Pacar Tampanku Siluman Kucing

Pacar Tampanku Siluman Kucing
Persaingan Dimulai


__ADS_3

Selama satu minggu Lion dan Dion bergantian mengawasi Andre, akhirnya Calvin mengetahui kalau Andre melamar pekerjaan di satu tempat yang sama dengan Lena. Jadi mau tidak mau dia juga harus ikut melamar di sana, mumpung di tempat Lena sedang membuka dua lowongan pekerjaan.


Rencana yang Calvin akan lakukan itu Lena sama sekali belum tau, karena Calvin ingin membuat kejutan untuk Lena saat dirinya datang ke kantor dan akan bekerja di satu tempat yang sama dengannya, karena Calvin hanya menceritakan rencananya itu pada Dion dan Lion saja.


Setelah Calvin melihat Lena masuk ke dalam kantornya, dia langsung berganti pakaiannya di dalam kamar mandi dan segera menemui manager di perusahaan itu. Calvin sudah mengatakan pada ayahnya tentang masalahnya itu, jadi ayahnya putuskan untuk Calvin tetap berada di dunia manusia untuk menyelesaikan masalahnya terlebih dahulu.


Andre yang melihat Calvin sudah lebih dulu berada di dalam ruangan manager hanya menatapnya dengan tatapan tajam tanpa menyapanya dan hal yang sama juga dilakukan oleh Calvin, bahkan sampai manager itu mengantar mereka berdua ke ruangan tempat mereka bekerja Calvin dan Andre hanya saling diam walaupun terkadang mereka saling melirik dari sudut mata mereka masing-masing.


"Semuanya perhatian sebentar! Saya akan perkenalkan dua pegawai baru yang akan bergabung dengan kita semua"


"Di sebelah kanan saya ini Calvin Andara dan yang ada di sebelah kiri saya Andre Carson"


Seluruh para pekerja di sana langsung melihat ke arah Calvin dan Andre, tapi tidak dengan Lena walaupun nama Calvin di sebut dia masih tetap fokus mengetik di laptopnya karena dia ingin cepat-cepat menyelesaikan semua pekerjaannya.


"Saya harap, kalian semua bisa bekerja sama dengan baik bersama Calvin dan Andre"


"Mohon bantuannya ya semuanya" Calvin tersenyum kepada semua pegawai di sana.


Setelah selesai mengerjakan pekerjaannya Lena yang tadi sempat mendengar nama Calvin di sebut lagi langsung membalikan badannya dan melihat Calvin dan Andre yang sudah berada di sana.


Lena menatap Calvin dengan tatapan bingung dan bertanya dengan suara pelan, tapi Calvin malah seolah-olah tidak tau dan hanya tersenyum sembari mengangkat kedua bahunya saja.


"Baiklah, kalian silahkan lanjutkan lagi pekerjaannya dan untuk kalian berdua selamat bergabung ya"


"Baik Pak" Calvin dan Andre menjawab bersamaan dan langsung dibalas dengan senyuman oleh manager itu.


Setelah manager itu pergi Calvin langsung cepat-cepat duduk di meja yang bersebelahan dengan Lena, sedangkan Andre mendapat meja yang agak sedikit jauh dari mereka berdua.


"Kamu ngapain di sini?" Lena berbicara berbisik pada Calvin sembari melihat ke sekelilingnya.

__ADS_1


"Untuk bekerja bersama dengan kekasih ku" Calvin langsung tersenyum, sedangkan Lena memutar bola matanya malas.


"Terus gimana sama....."


Perkataan Lena terhenti karena pak Satya yang tiba-tiba berdehem di belakang mereka berdua, Lena langsung cengengesan saat menoleh ke belakang dan melihat pak Satya menatapnya sembari menggelengkan pelan kepalanya.


Calvin sangat berbeda dengan Lena yang panik dan langsung berpura-pura bekerja lagi saat pak Satya masih berada di belakangnya, sedangkan Calvin tetap santai dan hanya tersenyum saja ke arah pak Satya.


"Kamu karyawan baru kan di sini?"


"Iya benar pak"


"Kalau begitu ke ruangan saya sebentar" pak Satya berjalan lebih dulu untuk kembali ke ruangnya.


Saat Kevin sudah bangun dari duduknya dan ingin pergi mengikuti pak Satya, Lena langsung menahan tangan Calvin dan memintanya untuk membungkukkan badannya sebentar. Karena Lena ingin memberitahukan sedikit tentang pak Satya, dari mulai jabatan dan perkataan yang tidak boleh di ucapkan di depannya.


"Untuk hal itu aku sudah tau, jadi kamu tenang saja ya" Calvin tersenyum dan langsung pergi dari tempatnya berada.


Lena melanjutkan pekerjaannya lagi sembari terus melihat ke arah pintu ruangan tempat Calvin berada, tapi Calvin masih belum keluar dari sana juga.


"Kenapa lama banget ya? Apa Calvin dimarahin gara-gara tadi aku mengajaknya berbicara terus di hari pertama dia bekerja ya?" Lena berbicara dengan dirinya sendiri sembari terus menatap ke arah pintu itu


"Aduh! Kalau beneran kayak gitu gawat nih, Calvin kan belum ada sehari kerja di sini. Aku engga bisa diam aja, pokoknya aku harus bantu Calvin supaya tidak di pecat"


Lena bangun dari duduknya dan langsung menghampiri ruangan pak Satya untuk mengetahui apa yang mereka bicarakan, sayangnya Lena tidak bisa mendengar apapun dari ruangan itu. Padahal biasanya suara dari dalam bisa terdengar keluar, tapi ini benar-benar hening dan sama sekali tidak ada suara sedikitpun.


"Woi, ngapain lu di sini?"


Kia datang dan mengagetkan Lena yang sedang menempelkan telinganya di pintu. sedangkan Lena hanya menoleh untuk menyuruh Kia diam dan dirinya langsung kembali mencoba mendengarkan pembicaraan pak Satya dengan Calvin.

__ADS_1


"Dengerin apaan sih nih anak?" Kia juga langsung mengikuti Lena untuk menempelkan telinganya di pintu.


Setelah beberapa menit mereka di sana akhirnya Calvin keluar dan membuat mereka berdua hampir terjatuh, karena Calvin membuka pintunya secara tiba-tiba.


Di saat Kia sedang bingung dengan keberadaan Calvin di sana, Lena langsung menarik tangan Calvin dan membawanya pergi dari sana untuk menanyakan pembicaraan Calvin dengan pak Satya tadi.


"Calvin tadi apa yang di katakan sama pak Satya ke kamu? Kamu engga di marahin gara-gara tadi kita berdua mengobrol kan? Jangan bilang pak Satya pecat kamu dari sini! Engga kan Vin?"


Calvin yang mendengar pertanyaan Lena hanya tersenyum sembari menjawab dengan menggelengkan kepalanya saja.


"Beneran kamu engga di pecat? Kalau pak Satya pecat kamu biar nanti aku yang akan bicara dengannya"


"Iya benar Lena, aku tidak di keluarkan dari perusahaan ini dan masih bisa bekerja sampai seterusnya"


"Syukurlah kalau gitu, Terus tadi kenapa pak Satya panggil kamu ke ruangannya?"


"Rahasia"


Calvin mengacak rambut Lena dan langsung pergi dari sana meninggalkan Lena yang masih berada di tempatnya, Lena yang masih penasaran dengan yang di katakan pak Satya kembali mengejar Calvin lagi.


"Calvin, kasih tau dulu"


Lena terus mengikuti Calvin sampai ke meja kerjanya, Andre yang melihat Calvin tersenyum karena berhasil membuat Lena mengejarnya terus langsung mengepalkan tangan kanannya.


"Nanti aku kasih tau, sekarang kamu lanjut kerja dulu aja ya" Calvin tersenyum sembari mengusap pipi Lena.


"Benar ya nanti kasih tau"


"Iya, udah sana kamu lanjut kerja lagi! Nanti kalau pak Satya datang lagi kamu bisa terkena marah olehnya"

__ADS_1


Lena menganggukkan kepalanya dan langsung kembali ke mejanya untuk menyelesaikan satu dokumen lagi sebelum jam makan siang.


__ADS_2