
Seminggu setelah acara kejutan Lena, kondisi kesehatan Calvin menurun drastis. Bahkan demamnya tidak kunjung turun dan suhu tubuhnya malah semakin tinggi, Lena benar-benar khawatir dengan ke adaan Calvin yang sudah dua hari seperti ini.
Dion yang baru datang karena dipanggil Lena langsung memeriksa kondisi Calvin, tapi dirinya tidak menemukan masalah dalam tubuh Calvin dan bahkan sakitnya kali ini juga tidak ada pengaruhnya dengan memar Calvin kemarin.
Takut kondisi Calvin semakin memburuk lagi, akhirnya Dion menyarankan untuk membawa Calvin pulang ke rumah Ericson agar dia bisa mendapatkan perawatan yang lebih baik lagi. Lena menyetujui saran dari Dion tapi tidak dengan Calvin, walaupun tubuhnya sudah sangat lemah Calvin tetap tidak mau pulang ke rumahnya dia hanya ingin di sini bersama dengan Lena.
"Calvin... Kali ini saja kamu turutin yang di bilang Dion, ini semua demi kebaikan kamu juga Vin" ucap Lena sembari mengusap pipi Calvin.
"Maafkan aku Lena... Permintaan kamu kali ini tidak bisa aku penuhi, karena yang aku inginkan sekarang hanya berada di sampingmu untuk melihat mu" ucap Calvin dengan suara lemas, karena kondisi yang tambah semakin melemah.
"Calvin..." ucap Lena lirih dengan air mata yang sudah mulai membasahi pipinya.
"Sshhuuttt... cup, cup kamu jangan nangis lagi ya! aku baik-baik aja dan sebentar lagi pasti aku akan sembuh" ucap Calvin sembari menghapus air mata Lena dan tersenyum tipis.
Bukan hanya Lena yang sedih melihat kondisi Calvin seperti itu, tapi Dion dan Lion juga merasakan hal yang sama. Bahkan Lion sempat meneteskan air mata juga, walaupun langsung buru-buru di harusnya sebelum ada yang melihat.
Lena masih belum mau menyerah dan masih tetap membujuk Calvin untuk pulang supaya dirinya mendapatkan perawatan yang lebih baik lagi, tapi sayangnya Calvin tetap pada pendiriannya untuk selalu menemani dan terus bersama Lena. Karena Calvin tidak bisa memastikan kapan kutukan itu akan menguasai dirinya dan bahkan bisa menghilangkan nyawanya.
"Nona Lena, bisa kita bicara sebentar" ucap Dion yang langsung diangguki kepala oleh Lena.
"Sebentar ya Vin" ucap Lena sembari tersenyum dan setelah mencium kening Calvin, Lena turun dari tempat tidur dan mengikuti Dion ke ruang tamu.
__ADS_1
"Apa ada masalah yang serius Dion?" Lena yang langsung duduk di sofa.
"Sebelumnya saya minta maaf sudah membawa non ke sini, tapi hal ini harus saya sampaikan sekarang"
"Kalau begitu kamu duduk dulu dan ceritakanlah!" Dion langsung menuruti perintah Lena
Dion mulai menceritakan semua kebenaran tentang penyakit Calvin dan kondisinya, bahkan Dion juga memberitahu konsekuensi kalau tidak segera melakukan tindakan untuk menyelamatkan Calvin.
Saat Lena baru akan menanyakan sesuatu pada Dion, Lion tiba-tiba datang dengan raut wajah yang panik dan terus menunjuk ke arah kamar Calvin tanpa berbicara satu katapun. Dion yang paham maksud dari adiknya langsung berlari ke kamar Calvin, begitupun dengan Lena dan Lion yang langsung mengekor di belakang Dion.
Setelah sampai di depan kamar Calvin, Dion tidak langsung masuk dan hanya berdiri di depan pintu saja. Tapi karena Lena sangat khawatir dengan Calvin, jadi dirinya langsung mendorong pelan tubuh Dion agar menyingkir dari pintu.
"Calvin..." ucap Lena sembari menutup mulutnya untuk menahan tangis dan berjalan menghampiri Calvin.
Kali ini Lena benar-benar tidak bisa menahan air matanya lagi, dirinya langsung menangis sejadi-jadinya sembari duduk di samping Calvin dan mengusap lembut kepala Calvin.
"Maafkan saya nona Lena... Tapi saya harus segera membawa tuan muda pulang dan mendiskusikan semua ini dengan tuan Ericson, karena beliau berhak tau kondisi tuan muda" ucap Dion yang sudah berdiri di hadapan Lena dan Lena langsung mengizinkan Dion membawa Calvin.
Dion langsung menggendong tubuh kucing Calvin dan berpamitan kepada Lena, setelah itu Dion dan Lion langsung membawa Calvin pergi dan meninggalkan Lena sendiri yang masih menangis.
...****************...
__ADS_1
Baru sebentar mereka kembali bersama dan sekarang mereka berdua sudah harus di pisahkan kembali, bahkan belum ada sehari Calvin pergi, tapi rasanya Lena sudah sangat kesepian tanpa keberadaan Calvin di sampingnya.
Saat Lena sedang mengingat semua kenangannya bersama Calvin, tiba-tiba pintu rumahnya di ketuk oleh seseorang dan Lena pikir itu adalah Calvin yang sudah berhasil di sembuhkan dan kembali pulang. Maka dari itu Lena langsung berlari untuk membukakan pintu, tapi saat dirinya membuka pintu yang Lena lihat bukanlah Calvin melainkan ayah Calvin yaitu Ericson.
"Lama tidak bertemu Lena" ucap Ericson sembari tersenyum.
"Om mau apa ke sini? Calvin sudah di bawa pulang oleh Dion dan Lion tadi" wajah Lena langsung berubah menjadi ketakutan.
"Kamu tenang saja... Saya ke sini tidak ingin melukai kamu, tapi saya justru ingin membahas Calvin dengan kamu. Apa boleh saya meminta waktunya?"
Lena awalnya sedikit ragu untuk berbicara dengan Ericson, tapi akhirnya dirinya mengiyakan permintaan Ericson karena ini tentang Calvin. Lena langsung menyuruh Ericson untuk duduk di kursi yang berada di halaman rumah, alasan Lena tidak menyuruh Ericson masuk karena dirinya masih merasa takut saat berdua saja dengan ayah Calvin.
"Jadi, hal tentang apa yang mau om bicarakan dengan saya? ada apa dengan Calvin om?"
"Begini Lena, untuk masalah kondisi Calvin sepertinya kamu juga sudah di beritahu oleh Dion kan? Jadi om akan ke intinya saja ya, sebenarnya walaupun kondisi Calvin sudah separah itu. Tapi dia masih memiliki waktu tiga hari untuk di sembuhkan, dengan cara seperti yang pernah om bilang sebelumnya pada kamu" Lena hanya diam dan mendengarkan perkataan Ericson.
"Tapi sekarang om tidak akan memaksa kamu, karena om tau Calvin sangat tidak suka om melakukan itu. Jadi semua keputusan ada di tangan kamu, om hanya minta sama kamu untuk mempertimbangkan baik-baik keputusan kamu karena ini demi Calvin" tambah Ericson sembari bangun dari duduknya dan langsung berpamitan dengan Lena.
Lena masih berada di tempatnya, bahkan setelah Ericson pergi dan tidak terlihat lagi. dirinya bingung harus bagaimana sekarang? dirinya ingin melihat Calvin kembali sembuh, tapi gimana dengan dirinya sendiri.
Lena yang sudah merasa sangat pusing akhirnya memilih masuk ke dalam rumah untuk menenangkan diri dan mencoba memikirkannya kembali semuanya dengan kepala dingin, siapa tau kalau Lena sudah tenang dirinya bisa memutuskan yang terbaik untuk Calvin dan juga dirinya.
__ADS_1