
Sudah terlalu lama Lena berada di dalam rumah dan bahkan dirinya sudah mulai ada perasaan bosan berada di rumah terus-menerus, karena saat dirinya berada di dalam rumah saja kegiatan yang Lena lakukan hanya makan, tidur, dan memainkan ponselnya tanpa bisa melakukan kegiatan lain. Apalagi sekarang dirinya tambah merasa bosan, karena harus berada di rumah sendirian.
Sekarang Kia sedang pergi dengan kekasihnya atas suruhan Lena, karena Lena juga tidak bisa membiarkan Kia selalu berada di rumah untuk menemaninya. Walaupun sebenarnya kekasih Kia tidak keberatan kalau Kia menemani Lena, tapi Lena juga harus bisa mengerti kalau Kia juga butuh jalan-jalan bersama kekasihnya.
"Hah... Nonton udah, baca novel juga udah, sekarang enaknya ngapain lagi ya?" Lena bermonolog sendiri sembari menatap langit-langit rumah dan meletakkan ponselnya di perutnya.
"Jam berapa sih sekarang? kayaknya waktu lambat banget deh berjalannya" ucap Lena sembari mengambil kembali ponselnya.
Lena yang berniat mengambil ponselnya kembali hanya untuk melihat jam, tapi malah melihat fotonya bersama dengan Calvin yang dirinya jadikan wallpaper di ponselnya.
Cukup lama Lena memandangi foto mereka dan sedikit ada perasaan rindu di hati Lena yang tidak dapat dirinya pungkiri, tapi jika untuk kembali ke Calvin dirinya belum ada keinginan dari dalam dirinya.
"Coba aja kalau Calvin ada di sini, pasti engga akan sebosan ini deh jadinya" ucap Lena sembari mengusap wajah Calvin dalam foto di ponselnya.
Lena tidak bisa mengendalikan air matanya dan membuat dirinya menangis kembali tapi langsung dirinya menghapus kembali air matanya, karena dirinya tidak mau terus berlarut dalam kesedihan lagi.
"Sadar Len! lu harus sadar engga boleh lu dikendalikan lagi dengan kesedihan atau rindu Calvin lagi" ucap Lena pada dirinya sendiri sembari menepuk pipinya.
"Dari pada gue terus di sini dan nangis lagi, lebih baik gue jalan-jalan juga" ucap Lena yang langsung turun dari tempat tidurnya dan bersiap-siap untuk pergi keluar.
Setelah selesai berganti baju Lena langsung pergi ke taman menggunakan taxi online yang sudah di pesannya sebelum dirinya berganti baju.
Dion dan Lion yang melihat kepergian Lena langsung mengikutinya juga, karena mereka tidak mau di salahkan oleh Calvin kalau sampai Lena terluka bahkan bertemu dengan ayah Calvin lagi.
...****************...
Sampai di taman Lena bukannya senang malah tambah terlihat lebih murung lagi, karena di sana dirinya melihat banyak orang yang datang bersama dengan kekasihnya dan memang seharusnya Lena tidak pergi ke taman di saat malam minggu.
__ADS_1
Sudah terlanjur sampai di sana dan taxi online Lena juga sudah pergi, jadi mau tidak mau Lena tetap masuk ke dalam taman untuk sedikit menjernihkan pikirannya.
Lena duduk di bangku taman dekat air mancur, karena di sana lebih sedikit orang yang berpacaran jadi setidaknya bisa lebih membuatnya tenang.
Cukup lama Lena berada di sana hanya untuk duduk dan melihat orang melakukan hal yang biasanya di lakukan oleh sepasang kekasih, bahkan Lena sempat membayangkan hal yang di lakukan sepasang kekasih di depannya juga bisa dirinya lakukan bersama dengan Calvin.
"Ya ampun Len, lu mikir apa sih! semua itu engga akan pernah terjadi sama lu, karena Calvin aja engga pernah cinta sama lu. Ayo sadar Len!" ucap Lena dalam hatinya sembari menyadarkan hati dan pikirannya.
Semakin lama Lena berada di sana bukannya semakin hilang pikirannya terhadap Calvin, tapi malah semakin menjadi-jadi dan membuat perasaannya tambah tidak karuan lagi. Akhirnya Lena memutuskan untuk pergi dari taman itu dan mencari tempat baru yang lebih bisa membuatnya tenang, tapi karena Lena berjalan terburu-buru akhirnya dia menabrak seseorang dan tidak sengaja menjatuhkan barang orang itu.
"Aduh... Maaf ya maaf saya benar-benar tidak sengaja" Lena langsung mengambil boneka kelinci yang tadi terjatuh.
"Ini bonekanya sedikit kotor, gimana kalau saya ganti aja ya?" tanya Lena sembari membersihkan boneka itu dengan tangannya.
"Tidak perlu! karena itu boneka kesayangan pacar saya, jadi saya akan membersihkan sendiri untuknya" ucap seseorang di hadapan Lena.
Lena hanya terdiam melihat orang yang berada di hadapannya sembari memegang bonekanya, begitu juga sebaliknya orang itu menatap Lena dengan tatapan yang sayu.
"Lena... Lama tidak bertemu" ucap Calvin yang menahan keinginannya untuk memeluk Lena.
Bukannya menjawab Calvin, Lena malah mengembalikan boneka di tangannya ke Calvin dan langsung pergi meninggalkan Calvin.
Bertemu dengan Lena tanpa sengaja adalah kesempatan untuk Calvin mencoba menjelaskan perasaannya lagi, jadi dirinya tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan itu dan langsung mengejar Lena untuk menahannya pergi.
"Lena, aku mohon maafkan aku dan kembalilah ke rumah. Aku benar-benar mencintai kamu" Calvin memegang pergelangan tangan Lena, supaya Lena berhenti berjalan dan mendengarkan Calvin berbicara.
"Lepasin tangan aku!" Lena mencoba melepaskan tangannya dari genggaman Calvin, tapi sayangnya genggaman Calvin terlalu kuat.
__ADS_1
"Aku engga akan Lepasin, sebelum kamu mau memaafkan aku dan kembali ke rumah bersama ku"
"Kalau kamu engga mau lepasin aku bakalan teriak sekarang juga!"
"Silahkan kamu teriak! tapi aku tetap tidak akan melepaskan kamu" Calvin tambah mengeratkan genggamannya.
"Oke, kalau kamu maunya kayak gitu! Tolong... Ada orang mesum yang gangguin saya" Lena langsung berteriak.
Mendengar teriakan Lena para pria yang ada di sekitaran taman berdatangan dan langsung memukuli Calvin, sehingga membuat genggaman tangannya pada Lena terlepas.
Calvin sama sekali tidak memberikan perlawanan ke orang-orang itu dan dirinya hanya melihat ke arah Lena saat semua orang memukulinya, bagi dirinya asal Lena bahagia melihatnya dipukulin Calvin akan senang hati menerimanya sebagai pembuktian kalau kali ini Calvin benar-benar mencintai Lena.
Perasaan sedih terbesit di hati Lena, karena melihat Calvin yang sudah lemas dan mengeluarkan darah. Akhirnya Lena meminta orang-orang itu untuk berhenti memukuli Calvin dan meminta mereka pergi, setelah Lena mengucapkan terima kasih.
Calvin langsung jatuh ke atas tanah dan walaupun kesadarannya juga sudah mulai menipis, tapi dirinya tetap memaksakan untuk melihat Lena sembari memberikan senyumnya.
Saat Lena menghampiri Calvin untuk memeluknya dan di saat itu juga Calvin tidak sadarkan diri, Lena terus memanggil nama Calvin yang tetap tidak mau membuka matanya dan tanpa sadar pipi Lena sudah basah dengan air mata.
"Calvin... Aku mohon buka mata kamu sekarang!" Lena mengusap pipi Calvin.
Tidak lama Dion dan Lion sampai di tempat keberadaan Lena, karena tadi mereka sempat kehilangan jejak Lena. Sampai di sana mereka malah di kejutkan dengan keadaan tuan mudanya, tanpa pikir panjang Dion langsung membawa Calvin pergi dari taman dan meninggalkan Lena yang masih menangis di temani Lion.
"Lion, Calvin akan baik-baik saja kan?"
"Seandainya tuan muda Calvin masih bisa menyembuhkan lukanya sendiri mungkin dirinya akan baik-baik saja, tapi sayangnya tuan muda sudah tidak bisa menggunakan kekuatan itu. Jadi saya tidak dapat memastikannya nona Lena" ucap Lion yang menatap Lena dengan tatapan sedihnya.
Lena benar-benar menyesal melakukan hal ini, kalau saja tadi dia tidak beneran berteriak pasti Calvin masih baik-baik saja sekarang. Tapi karena kebodohan Lena, Calvin malah terluka cukup parah dan kondisinya tidak dapat di pastikan.
__ADS_1