
Seharusnya pagi ini adalah hari terakhir Lita tinggal bersama dengan Lena, tapi karena Lena sudah merasa nyaman Lita di sana. Jadinya dia meminta Lita untuk tetap tinggal bersama dengannya, supaya Lena tidak merasa bosan saat Calvin pergi menyelesaikan tugasnya lagi di dunia siluman.
Lita yang kebetulan juga sangat kesepian saat berada di apartemen sendirian, akhirnya dia memutuskan untuk menyetujui permintaan Lena. Bahkan ada satu alasan lagi kenapa Lita menerimanya, itu karena permintaan dari Calvin yang mengatakan agar Lita sekalian menjaga Lena.
Kevin melakukan itu semua supaya Andre tidak bisa mendekati Lena lagi, walaupun Calvin sudah tau niat Andre hanya untuk menjauhkan Lena darinya. Tapi menurut Calvin tidak menutup kemungkinan kalau ada niat lainnya yang akan Andre lakukan pada Lena, makanya Calvin memperketat penjagaan pada Lena.
Saat ini Calvin, Lena, Lita, dan Dion sedang jogging bareng di taman dekat rumah Lena. Sedangkan Lion lagi bertugas untuk mencari keberadaan Andre dan mengawasi pergerakan dari yang akan di lakukan selanjutnya, karena hanya Lion yang bisa melakukan hal itu.
Andre yang saat ini masih berada di apartemennya sedang menyusun rencana baru yang akan dirinya lakukan untuk membalaskan dendamnya pada Calvin, dirinya sama sekali tidak mengetahui kalau Calvin sudah mengirimkan seseorang untuk mengintainya.
"Calvin, lu tunggu aja! Gue akan pastikan lu merasakan yang gue rasakan dulu, sebentar lagi gue akan balas semuanya dengan cara yang sama dengan lu lakuin dulu" Andre bermonolog sendiri sembari tersenyum miring dan memegang foto Calvin bersama Lena.
"Sabar ya sayang, aku akan buat kekasih Calvin memohon seperti yang kamu lakukan dulu" kali ini Andre mengusap wajah kekasihnya dalam foto yang berada di atas meja.
Cukup lama Lion berada di sana untuk mendengarkan semua perkataan yang di ucapkan Andre sampai dirinya melihat Andre sudah keluar dari apartemen itu, tapi saat Lion ingin mengikutinya Andre sudah menghilang begitu saja.
Lion memutuskan untuk menemui Calvin dan mengatakan semua yang dirinya dengar hari ini, tapi saat sampai di rumah Lena semua orang masih belum ada yang kembali dan akhirnya Lion harus menunggu di teras.
"Loh! Lion, kamu sudah pulang?" Lena yang sampai lebih dulu di rumah dan langsung membuka pintu rumahnya.
"Iya non, apa tuan muda masih olahraga non?"
"Engga kok, mereka ada di belakang. Kamu tunggu aja ya, aku mau ke kamar mandi soalnya" Lena langsung berlari masuk ke dalam rumah, karena dirinya kebelet untuk buang air kecil.
Lima menit kemudian Calvin dan yang lainnya baru sampai di rumah, mereka sengaja berjalan perlahan karena saat menjadi manusia mereka tidak bisa terlalu lama berlari. Dion dan Lita langsung masuk ke dalam rumah untuk mengambil minum, sedangkan Calvin duduk di samping Lion.
"Gimana? Apa yang kamu ketahui tentang Andre hari ini?"
__ADS_1
"Saya hanya mendengar beberapa kata saja tuan, dan yang saya dengan itu....."
Lion menjelaskan semua yang dikatakan Andre dan Calvin hanya mendengarkan sampai selesai, sembari mencerna semuanya dalam otaknya agar dirinya tambah yakin dengan dugaan yang selama ini sudah ada dalam pikirannya.
"Tapi tuan, apa hubungannya anda dengan kekasihnya Andre?" setelah selesai menyampaikan semuanya, Lion menatap Calvin sembari menggaruk tengkuk lehernya yang tidak gatal.
Saat kejadian meninggalnya kekasih Andre, Lion memang tidak lagi berada di dunia siluman. Karena Calvin menugaskannya untuk ke dunia manusia dan mencari tau tentang Lena, jadi Lion tidak tau sama sekali tentang masalah itu.
Calvin hanya menghela nafas beratnya dan menundukkan kepalanya, tanpa di sadari Lena sudah berada di dekat pintu sembari mendengar pembicaraan mereka berdua.
"Saya yang menyebabkan kekasih Andre meninggal, saat itu saya benar-benar terpaksa harus membunuhnya Li" bukan hanya Lion yang terkejut, tapi Lena juga sampai menutup mulutnya tidak percaya.
"Kenapa tuan muda melakukan itu? Apa anda membunuhnya saat berada di dunia manusia?"
"Tidak! saya melakukannya di dunia siluman, itupun karena dia melanggar peraturan dan membocorkan dunia kita pada orang di dunia manusia" Calvin menatap Lion dengan tatapan merasa bersalah.
Lena yang sedari tadi menguping pembicaraan Calvin dan Lion akhirnya keluar dan menemui mereka berdua, dia benar-benar tidak menyangka kalau Calvin setega itu pada manusia dan terlebih lagi dia manusia.
"Calvin, apa benar yang kamu katakan tadi? Kalau kamu penyebab kekasih Andre meninggal?" Calvin hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.
"Kenapa kamu bisa setega itu sih?"
"Kalau kamu mendengar pembicaraan ku tadi sampai habis pasti kamu sudah tau alasannya"
"Tapi Calvin....."
"Hentikan Lena! Aku benar-benar sudah menyesali perbuatan ku, karena aku melakukan itu persahabatan ku dengan Andre jadi hancur"
__ADS_1
Lena langsung menghentikan ucapannya dan langsung memeluk Calvin, karena dirinya melihat mata Calvin yang merasa sangat-sangat bersalah.
"Semua sudah berlalu dan kamu bisa minta maaf pada Andre kan?" Lena mengusap kepala Calvin perlahan.
"Minta maaf pada Andre itu adalah hal yang percuma, karena dia tidak akan memaafkan sebelum amarahnya terbalaskan"
"Kenapa Andre seperti itu?"
"Andre memang seperti itu, dia bukan tipikal orang yang dengan mudah memaafkan sebelum orang itu merasakan hal yang sama"
Sesaat setelah Calvin mengatakan itu Lena langsung berpikir tentang tujuan Andre selama ini, tapi saat dirinya baru akan mengatakannya Lita dan Dion muncul.
"Tuan muda, semua sudah tidak di ragukan lagi. Incaran Andre saat ini adalah nona Lena dan tidak menutup kemungkinan dia akan membunuh non Lena juga" Dion menyandarkan badannya di tembok.
Semua orang langsung membulatkan matanya, kecuali Lena yang juga sudah memikirkan yang sama dengan apa yang di katakan Dion barusan.
"Kalau begitu saya minta perketat penjagaan Lena! Untuk kamu Dion, saya minta kamu ke dunia siluman untuk membawa beberapa penjaga lagi dan kalau bisa mereka langsung menyamar karena itu mereka semua untuk penjaga di sekitar.
"Baik tuan" Dion langsung pergi dari tempatnya dan menghilang begitu saja.
"Ya udah, mending sekarang kita masuk dulu yuk dan lanjutkan pembicaraannya di dalam saja" Lena menegang kedua pipi Calvin sembari tersenyum
Mereka semua masuk ke dalam sambil menunggu Dion kembali dan Calvin masih tetap terlihat murung, karena dia merasa gara-gara masalah itu Lena jadi ikut terbawa juga.
"Sudah jangan di pikirkan lagi ya, aku yakin semua akan baik-baik saja" Lena terus mencoba untuk menenangkan Calvin.
"Apa yang di katakan non Lena ada benarnya tuan, lagipula kita semua kan selalu menjaga dan berada di samping non Lena. Jadi pasti non Lena akan selalu aman"
__ADS_1
Calvin langsung menatap Lena dengan mata sayunya, sedangkan Lena memberikan senyuman sembari mengusap pelan pipi Calvin.