Pacar Tampanku Siluman Kucing

Pacar Tampanku Siluman Kucing
Bersembunyi


__ADS_3

Sejak pulang kantor mereka berempat masih berkumpul di ruang tamu rumah Lena untuk membahas solusi untuk menghilangkan berita tentang Calvin di kantor dan membuat seolah-olah tidak terjadi apapun, karena Calvin masih ingin bekerja di kantor itu seperti biasa lagi tanpa adanya gangguan masalah yang membuatnya pusing seperti ini.


Sayangnya sejauh ini belum ada saran yang bagus lagi kecuali saran dari Lion yang meminta Calvin untuk meminta bantuan pada Ericson, karena menurut Lion hanya Ericson lah satu-satunya orang yang bisa membantu Calvin untuk menghilangkan ingatan tentang Identitas asli Calvin pada semua orang di kantor.


Calvin sebenarnya ragu dengan saran yang di berikan Lion, karena kalau sampai Ericson tau ada manusia lain yang mengetahui identitasnya. Ericson pasti akan marah besar pada Calvin dan mungkin akan memintanya untuk kembali ke dunia siluman, Calvin tidak mau kalau harus berpisah lagi dengan Lena.


"Lalu apa yang akan tuan muda lakukan untuk selesaikan masalah ini?"


"Hah... Saya juga belum tau Li" Calvin menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya dan Lena langsung mengusap punggung Calvin untuk menenangkannya.


"Maaf ya... Semuanya ini gara-gara aku, kalau saja aku tidak mengizinkan Andre bergabung dengan kita waktu itu. Pasti tidak akan terjadi seperti ini, dan dia tidak akan menyebarkan video itu"


"Semua ini bukan salah mu! Andre memang sudah membenci ku dari dulu dan dia pasti juga sudah merencanakan sesuatu untuk menghancurkan ku, jadi jangan salahkan diri mu lagi ya" Calvin mengambil tangan Lena dan mengusapnya.


"Tunggu... Tunggu... Tuan muda dan nona Lena tau dari mana? Kalau semua ini perbuatan Andre"


"Kami tau dari..."


Perkataan Lena terhenti karena Ericson datang dan langsung duduk di sofa yang ada di samping Calvin, karena terkejut membuat mereka berempat langsung menatap ke arah Ericson secara bersamaan.


"Ayah! Kenapa ayah bisa ada di sini?" Calvin menatap Ericson dengan wajah bingungnya.


"Tadinya ayah hanya ingin melihat kondisi Lena saja, tapi melihat kalian semua sedang berkumpul. Ayah jadi ingin ikut bergabung dengan kalian juga, boleh kan om bergabung?" Ericson melihat ke arah mereka berempat secara bergantian.


"Boleh kok om, boleh banget malah! Kita malah senang om gabung di sini, iya kan?"

__ADS_1


Kia langsung menjawab pertanyaan Ericson dengan antusias dan membuat Lion menepuk keningnya, sedangkan Calvin, Lena, dan juga Ericson menatap ke arah Kia.


"Loh... Ini siapa? Saya baru melihat kamu di sini" Ericson melihat ke arah Kia.


"Perkenalkan nama saya Kia om, saya sahabat Lena sekaligus kekasih Lion dan juga rekan kerja Calvin om" Kia tersenyum pada Ericson.


"Begitu ya... Kalau begitu perkenalkan saya Ericson, ayah dari Calvin" Ericson membalas senyum Kia dan Kia menganggukan pelan kepalanya.


"Lion, saya benar-benar tidak menyangka kalau kamu juga memiliki kekasih manusia" tambah Ericson sembari menepuk bahu Lion yang berada di sisi kanannya.


Lion hanya tersenyum canggung dan menggaruk tengkuk lehernya yang tidak gatal, sedangkan saat Ericson dan Kia sibuk mengobrol Calvin hanya diam saja karena dirinya masih pusing dengan masalah yang ada.


Calvin baru saja ingin keluar untuk mencari udara segar supaya dia bisa berpikir dengan jernih, tapi tiba-tiba Ericson menahannya dan memintanya tetap berada di dalam rumah untuk sementara waktu.


Awalnya Calvin bingung dengan perintah ayahnya yang tiba-tiba melarangnya, setelah Ericson menjelaskan kalau dia sedikit mendengar pembicaraan mereka berempat akhirnya Calvin menuruti perkataan Ericson.


"Untuk apa ayah marah padamu? Semua itu bukan kesalahan kamu atau yang berada di sini, tapi ini semua terjadi karena kita lengah terhadap pergerakan Andre. Jadi ayah minta sama kamu untuk tidak menampakkan diri di depan orang ramai, sampai ayah selesaikan masalah ini"


"Maaf tuan Ericson, apa anda akan memanipulasi ingatan mereka?"


"Tidak! Saya memiliki cara yang bagus untuk membalas perbuatan Andre pada anak saya, jadi kamu tolong jaga anak saya ya Lion dan kalau perlu kalian semua bersembunyi di dunia siluman saja. Bagaimana?"


"Nanti Calvin pikirkan dulu ya yah"


"Baiklah... Kalau begitu ayah pergi dulu ya, ayah janji akan menyelesaikan masalah ini dengan cepat" Ericson langsung bangun dari duduknya.

__ADS_1


"Iya yah... Ayah hati-hati ya, karena Andre sangat licik dan Calvin minta ayah membawa pengawal" Calvin mendongakkan kepalanya dan melihat ke Ericson dengan tatapan khawatir.


Ericson hanya tersenyum sembari menganggukan kepalanya dan menepuk pelan bahu Calvin sebelum dia pergi dari tempatnya berdiri, sedangkan Lena langsung mengantar Ericson sampai ke depan pintu depan.


Saat ini Calvin hanya bisa berharap ayahnya kembali dengan cepat dan bisa menyelesaikan masalah yang ada tanpa menimbulkan masalah lainnya, karena Calvin benar-benar merasa khawatir pada ayahnya.


Setelah Ericson pergi Lion mengajak Calvin untuk kembali ke dunia siluman, tapi menolak karena dia masih ragu untuk meninggalkan ayahnya hanya bersama dengan pengawal di dunia manusia.


"Tuan muda... Tadi anda dengar sendiri kan? kalau tuan Ericson meminta kita semua untuk pergi ke dunia siluman, karena bisa jadi tuan Ericson tidak ingin Andre menculik salah satu dari kita lagi" Lion terus membujuk Calvin walaupun Calvin hanya diam saja.


"Yang dibilang Lion ada benarnya, kemungkinan ayah Ericson menginginkan kita bersembunyi di dunia siluman. Karena di sana lebih banyak pengawal, aku juga yakin kalau ayah Ericson akan baik-baik saja di sini karena beliau sangat pintar" Lena berjalan untuk kembali bergabung dengan yang lainnya lagi.


Setelah mendengar perkataan Lena, Calvin berpikir sejenak dan beberapa menit kemudian akhirnya dia menyetujui ajakan Lion untuk kembali ke dunia siluman dulu sampai ayahnya kembali.


"Lion, apa tidak masalah kita membawa Kia ke sana juga?" Calvin menatap Kia yang sedang membaca grup kantor di ponselnya.


"Sepertinya tidak masalah tuan, saya akan terus berada di sampingnya untuk mengawasinya"


"Baiklah kalau begitu kita berangkat sekarang saja"


"Tunggu sebentar! Tadi kita akan pergi kemana?" Kia mematikan ponselnya.


"Dunia siluman kucing, jadi cepatlah kalau kamu tidak ingin bertemu dengan Andre" Calvin bangun dari duduknya dan di ikuti Lena dan Lion.


Lion yang melihat Kia belum bangun dari duduknya langsung mengulurkan tangannya, karena sepertinya ada ketakutan dalam hati Kia kalau dunia siluman menyeramkan seperti yang ada di pikirannya.

__ADS_1


"Jangan takut! Aku pasti akan selalu berada di samping kamu untuk menjaga mu, jadi ayo kita pergi sekarang" Kia akhirnya menerima uluran tangan Lion dan langsung menggenggam tangannya.


Setelah Lion berhasil meyakinkan Kia, mereka berdua langsung menyusul Calvin dan Lena yang sudah lebih dulu melewati portal untuk bisa langsung sampai di dunia siluman tanpa memerlukan waktu banyak.


__ADS_2