Pacar Tampanku Siluman Kucing

Pacar Tampanku Siluman Kucing
Persiapan


__ADS_3

Setelah dua hari ini Calvin mendiamkan Lena akhirnya sekarang mereka berdua sudah kembali bercanda lagi, bahkan Kia dan Lion juga sudah ikut berkumpul bersama Calvin dan Lena lagi.


Lena sempat berpikir kalau Calvin akan marah padanya dengan waktu yang cukup lama, tapi untungnya usaha Lena untuk membuat Calvin bisa memaafkannya berhasil lebih cepat dari perkiraannya.


Saat ini mereka berempat berkumpul untuk membicarakan persiapan tentang acara pernikahan mereka yang sempat tertunda kemarin, karena kesibukan Calvin dan Lion yang harus membereskan pekerjaannya sebelum hari pernikahan mereka.


Sebenarnya Ericson juga minta pada Calvin dan Lion agar dia di ajak kalau ingin membicarakan rencana pernikahan mereka. Tapi sayangnya saat Calvin mengajak ayahnya berkumpul di rumah Kia, Ericson juga masih sibuk dengan pekerjaannya. Jadi mau tidak mau mereka membahas rencana pernikahannya, tanpa adanya Ericson.


"Apa kalian berdua sudah menentukan tempat pernikahannya?" Calvin menatap Lion dan Kia secara bergantian.


"Belum tuan, kami berdua masih bingung mau mengadakan acaranya dimana. Kalau anda dan nona Lena apa sudah menentukannya?"


"Saya dan Lena berniat untuk mengadakan acaranya di dua tempat, karena akan sangat berbahaya kalau kita membawa semua orang di dunia siluman ke sini dan begitu juga sebaliknya" Calvin menggenggam tangan Lena.


"Benar juga yang tuan katakan, nanti saya akan bicarakan masalah ini lagi dengan Kia"


"Baiklah, tapi saya juga belum bicarakan hal ini dengan ayah. Jadi kalian masih bisa bicarakan masalah ini berdua"


"Iya tuan"


"Oh iya Li, karena ayah sudah menganggap kamu sebagai anaknya juga. Jadi kamu bisa panggil saya tanpa ada kata tuan lagi"


"Mana boleh seperti itu tuan, walaupun tuan Ericson sudah menganggap saya sebagai anaknya. Tapi saya akan tetap memanggil anda dengan panggilan tuan muda, karena saya tidak terbiasa kalau harus menggantinya lagi"


"Hah... Baiklah, tapi kalau nanti kamu berubah pikiran dan ingin memanggil saya dengan panggilan lain lakukan saja ya tanpa perlu izin dengan saya lagi" Calvin tersenyum pada Lion.

__ADS_1


Calvin akhirnya mengalah pada Lion, karena akan percuma mau berapa kalipun Calvin terus membujuk Lion dia tidak akan tetap pada pendiriannya. Lion adalah tipikal orang yang kalau sudah mengatakan hal itu, dia tidak akan merubahnya sampai kapanpun.


Di saat mereka masih membicarakan hal yang di perlukan dalam acara, tiba-tiba Ericson datang bersama David dan seketika suasana di ruang tamu itu menjadi hening. Bahkan Kia sempat ingin pergi dari sana, hanya saja Lion langsung melarangnya dengan gelengan kepala.


"Ayah kenapa bawa om David ke sini?" Calvin langsung berbisik ke ayahnya saat Ericson duduk di sampingnya.


"Ayah sengaja melakukan ini untuk mendekatkan Lena dan juga Kia dengan ayahnya, karena ayah lihat David terus murung dan menyesali semuanya" Ericson juga bicara berbisik pada Calvin.


"Tapi seharusnya ayah liat dulu situasi dan kondisinya, kita semua lagi bahas untuk acara pernikahan dan sekarang wajah Lena sama Kia jadi langsung berubah engga semangat gitu"


"Bukannya malah bagus ya, kalau om David juga ada di sini saat kalian membahas acara pernikahan. Karena kan om David juga berhak tau, lagipula nanti Lena dan Kia juga akan terbiasa dengan ayah mereka"


"Ya sudahlah, terserah ayah sajalah"


"Biar aku buatkan minum dulu untuk kalian semua" Lena langsung pergi tanpa menoleh ke siapapun lagi.


Seolah mengerti perasaan Lena, Calvin langsung pergi menyusul Lena ke dapur tanpa mengatakan apapun lagi. Lagi-lagi Kia yang juga merasa sudah tidak nyaman langsung mencoba ingin pergi lagi dari sana, tapi Lion menggenggam tangannya begitu erat sampai sulit untuk Kia lepaskan.


Saat Calvin sampai di dapur dia melihat Lena sedang menangis, Calvin langsung mendekatinya dan mencoba untuk menenangkan Lena dengan memberikan pelukan untuknya karena hanya itu yang bisa Calvin lakukan sekarang.


"Sshhuttt... Cup, cup jangan menangis lagi ya, aku mengerti apa yang kamu rasakan saat ini" Calvin menepuk pelan punggung Lena.


"Aku harus gimana sekarang Vin? Aku benar-benar bingung! Saat melihat wajah om David dalam hati aku ingin sekali mengakuinya sebagai ayah, tapi otak ku terus menolak hal itu karena menganggap semua ini tidak masuk akal" Lena masih terus menangis dalam pelukan Calvin.


"Sebenarnya dari informasi yang aku dapat kemarin memang ada kemungkinan saat siluman kucing menikah dengan manusia mereka akan bisa memiliki keturunan manusia juga dan hal itu sangat jarang sekali terjadi, karena hanya beberapa siluman kucing saja yang ingin menikah dengan manusia. Sedangkan yang lainnya tidak mau karena takut dengan resiko yang seperti kamu dan Kia ini" Calvin melepaskan pelukannya dari Lena dan melihat mata Lena yang masih mengeluarkan air mata.

__ADS_1


"Hanya itu saja infomasi yang baru aku dapatkan, jadi sekarang ikuti saja kata hati kamu saja ya. Karena apapun keputusan kamu, aku selalu mendukung mu dan menjagamu" Calvin tersenyum dan menghapus air mata Lena.


"Makasih ya kamu sudah susah payah mau menjaga ku terus" Lena menghapus sisa air matanya yang kembali jatuh di pipinya.


"Tidak perlu bilang terima kasih, karena itu sudah menjadi tanggung jawab ku sebagai calon suami mu. Jadi sekarang lebih baik sekarang kita buat minumannya ya, sebelum ayah ke sini dan banyak tanya" Lena hanya menganggukan kepala sebagai jawabannya dan langsung mengambil beberapa cangkir untuk membuat teh hangat.


Setelah selesai membuat minumannya Lena kembali lagi ke ruang tamu, tapi kondisi di sana masih sama seperti sebelum dirinya pergi ke dapur. Bahkan sekarang terlihat seperti lebih parah, karena Kia tidak ingin melihat ke arah David dan Lion sama sekali.


"Silahkan di minum tehnya" Lena meletakkan satu persatu cangkir tehnya di atas meja dan di bantu oleh Calvin saat dia akan meletakkan cangkir berikutnya di depan David.


"Terima kasih ya Lena" Ericson memberikan senyumnya pada Lena, sedangkan Lena hanya mengangguk pelan.


"Sepertinya aku harus membicarakan hal ini lagi pada Kia dan mengambil keputusan untuk masalah ini" ucap Lena dalam hati sembari terus melihat ke arah Kia.


"Jadi sudah sampai mana pembicaraan tentang persiapan pernikahan kalian? Apa semuanya sudah selesai di persiapkan?" Ericson memulai pembicaraan lebih dulu untuk memecahkan keheningan di ruangan itu.


"Semua sudah selesai kami bahas tuan Ericson, jadi kami hanya tinggal menentukan tempatnya saja tuan" Lion yang akhirnya menjawab pertanyaan Ericson, karena Calvin dan yang lainnya hanya diam saja.


"Begitu ya, bagaimana kalau kita minta pendapat om David untuk tempatnya?"


"Engga! Aku engga mau kalau dia sampai ikut campur dalam acara pernikahan ku ayah! Lagipula dia engga berhak ikut dalam pembahasan ini" Kia dengan cepat menolak saran yang di berikan Ericson, bahkan Kia menarik paksa tangannya dari genggaman Lion dan pergi dari ruangan itu.


"Sebentar ya, biar aku bicara pada Kia dulu" Lena kembali pergi meninggalkan tempat itu.


Setelah Lena dan Kia pergi suasana di ruangan itu kembali hening, Calvin dan Lion bahkan hanya menundukkan kepalanya saja. Sedangkan Ericson terus menatap David yang kembali murung, saat melihat Kia belum bisa menerimanya.

__ADS_1


__ADS_2