Pacar Tampanku Siluman Kucing

Pacar Tampanku Siluman Kucing
Masalah


__ADS_3

Dari semalam Lena sudah berniat untuk lari pagi di taman dan seperti biasa Calvin meminta untuk ikut dengan Lena, tapi Lena malah dibuat menunggu oleh Calvin.


Padahal Lena sudah bangun dari jam setengah lima pagi, tapi sampai jam setengah enam Calvin belum keluar dari kamarnya juga dan membuat Lena kehabisan kesabaran.


"Calvin... ayo cepetan! nanti keburu siang, kamu jadi ikut engga sih?" Lena berteriak dari ruang tamu.


"Lena, maaf sepertinya kali ini kamu harus pergi sendiri dulu!" ucap Calvin yang keluar dari dalam kamarnya dengan wujud kucing.


"Loh! kamu kok malah jadi kucing sih? kita kan mau lari pagi Vin, apa kamu mau ikut kayak gini?" tanya Lena yang berjongkok di depan Calvin.


"Hah...bukan begitu! tadinya aku mau menemani kamu dengan wujud manusia, tapi entah kenapa aku hanya bisa berubah beberapa detik saja" ucap Calvin sembari duduk di lantai.


"Gimana maksudnya? aku kurang paham Vin" ucap Lena dengan wajah bingungnya dan sembari menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


Tanpa berkata apa-apa lagi Calvin langsung menunjukkan pada Lena dengan merubah wujudnya menjadi manusia, tapi baru dua detik Calvin menjadi manusia... dia langsung berubah menjadi kucing lagi dengan sendirinya.


"Gimana? apa kamu sekarang sudah paham?"


"Iya aku paham, apa sebelumnya kamu juga pernah kayak gini Vin?"


"Belum pernah! Ini pertama kalinya aku kayak begini dan alasan aku lama di dalam kamar, ya karena aku lagi berusaha menjadi manusia lagi"


Setelah mendengar penjelasan Calvin tentang masalahnya, Lena langsung membenarkan posisinya menjadi duduk di lantai dan saling berhadapan dengan Calvin.


Lena yang juga langsung terdiam sejenak untuk berpikir cara membuat Calvin kembali seperti sebelumnya dan memikirkan penyebab dari masalah ini.


"Apa ini mungkin ada pengaruhnya sama kamu makan ikan terlalu banyak ya?"

__ADS_1


"Aku juga kurang yakin! tapi mungkin bisa jadi karena itu, karena badan ku rasanya lemas"


"Kalau begitu kamu tunggu di sini sebentar ya!" ucap Lena sembari mengusap kepala Calvin. ucap Lena yang langsung pergi ke kamarnya untuk mengambil ponselnya dan kembali ke ruang tamu sembari mencari beberapa cara di internet, bahkan dia sampai menonton video perawatan kucing yang sedang sakit.


Hampir setengah jam Lena fokus di ponselnya, sekarang dia mulai mempraktikkan semua yang dia baca dan dia tonton kepada Calvin. Walaupun Lena belum tau penyebab aslinya, tapi dia berpikir tidak ada salahnya untuk mencoba segala cara yang bisa dilakukan.


Calvin mengikuti semua yang Lena perintahkan dari mulai meminum air putih yang banyak, minum vitamin kucing, sampai memakan buah dan sayur, karena dia tidak mau mengecewakan Lena yang sudah berusaha mencari cara untuknya.


Sampai sore mereka berdua mencoba berbagai cara yang berbeda dan Calvin juga sudah berulang kali mengubah dirinya menjadi manusia, tapi belum ada satupun cara yang berhasil.


"Lena, kita sudahi saja ya untuk hari ini soalnya aku sudah sangat lelah"


"Eum,, ya udah deh, oh iya Vin gimana kalau kita pergi ke dokter hewan aja?"


"Lena... aku ini siluman mana bisa kita pergi ke dokter hewan, bagaiamana kalau nanti dokter itu tau aku bukan hewan yang sebenarnya?"


"Benar juga, aakkhhh... aku engga tau lagi harus gimana!" Lena mengacak rambutnya hingga ikat rambutnya terlepas.


"Lu kemana aja sih Len? gue telfonin dari tadi engga di angkat, terus ini juga kenapa rambut lu berantakan banget?" tanya Kia sembari memegang rambut Lena yang berantakan.


"Oh i-itu t-tadi gue habis tidur makanya rambut gue kayak gini" ucap Lena dengan sedikit gugup.


"Ya ampun Len, ini udah jam berapa coba? dan lu baru bangun jam segini?" tanya Kia yang berjalan masuk ke dalam rumah Lena.


"Maklumlah gue capek habis bersih-bersih rumah"


Kia langsung melihat ke sekeliling dalam rumah Lena, tapi tidak sesuai dengan apa yang ucapkan Lena barusan. Rumah Lena nampak seperti kapal pecah dan sangat berantakan, bahkan tidak ada satupun sudut rumahnya yang terlihat bersih dan rapih.

__ADS_1


"Ini yang lu bilang bersihin rumah, Len?" kayaknya lebih tepatnya lu berantakin seisi rumah deh Len!" ucap Kia sembari berjalan melihat ke ruang lainnya dan tanpa dirinya sadari dirinya menginjak ekor Calvin.


Calvin yang merasa kesakitan langsung mencakar kaki Kia, Lena yang melihat Kia kesakitan dan kakinya berdarah. Dirinya langsung memarahi Calvin, bahkan tanpa sadar menyebut nama Calvin di depan Kia.


"Bentar Len! tadi lu panggil kucing lu Calvin? kenapa lu panggil dia dengan nama Calvin?" tanya Kia yang langsung menghampiri Lena walaupun kakinya berdarah.


"Ah! anu i-itu gue lagi kangen banget dan kepikiran terus sama Calvin, makanya gue jadi salah panggil nama kucing gue" ucap Lena dengan senyum canggungnya.


"Udah jangan dipikirin lagi! mending sekarang kita bersihin luka lu aja takutnya infeksi Ki" tambah Lena sembari membawa Kia duduk di sofa.


Lena berjalan dengan melewati Calvin begitu saja dan langsung mengambil kotak p3k di dalam kamarnya, bukannya marah pada Calvin tapi dirinya harus menyembunyikan identitas Calvin.


Kia hanya bisa diam sembari melihat Lena mengobati lukannya, masih ada sedikit rasa ketidakpercayaan dirinya pada sahabatnya. pasalnya rumah Lena tidak biasanya seperti ini dan juga beberapa hari dirinya ke sini kucing Lena tidak ada di rumah, tapi kenapa sekarang bisa tiba-tiba berada di sini?.


"Len!"


"Apaan?" tanya Lena sembari melihat ke arah Kia sebentar.


"Malam ini gue nginap di rumah lu ya, boleh kan Len?"


"Eh! tumben banget lu mau nginap, emangnya rumah lu kenapa?"


"Ya engga apa-apa sih, cuma gue lagi males aja sendirian di rumah. Boleh kan Len? boleh ya ya?"


"Hah... ya udah ya udah lu boleh nginap di sini, tapi ingat ya cuma semalam aja!" ucap Lena sembari membalut luka Kia.


"Yey, makasih Lena lu emang sahabat terbaik gue" ucap Kia yang langsung memeluk Lena.

__ADS_1


'Sekarang gimana gue bisa bantu Calvin balik jadi manusia lagi, kalau Kia ada di sini' ucap Lena dalam hati-Nya.


Lena tidak bisa menolak Kia, karena kalau dirinya tolak Kia akan bertanya alasan yang masuk akan untuknya. Jadi dirinya terpaksa mengizinkan Kia menginap di sini, walaupun dirinya tau maksud tujuan Kia menginap di sini karena apa makanya malam ini Lena harus lebih berhati-hati saat berinteraksi dengan Calvin.


__ADS_2