
Tiga minggu sudah berlalu, akhirnya Calvin bisa membuka matanya lagi walaupun kondisinya masih sangat lemah. Dion yang sedang berada di ruangan Calvin langsung memeriksa kondisi Calvin, saat dirinya melihat Calvin membuka mata.
Calvin langsung mengitari pandangannya ke setiap sisi ruangan itu, karena rasanya Calvin tidak asing lagi dengan wangi dan dekorasi ruangan tempatnya sekarang berada.
"Dion, apa yang terjadi? Kenapa saya bisa berada di sini?" tanya Calvin dengan suara lemah sembari menatap Dion dengan pandangan yang sayu.
Dion menceritakan semua kejadiannya dari awal dan ekspresi wajah Calvin langsung berubah, setelah mengetahui bahwa Lena yang telah menyelamatkan nyawanya.
"Sekarang dimana Lena, Dion?" tanya Calvin dengan sedikit meninggikan nada bicaranya.
"Maafkan saya tuan muda, tapi saya juga tidak tau kemana ayah anda meminta Lion membawanya" ucap Dion sembari menundukkan kepalanya.
"Kalau begitu panggil Lion ke sini sekarang!" Calvin memalingkan wajahnya ke arah lain.
"Sekali lagi saya minta maaf tuan muda, karena Lion belum kembali ke sini setelah membawa nona Lena pergi. Jadi saya tidak bisa memanggilnya untuk anda" ucap Dion sembari melirik ke arah Calvin.
"Kalau begitu biar sekarang saya yang akan mencari keberadaan Lena dan Lion" ucap Calvin sembari bangun dari posisi berbaringnya dan siap untuk turun dari atas tempat tidur.
Dion yang melihat Calvin memaksa untuk pergi langsung menyuntikkan obat penenang ke infusan Calvin, dan untungnya itu bisa membuat Calvin jauh lebih tenang dari sebelumnya.
"Maaf tuan muda, saya melakukan ini demi untuk kesehatan anda. Saat anda sudah benar-benar pulih, saya janji akan membantu anda menemukan nona Lena kembali" ucap Dion sembari melihat Calvin yang mulai memejamkan mata.
Saat Calvin tertidur Dion langsung pergi untuk melaporkan tentang yang Calvin lakukan tadi kepada Ericson, sebelum pergi Dion juga tidak lupa untuk mengunci pintu kamar Calvin atas permintaan Ericson.
Calvin yang merasa Dion sudah meninggalkan kamarnya langsung membuka matanya kembali, karena sebenarnya tadi Calvin tidak benar-benar tertidur. Dirinya sengaja melakukan itu hanya untuk membuat Dion pergi dari kamarnya.
__ADS_1
"Lena... Dimana kamu sekarang? Apa kamu baik-baik saja?" tanya Calvin pada dirinya sendiri sembari menatap langit-langit kamarnya.
"Aku engga bisa terus-menerus berdiam diri dan menunggu kabar Lena di sini, kalau terus berada di sini aku tidak akan bisa tenang dan akan selalu kepikiran kondisi Lena" Kevin langsung mengubah posisinya menjadi duduk dan turun dari tempat tidurnya.
"Aku harus cari kamu sekarang supaya aku bisa melihat kondisi kamu dengan mata kepala ku sendiri" ucap Calvin yang berjalan tertatih ke arah pintu dengan terus memegang dadanya yang masih terasa sedikit sakit.
Sudah berapa kali Calvin mencoba untuk membuka pintu kamarnya, tapi sayangnya kekuatan Calvin belum sepenuhnya pulih. Jadi mau tidak mau dirinya harus memikirkan cara lain untuk bisa keluar dari kamarnya.
Calvin duduk di balik pintu sembari dirinya memikirkan cara untuk bisa melarikan, untunglah tidak berselang lama terdengar seseorang sedang membuka kunci pintu kamarnya. Calvin yang mengetahui itu langsung buru-buru bersembunyi di dekat pintu dan memukul salah seorang penjaga yang masuk ke dalam kamarnya untuk melihat kondisi Calvin.
Setelah berhasil keluar dari kamarnya bukan berarti Calvin bisa langsung pergi begitu saja, dirinya masih harus melewati para penjaga lainnya yang sudah ayahnya sediakan di setiap sudut castle.
"Selamat siang tuan muda Calvin" ucap salah seorang penjaga sembari membungkukkan badannya.
Setelah menjawab sapaan dari penjaga muda di sana, Calvin langsung buru-buru berlari sebelum penjaga itu menyadari kalau Calvin berniat untuk melarikan diri.
"Bertahanlah Lena, aku pasti akan segera menemukan mu" ucap Calvin yang bermonolog sendiri sembari berlari menuju pintu keluar castle.
Calvin belum juga sempat meraih gagang pintunya, tapi para penjaga sudah pada berdatangan dan sepertinya seluruh penjaga di sini dan termasuk Dion sudah tau kalau Calvin tidak lagi berada di dalam kamarnya.
Tidak ada pilihan lain Calvin harus segera berlari lagi dan mencari jalan lain yang bisa di lewatinya, walaupun terlihat mustahil tapi Calvin tidak ingin menyerah begitu saja.
"Tuan muda... Tunggu!" ucap salah seorang penjaga yang langsung berlari mengejar Calvin dan di ikutin dengan penjaga lainnya.
Karena dari tadi Calvin terus berlari dirinya mulai merasakan sakit kembali di bagian dadanya, dan dirinya memilih untuk beristirahat sebentar berhubung para penjaga itu masih jauh berada di belakangnya.
__ADS_1
"Tuan muda..." ucap seseorang yang sudah berdiri di hadapan Calvin.
Calvin yang tadinya fokus melihat ke arah belakang untuk berjaga-jaga takutnya mereka sudah mendekat, tapi saat dirinya lengah Dion tiba-tiba muncul di hadapannya dan saat Calvin sudah bersiap untuk berlari kembali Dion malah memegangi tangan Calvin.
"Mari kita akhirin permainan kejar-kejaran ini tuan muda!" ucap Dion dengan wajah datar dan terus memegangi tangan Calvin.
"Lepaskan tangan saya sekarang juga Dion! Ini perintah!" ucap Calvin yang meninggikan nada bicaranya.
"Maaf tuan muda, tapi tuan Ericson juga memerintahkan saya untuk mengawasi anda hingga sembuh"
"Kamu ini bekerja dengan saya bukan? Kenapa kamu malah mengikuti perintah ayah saya?"
"Anda benar tuan muda... Saya memang bekerja untuk anda, tapi untuk kali ini saya akan tetap mengikuti perintah tuan Ericson demi untuk kebaikan anda dan bukannya saya sudah janji akan membantu anda untuk mencari nona Lena nanti"
Saat Calvin dan Dion masih sibuk dengan pertengkaran mereka, penjaga yang mengejar Calvin tadi sudah sampai tepat di dekat mereka berdua dan Dion langsung menyerahkan Calvin kepada dua orang penjaga yang akan memegangi tangan Calvin.
"Bawa tuan muda kembali ke kamarnya! Dan pastikan kalau tuan muda tidak akan mencoba melarikan diri lagi" ucap Dion yang langsung di laksanakan oleh para penjaga itu.
"Dion... Saya mohon kali ini saja izinkan saya untuk pergi dan mencari Lena, saya tidak bisa tenang sebelum saya bisa melihat keadaannya secara langsung" ucap Calvin yang terus berteriak, walaupun penjaga itu sudah membawa Calvin menjauh dari Dion.
"Sekali lagi saya benar-benar minta maaf tuan muda... Saya melakukan semua ini demi nona Lena juga, karena kalau saya tidak mengikuti perintah tuan Ericson nona Lena akan langsung di lenyapkan dan saya tidak ingin melihat tuan muda tambah bersedih lagi" ucap Dion yang bermonolog sendiri dan langsung pergi dari tempatnya berdiri.
Calvin sempat mencoba memberontak saat para penjaga itu memasukan kembali dirinya ke dalam kamar, tapi sayangnya jumlah mereka cukup banyak sehingga Calvin tidak bisa melawan lagi dan hanya pasrah dirinya kembali terkurung di dalam kamar.
"Lena... Aku mohon bertahanlah sampai aku bisa keluar dari sini untuk mencari mu dan menemani mu lagi" ucap Calvin sembari melihat ke luar jendela yang sudah dihalangi besi.
__ADS_1