
Setelah Kia tau Lena sudah di temukan dan kembali ke Jakarta, dia langsung buru buru datang ke rumah Lena untuk melihat keadaan sahabatnya secara langsung. Bahkan Kia sampai membawa berbagai makanan dan buah buah ke sukaan Lena, Lena sendiri sampai bingung bagaimana cara menghabiskan semua yang dibeli Kia untuknya.
Bukan hanya Kia, Calvin pun juga ada di samping Lena untuk menemani Lena menemui Kia. Dia bahkan ikut mendengarkan semua pembicaraan Lena dan Kia sambil memakan apel merah yang tanpa dipotong atau di cuci terlebih dahulu, walaupun Lena sudah memarahinya dia tetap melanjutkan makannya.
Kia yang melihat kelakuan Calvin seperti tidak ingin jauh dari Lena, hanya bisa tersenyum karena dia tau pasti ada rasa bahagia dan lega dalam hati Calvin.
"Udah biarin aja Len dia makan kayak gitu! cara orang makan kan beda beda, mungkin Calvin lebih suka buah tanpa di cuci dulu kali" ucap Kia sambil mengibaskan tangannya.
"Iya gue tau Ki, tapi kan seharusnya di cuci dulu biar bersih dan juga biar kumannya hilang. Walaupun beli di supermarket bukan berarti buah ini bersih, pastinya ada kuman yang menempel di buahnya" ucap Lena yang terus melihat ke arah Calvin yang sedang memakan buah apelnya sambil menonton TV.
"Iya juga sih, tapi ya udah lah Len udah terlanjur di makan juga sama Calvin. Mendingan sekarang lu cerita aja, gimana lu bisa kesesatan di hutan selama dua hari dan apa aja yang lu lakuin di hutan?"
Lena mulai menceritakan awal kejadian dia bisa berpisah dari Calvin dan masuk ke dalam hutan, sampai dia menceritakan kegagalannya dalam mencoba segala cara untuk di lakukan agar bisa keluar dari hutan itu. Kia mendengarkan cerita Lena dengan fokus, bahkan seperti seseorang sedang di dongengin sebelum tidur.
Berbeda dengan Kia yang fokus mendengarkan cerita Lena dari awal, sedangkan Calvin malah seperti orang yang tidak tertarik mendengarkan semuanya dari awal Lena bercerita. Tapi setelah Lena mengatakan kalau dia melihat seseorang yang mirip dengan Calvin, akhirnya Calvin langsung meletakkan buah apelnya di atas meja dan mulai mendengarkan cerita Lena.
"Walaupun itu orang jalannya cepat banget gue masih coba kejar orang itu, tapi sayangnya gue tetap kehilangan jejak dia dan pas gue sadar ternyata gue udah engga ada di dalam hutan lagi. Tapi gue ada di sebuah desa yang cukup besar"
"Kok bisa sih Len? terus terus gimana setelah lu ada di sana?" ucap Kia yang semakin antusias ingin mengetahui kelanjutan cerita Lena.
"Awalnya gue bingung bingung harus kemana, tapi..." ucap Lena melanjutkan ceritanya.
Flashback On
__ADS_1
Seseorang menepuk bahu Lena dari belakang dan awalnya Lena takut untuk menoleh, tapi karena orang itu menanyakan apa dia tersesat? akhirnya Lena memberanikan diri untuk menoleh ke belakang dan saat berbalik dia melihat seorang nenek yang membawa tas belanja, seperti habis pulang dari pasar.
Setelah menjawab pertanyaan dari nenek, Lena langsung bertanya arah untuk kembali ke villa. Tapi nenek itu tidak tau dan malah mengajak Lena ke suatu tempat untuk bertanya pada orang yang lebih tau jalan yang di maksud oleh Lena, karena Lena pikir perkataan nenek itu benar dan Lena juga membutuhkan arah untuk kembali akhirnya dia memutuskan untuk ikut dengan nenek itu.
Beberapa orang yang mereka temui di perjalanan juga tidak tau arah menuju villa, sampai akhirnya mereka sampai di sebuah castile yang luas dan ada beberapa penjaga di gerbangnya. Awalnya Lena bingung kenapa bisa di jaman sekarang ada castile? belum selesai Lena berpikir dia langsung diajak nenek untuk bertemu orang yang dimaksudnya tadi.
Mereka masuk ke dalam satu ruangan yang sepertinya itu ruang untuk membaca, di dalam ruangan itu hanya ada seorang pria paruh baya yang sedang membaca buku dengan keadaan kepalanya menunduk.
"Permisi tuan, ada seseorang yang ingin bertemu dengan anda" ucap nenek sambil membungkukkan sedikit badannya.
"Siapa yang ingin bertemu dengan saya di jam segini?" ucap pria itu dengan mengangkat kepalanya dan melihat ke arah Lena.
"Astaga!! kenapa dia hampir mirip sekali dengan Calvin? seperti Calvin dengan versi tua" ucap Lena dalam hatinya, setelah melihat wajah pria itu.
"Baiklah, kalau begitu tolong tinggalkan kami berdua" ucap pria itu dengan senyum di bibirnya.
"Kalau begitu saya permisi dulu, nak nenek tinggal dulu ya" lagi lagi nenek itu membungkukan badannya pada pria paruh baya itu.
Awalnya Lena takut dengan pria itu, karena dia melihat wajah pria itu seperti orang yang sangat galak dan kejam walaupun mirip dengan Calvin. Tapi setelah nenek pergi keluar pria itu mempersilahkan Lena untuk duduk dan menyapa Lena dengan sangat baik, sehingga Lena bisa menghilangkan pikiran negatif di otaknya.
"Rupanya kamu yang ingin bertemu dengan saya, senang bisa bertemu dengan kamu lagi. Bagaimana kabar kamu?" ucap pria itu dengan senyumannya lagi.
"Rupanya gue? apa om ini sudah mengenal gue? tapi dari mana om ini kenal gue? sedangkan gue aja ga pernah ketemu dia" ucap Lena dalam hati dengan wajah yang terlihat bingung.
__ADS_1
"Apa sebelum kita pernah bertemu om? kenapa om berbicara seolah olah kita saling mengenal?" ucap Lena masih dengan wajah bingungnya.
"Hahaha... lupakan saja saya hanya bercanda, jadi apa yang bisa saya bantu?" ucap pria itu sembari tertawa dan Lena pun juga ikut tertawa.
Mereka bercanda dan tertawa bersama cukup lama, sampai akhirnya Lena menceritakan yang terjadi padanya dan tujuan dia menemui pria itu. Setelah mendengar semuanya pria itu langsung memanggil salah seorang pengawalnya dan memerintahkan untuk mengantar Lena kembali pulang, pengawal itu langsung meminta Lena berjalan lebih dulu.
Sebelum pergi Lena berpamitan dengan pria itu layaknya seperti anak yang berpamitan pada ayahnya, tapi saat Lena ingin berpamitan dengan nenek pria itu malah menyuruhnya untuk segera pergi dari sana sebelum matahari terbenam. Akhirnya Lena menuruti perkataan pria itu dan langsung pergi meninggalkan tempat itu, pengawal yang diperintahkan tadi hanya mengantar Lena sampai bertemu Calvin di hutan.
Flashback Off
"Gitulah ceritanya Ki, untunglah ada om baik itu yang mau nolongin gue" ucap Lena dengan senyum di bibirnya.
"Iya untung aja, nanti kalau suatu saat kita ketemu sama om itu lagi kita harus berterima kasih sama beliau Len. Kalau perlu kita ajak makan bareng" ucap Kia dengan bersemangat.
"Ide bagus Ki, semoga nanti gue bertemu om itu lagi ya" ucap Lena yang tidak kalah bersemangat juga.
"Tidak boleh! kamu tidak boleh bertemu kembali dengan pria itu!" ucap Calvin dengan wajah datarnya.
"Loh! kenapa engga boleh? dia udah baik sama aku tau" ucap Lena dengan wajah kesal.
"Aku bilang engga boleh ya engga boleh! aku harap kamu mengerti perkataan aku Lena!" ucap Calvin dengan meninggikan nada bicaranya.
Setelah berkata begitu Calvin langsung pergi keluar dan menunggu seseorang yang sudah lama tidak dia temui, Calvin menunggu orang itu sembari duduk di bangku taman dan memikirkan semua yang terjadi pada Lena.
__ADS_1
"Jadi kemarin Lena benar benar masuk ke dalam hutan larangan itu dan apa maksudnya dengan membawa Lena masuk ke dalam sana? apa ini peringatan untuk ku?" ucap Calvin dalam hatinya.