah dulu dan mengikuti permintaan Calvin agar dirinya makan, tapi setelah Lena selesai makan dia akan kembali mengajak Calvin berbicara dan menanyakan hal yang sama lagi pada Calvin.


"Vin, kamar gue dimana ya? Soalnya gue mau mandi terus istirahat nih, udah pada pegal-pegal semua nih badan" Kia meletakkan sendoknya di atas piring, karena dirinya sudah selesai makan malam.


"Biar Lion yang mengantar ke kamar ya, soalnya Lena masih makan" Calvin menatap Kia dan Lena berganti.


"Iya siapa aja deh, yang terpenting gue bisa istirahat sekarang"


"Ya sudah... Kalau begitu kalian berdua selamat beristirahat ya, besok kita akan keliling dunia siluman ini" Kia dan Lion hanya menganggukan kepalanya dan langsung meninggalkan ruang makan.

__ADS_1


Setelah melihat Kia dan Lion tidak terlihat lagi Lena langsung memulai aksinya untuk bertanya pada Calvin tentang alasan dia menjadi murung dan bahkan tidak mau makan seperti itu, Calvin akhirnya mau menceritakan semua yang ada di dalam pikirannya.


__ADS_2