Pacar Tampanku Siluman Kucing

Pacar Tampanku Siluman Kucing
Keputusan Lena


__ADS_3

Setelah mengatakan keputusannya kemarin pada Lion, bahwa Lena bersedia untuk memberikan darahnya untuk Calvin. Akhirnya tepat di sisa waktu Calvin yang tinggal sehari, Lion langsung membawa Lena ke tempat Calvin berada.


Lena dan Lion baru saja sampai di castile milik ayah Calvin, dan Lion langsung meminta bibi yang Lena temui waktu itu untuk mengantar mereka berdua bertemu dengan Ericson.


"Permisi tuan, ada Lion dan seorang perempuan yang ingin bertemu dengan anda" ucap bibi itu sembari mengetuk pintu ruangan tempat Ericson berada.


"Suruh mereka berdua masuk bi!"


Tanpa menunggu arahan dari bibi tadi Lion langsung membawa Lena masuk ke dalam ruang kerja Ericson, untuk memberitahu maksud mereka datang menemui Ericson.


Saat mereka masuk ke dalam ruang kerja Ericson kebetulan Dion juga sedang berada di sana untuk membahas kelanjutan penyembuhan Calvin, jadi Lena tidak perlu berbasa-basi lagi dan bisa langsung melakukan penyembuhan Calvin.


"Tuan, saya datang ke sini untuk mengantar nona Lena" ucap Lion sembari membungkukkan sedikit kepalanya.


"Duduklah Lena, Lion" ucap Ericson yang langsung menyuruh mereka berdua duduk di sofa.


"Terima kasih om" Lena langsung duduk di sofa yang berada di samping kanan Ericson, sedangkan Lion duduk di dekat Dion.


Lena tidak langsung berbicara dia hanya diam sembari memainkan jarinya saja, Sebenarnya ada perasaan takut dihati Lena tentang kehidupan dirinya setelah ini tapi dirinya lebih takut kalau Calvin tidak bisa di sembuhkan lagi.


Ericson, Dion, dan Lion hanya saling bertukar pandangan saat melihat Lena hanya diam dengan wajah ketakutan, tapi akhirnya Ericson lah yang membuka suaranya terlebih dahulu untuk bertanya pada Lena.


"Jadi bagaimana Lena? Apa kamu sudah siap untuk membantu menyembuhkan Calvin?" ucap Ericson sambil tersenyum.

__ADS_1


"Eum... I-iya om saya sudah siap, tapi boleh tidak om kalau saya melihat Calvin dulu? untuk terakhir kalinya om" tanya Lena dengan suara gugupnya.


"Tentu boleh Lena, tapi jangan terlalu lama ya karena kita tidak memiliki waktu banyak" Ericson menepuk tangan Lena pelan dan langsung menyuruh Dion mengantar Lena.


Setelah mengucapkan terima kasih dan berpamitan pada Ericson, Lena langsung mengikuti Dion yang berjalan lebih dulu di depannya menuju ruangan Calvin berada.


Dion hanya diam dan fokus berjalan untuk mengantar Lena, bahkan saat sampai dia hanya membuka suaranya untuk mempersilahkan Lena masuk ke dalam ruangan itu dan dirinya langsung pergi dari hadapan Lena.


Lena masuk ke dalam dan melihat Calvin yang hanya berbaring lemah dengan beberapa alat di tubuhnya yang sudah di berikan sesuatu oleh Ericson, agar Calvin bisa bertahan selama tiga hari dalam bentuk manusia.


"Calvin... Ini aku Lena, kamu apa kabar?" Lena mengusap pipi Calvin dengan mata kirinya yang sudah mulai mengeluarkan air mata.


"Aku rindu banget sama kamu Vin! kamu cepat sembuh ya, dan nanti kalau pas kamu bangun aku udah engga ada di samping kamu lagi. Aku harap kamu engga akan marah ya dengan keputusan yang aku ambil sekarang, makasih kamu juga sudah mencintai aku dan menjaga aku selama ini. Bahkan kamu rela mengorbankan hidup kamu hanya biar aku bisa hidup, tapi aku juga engga bisa lihat kamu begini Vin... Aku benar-benar engga bisa kalau tanpa kamu"


Tangis Lena seketika pecah dan dirinya langsung memeluk tubuh Calvin yang tidak berdaya, saat Lena mengatakan perkataanya tadi Ericson juga ikut mendengar dari balik pintu.


Ericson tidak mau terlalu larut terbawa suasana, karena takutnya nanti bukan Lena yang berubah pikiran melainkan dirinya sendiri. Jadi Ericson memutuskan untuk masuk ke dalam ruangan Calvin dan menemui Lena, sekalian dirinya ingin menghentikan tangisan Lena.


"Lena... Om mengerti perasaan kamu pasti sedih sekali, tapi sekarang sudah saatnya kita melakukan transfusi darahnya" ucap Ericson sembari menepuk bahu Lena.


"Iya om... Maaf ya Lena terlalu lama di sini, soalnya Lena benar-benar rindu banget sama Calvin" ucap Lena dengan suara sesegukan dan sembari menghapus air matanya.


"Tidak masalah yang terpenting sekarang rindu kamu sudah terobati bukan? Jadi kamu bisa fokus untuk membantu Calvin sembuh" ucap Ericson dengan senyuman di bibirnya.

__ADS_1


"Iya om, om boleh saya bertanya sesuatu?" tanya Lena sembari menghapus air matanya yang masih mengalir di pipinya.


"Silahkan! Kamu mau bertanya tentang apa?"


"Om, apa setelah ini saya masih ada harapan untuk hidup dan bersama dengan Calvin lagi?" tanya Lena sembari melihat ke arah Calvin.


"Kemungkinan ada, tapi saya tidak ingin menjajikan hal itu pada kamu. Karena kamu pasti sudah tau, kenapa saya tidak bisa janji"


"Iya om saya tau, tapi setidaknya masih ada harapan untuk saya om" ucap Lena sembari tersenyum tipis.


"Tetaplah optimis siapa tau memang ada keajaiban untuk kamu, kalau begitu ayo persiapkan diri kamu waktunya sudah hampir dekat" Lena langsung menganggukkan kepalanya.


Ericson langsung membawa Lena ke ruang sebelah yang sudah ada ayah dari Dion dan Lion di sana, bukan cuma ayahnya saja tapi Dion juga ada di sana untuk membantu ayahnya. Sedangkan Lion lebih memilih menunggu di taman, karena dia tidak tega saat melihat Lena ikut terbaring lemas seperti Calvin.


Lena langsung membaringkan tubuhnya diatas tempat tidur dan mereka mulai mengambil darah Lena sekantong demi sekantong, bahkan sekarang wajah Lena sudah terlihat lebih pucat di bandingkan tadi.


...****************...


Dua jam sudah berlalu dan sekarang Lena sudah tidak sadarkan diri lagi, Ericson langsung menghampiri tubuh lemah Lena untuk mengucapkan permintaan maafnya dan juga terima kasihnya pada Lena yang memilih menyelamatkan Calvin.


Ericson juga sudah memanggil Lion dan menyuruhnya untuk membawa Lena ke tempat yang mungkin bisa menyelamatkan nyawanya lagi, awalnya Lion ingin menolaknya karena dia tidak sanggup melihat wajah Lena. Tapi karena ini permintaan tuannya dirinya hanya bisa mengiyakannya, dan tanpa bisa membantah sedikitpun.


Sebelum Lion menjalankan tugasnya dia meminta izin pada Ericson untuk kembali menjaga Lena sampai ada kabar tentang kondisi Lena, Ericson tidak masalah dengan permintaan yang diminta Lion dan malahan dirinya sangat menyetujui itu. Karena sudah mendapat persetujuan dari tuannya, Lion langsung segera menjalankan tugasnya.

__ADS_1


"Non Lena... Bertahanlah! Saya akan berusaha untuk membuat anda kembali hidup dan bisa bersama tuan muda Calvin lagi" ucap Lion sembari berlari dan menggendong Lena di punggungnya.


Lion berusaha keras untuk kesembuhan Lena, bahkan dirinya sampai bantu cari di internet untuk mengembalikan kondisi tubuh manusia yang lemah.


__ADS_2