
Hari ini Calvin menitipkan Lena pada Lion dan juga dokter Lita, karena hari ini dirinya akan pulang ke castle untuk bertemu dan berbicara dengan ayahnya tentang masalah Lena yang sudah dirinya bahas dengan Lion kemarin.
Bahkan saat ini Calvin sudah berada di perjalanan menuju castle, walaupun langit masih gelap dan matahari belum memancarkan sinarnya untuk menerangi jalan Calvin. Calvin sengaja berangkat sepagi itu untuk dan tidak menunggu Lena bangun, karena dirinya tidak mau kalau sampai Lena melihat Calvin pergi dan langsung bertanya hal yang macam-macam lagi.
Perjalanan yang Calvin lalui sama seperti waktu pertama kali dirinya lalui bersama Lion, tapi bedanya saat ini jalanan itu jadi bertambah gelap dan membuatnya lebih terlihat sangat menyeramkan. Untungnya mata Calvin sudah terbiasa melihat di dalam ke gelapan, jadi semuanya bukan masalah untuk Calvin.
Calvin akhirnya sampai di castle dengan keadaan selamat, walaupun tadi dirinya sempat merasa ada seseorang yang mengikutinya. Tapi untungnya Calvin berhasil menggecoh orang itu dan langsung pergi dari tempat itu secepatnya.
Saat di pintu masuk Calvin bertemu dengan Dion yang langsung menyapanya, tapi Calvin hanya melewatinya sembari menjawab dengan anggukan kepala saja dan itu membuat Dion berpikir kalau Calvin masih marah padanya.
"Bi, ayah ada di rumah kan? Sekarang ayah ada dimana bi? Di kamar atau ruang kerja?" tanya Calvin yang menghampiri salah satu bibi yang bekerja di castle.
"Tuan Ericson sedang berada di kamarnya tuan muda, tapi hari ini tuan Ericson belum keluar sama sekali dari kamarnya bahkan beliau juga belum mau sarapan" ucap bibi itu dengan kepala yang menunduk.
"Loh! Memangnya ada apa bi sampai ayah tidak mau makan? Apa ayah lagi ada masalah bi?"
"Untuk itu bibi kurang tau tuan muda, tuan Ericson hanya bilang kalau dirinya belum merasa lapar"
"Oke bi, kalau begitu saya ketemu ayah dulu ya dan biar nanti saya yang akan membujuk ayah untuk makan" ucap Calvin dan langsung pergi ke kamar ayahnya, sedangkan bibi tadi langsung membungkukan badannya.
Calvin sudah berkali-kali mengetuk pintu kamar ayahnya, tapi tetap belum ada jawaban dari dalam. Karena pintunya tidak terkunci Calvin akhirnya memutuskan untuk langsung masuk ke dalam kamar ayahnya tanpa mengatakan apapun lagi.
Saat Calvin masuk ke dalam kamar, Ericson sedang melamun sembari melihat ke arah luar jendela. Makanya itu menjadi penyebab utama kenapa tadi Ericson tidak menjawab saat Calvin memanggilnya sembari mengetukpintu kamarnya.
"Kalau ayah hanya melihat dari sini, pemandangannya tidak akan terlihat. Jadi cobalah keluar dan melihatnya secara langsung, karena pasti ayah akan menyukainya" ucap Calvin yang sudah berdiri di belakang Ericson.
Ericson langsung membalikkan badannya dan ternyata dugaannya benar itu memang suara Calvin, tapi Ericson masih tidak yakin tentang panggilan yang tadi Calvin ucapkan padanya. Sudah sangat lama sekali dirinya tidak mendengar panggilan itu keluar dari mulut Calvin dan sekarang rasanya sangat tidak mungkin kalau Calvin mau memanggilnya dengan sebutan ayah.
__ADS_1
"Kamu tadi panggil apa, nak?" tanya Ericson yang menatap wajah Calvin dengan wajah serius.
"Saya panggil ayah, ada apa?"
Ericson yang mendengarnya langsung tersenyum dan memeluk Calvin sembari menepuk-nepuk punggung Calvin, karena dirinya sangat senang Calvin mau memanggil dirinya dengan sebutan ayah lagi.
"Terima kasih Andara, kamu sudah mau memanggil dengan sebutan ayah lagi. Makasih banyak, ayah senang mendengarnya" ucap Ericson yang masih memeluk Calvin.
"Tidak perlu berterima kasih ayah, itu semua sudah seharusnya saya lakukan. Oh iya yah, apa saya bisa bicara sebentar di sini" ucap Calvin yang juga sudah membalas pelukan ayahnya entah sejak kapan.
Ericson langsung melepaskan pelukannya dan memegang ke dua lengan Calvin sembari tersenyum lagi untuk ke sekian kalinya, dirinya juga langsung mengiyakan permintaan Calvin.
"Kalau begitu, ayo kita duduk dulu biar lebih enak ngobrolnya!" ucap Ericson yang langsung membawa Calvin duduk di sofa yang ada di kamarnya.
"Jadi ada hal apa yang kamu ingin bicarakan dengan ayah?"
"Kamu tenang saja... Ayah sudah memaafkan kamu, tapi apa kamu sudah mengetahui kejadian yang sebenarnya?" Calvin hanya menjawab dengan anggukan kepalaku saja.
Calvin langsung menceritakan siapa yang memberitahunya dan semua cerita yang Lion sampaikan dari awal hingga akhir.
"Kalau begitu dimana Lion sekarang? Ayah harus berterima kasih padanya, karena sudah membantu ayah menyelesaikan masalah ini"
"Lion masih menjaga Lena seperti yang ayah perintahkan"
"Lena? Oh iya, bagaimana keadannya juga? Apa dia sudah sadar?"
"Iya dia sudah sadar ayah, tapi....."
__ADS_1
"Tapi apa Andara? Coba jelaskan pada ayah!"
Calvin akhirnya kembali bercerita untuk menceritakan tentang kondisi Lena waktu dia sadar sampai sekarang, bahkan Calvin juga langsung mengatakan apa yang ada di pikirannya saat ini tentang ayahnya.
"Iya... Kamu benar, ayah sudah memanipulasi ingatan Lena agar dia tidak lagi mengingat kamu. Ayah minta maaf ya sama kamu"
"Untuk apa ayah melakukan itu?" Calvin mencoba menahan emosinya agar dirinya tidak berantem kembali dengan ayahnya.
"Ayah lakukan itu, karena ayah ingin kamu memulai hubungan yang baru dengan Lena tanpa ada air mata lagi. Dan kamu juga harus mulai mengejar Lena sampai kalian bisa menjadi kekasih lagi" ucap Ericson sembari memegang bahu Andara.
"Tapi ayah... Gimana kalau saya tidak bisa mendapatkan Lena kembali? Bahkan kalau sampai dia saya selamanya bagaimana ayah?" tanya Calvin yang langsung menundukkan kepalanya.
"Kamu tenang saja... Ayah yakin walaupun ingatan Lena tentang kamu hilang, tapi perasaannya pada kamu pasti masih tetap ada dan ayah sudah mengatur itu semua"
"Jadi saat Lena masih berada di rumah itu, kamu harus gunakan waktu sebaik mungkin untuk melakukan hal yang Lena sukai dan membuat kenangan indah bersamanya" tambah Ericson sembari menepuk-nepuk bahu Calvin.
Tidak terasa waktu cepat berlalu, karena saking asyiknya mereka bisa mengobrol lagi dan ternyata hari sudah semakin sore. Jadi mau tidak mau Calvin harus segera kembali ke tempat Lena berada dan melanjutkan pembicaraan mereka di lain waktu.
"Ya udah ayah... Kalau gitu Calvin balik ke tempat Lena dulu ya" ucap Calvin yang sudah bangun dari duduknya.
""Kamu tidak ingin bermalam di sini?" tanya Ericson yang ikut berdiri juga.
"Tidak yah... Saya masih harus mengontrol dan mengawasi kondisi Lena, jadi mungkin nanti setelah saya sudah bisa mendapatkan Lena lagi baru saya akan kembali ke sini"
Ericson akhirnya mengalah dan tidak ingin memaksa Calvin, semua itu dirinya lakukan karena demi menjaga hubungan baik antara ayah dan anak yang pernah hancur.
Sama halnya dengan yang Ericson lakukan, Calvin juga tidak bisa menolak saat ayahnya meminta Calvin untuk membawa dua pengawal saat dirinya kembali ke tempat Lena.
__ADS_1
Walaupun hubungan Calvin dengan ayahnya sudah semakin membaik, tapi sekarang hubungannya dengan Lena yang butuh di perjuangkan kembali.