
Sudah sebulan Calvin terkurung di dalam kamarnya dan hari ini Dion sudah mengizinkan Calvin untuk keluar, karena kondisi Calvin yang sudah benar-benar pulih.
Tujuan utama Calvin saat ini adalah menemui ayahnya yang sedang berada di ruang kerjanya untuk menanyakan keberadaan Lena, tapi saat di tanya ayahnya selalu menjawab dirinya tidak mengetahui keberadaan Lena dan itu semakin membuat Calvin kesal.
"Saya tanya sekali lagi pada anda... Dimana anda menyembunyikan Lena?" tanya Calvin sembari menggebrak meja kerja ayahnya.
"Calvin, ayah memang benar-benar tidak tau kemana Lion membawa Lena. Waktu itu ayah hanya meminta Lion untuk membawa Lena ke tempat yang bisa menyembuhkan dia lagi dan juga ayah minta untuk Lion menjaga Lena sampai pulih, jadi sekarang kamu tenang dulu ya dan kita tunggu sampai Lion kembali" ucap Ericson yang tetap duduk di kursi kerjanya dengan sangat tenang.
Calvin langsung mengusap wajahnya kasar, dirinya bingung harus bagaimana. Karena ayahnya terlihat benar-benar tidak berbohong dan mengatakan semua kebenarannya bahwa memang hanya Lion yang mengetahui keberadaan Lena, tapi kalau menunggu Lion kembali itu pasti akan membutuhkan waktu yang cukup lama.
Setelah berada di ruangan ayahnya cukup lama, akhirnya Calvin memutuskan untuk pergi mencari Lena ke dunia manusia tanpa bilang apapun lagi dengan ayahnya.
Saat Calvin bertemu Dion di luar castle, Dion memaksa untuk ikut dengan Calvin. Tapi Calvin hanya mengabaikan perkataan Dion dan terus berjalan tanpa menoleh sedikitpun, karena sebenarnya Calvin masih kesal dengan Dion sebab kejadian kemarin.
"Tuan muda, tunggu sebentar! Anda mau pergi kemana? biarkan saya ikut dengan anda" ucap Dion sembari berjalan mengejar Calvin.
"Berhenti mengikuti saya dan lebih baik kamu urusi saja ayah saya! Bukankah kamu lebih mendengarkan perintah ayah saya Dion? Jadi untuk apa kamu ikut dengan saya lagi?" ucap Calvin yang memberhentikan langkahnya dan menatap Dion dengan wajah datar.
"Apa anda masih marah dengan saya tuan muda? Kalau memang seperti itu, saya mohon maafkan saya" ucap Dion sembari berlutut di hadapan Calvin.
"Bangunlah! Saya tidak marah dengan mu Dion, tapi mulai sekarang jadilah asisten pribadi ayah saya! karena sepertinya kamu lebih cocok dengannya" setelah mengucapkan itu Calvin langsung pergi meninggalkan Dion.
Walaupun Calvin melarang Dion untuk mengikutinya, tapi bukan berarti Dion akan menuruti perkataan Calvin dan diam saja melihat Calvin pergi.
__ADS_1
Dion mengikuti terus mengikuti Calvin secara diam-diam dan menjaga jarak, walaupun Calvin sudah dinyatakan sembuh total tapi Dion masih sangat khawatir kalau tuan muda kenapa-kenapa saat di jalan.
"Hah... Kenapa Dion sangat keras kepala sekali? Padahal aku melakukan itu dan menyuruhnya berhenti mengikuti ku, karena aku lagi ingin sendiri" ucap Calvin dalam hatinya, karena Calvin sadar Dion terus mengikutinya.
Saat sampai di dunia manusia Calvin langsung mendatangi rumah Kia, karena dirinya berpikir mungkin Kia tau dimana Lena berada sekarang.
Waktu Calvin bertanya keberadaan Lena, Kia malah terlihat bingung dan kaget. Pasalnya Kia juga baru mengetahui kalau Lena menghilang, Kia pikir kalau selama ini Lena baik-baik saja bersama dengan Calvin.
"Sorry Vin, kalau boleh gue tau emang kalian ada masalah apa? sampai-sampai Lena menghilang begini"
"Ceritanya panjang Ki, Jadi kamu benar-benar tidak tau Lena ada dimana Kia?" tanya Calvin dengan wajah muram.
"Iya bener Vin gue engga tau Lena dimana... Maaf banget ya Vin, karena Lena udah lama engga ngehubungin gue"
"Iya Vin, pasti gue kabarin lu"
Setelah Calvin pergi dari rumah Kia, dirinya langsung mencari Lena ke tempat lain lagi. Bahkan Calvin tidak berhenti sama sekali, walaupun hanya sekedar untuk makan dan minum.
Sampai sore Calvin mencari Lena, tapi belum ada tanda-tanda dirinya menemukan Lena ataupun Lion. Calvin terus berpikir bagaimana bisa mereka berdua menghilang tanpa ada jejak sedikitpun, bahkan Lion yang dirinya kenal ceroboh kali ini bersembunyi dengan baik.
"Lena... Aku harus cari kamu kemana lagi? Apa kamu berada di dunia ku atau di dunia mu?" ucap Calvin yang berbicara dengan dirinya sendiri sembari duduk di bangku halte dan menundukkan kepalanya.
"Tuan muda..." ucap Dion yang berdiri dihadapan Calvin.
__ADS_1
"Mau apa kamu ke sini Dion? Bukanya saya sudah bilang untuk jangan ikuti saya lagi" ucap Calvin yang masih dengan posisinya.
"Maaf tuan muda, Tapi saya juga sudah pernah bilang pada anda kalau saya berjanji akan membantu menemukan nona Lena dan juga Lion. Jadi saya mohon, izinkan saya ikut mencari bersama anda"
"Hah... Lakukanlah apa yang kamu ingin lakukan Dion, karena percuma saya melarang kamu. Toh buktinya sekarang kamu ada di sini" Calvin mendongakan kepalanya melihat ke wajah Dion.
"Terima kasih tuan muda, percayakan semuanya pada saya. Saya janji akan secepatnya menemukan nona Lena"
"Saya membutuhkan bukti bukan hanya sekedar janji dari kamu, jadi buktikan saja pada saya Dion"
"Baik tuan muda"
Calvin langsung kembali terdiam dengan wajahnya yang terlihat lesu dan penampilannya yang sangat kusut, kali ini Dion hanya duduk menemani Calvin tanpa berbicara apapun lagi.
Sampai malam mereka berdua di sana dan akhirnya Dion memutuskan untuk mengajak Calvin kembali ke dunia siluman, awalnya Calvin menolaknya dan dia ingin pulang ke rumah Lena untuk tetap menunggu di dunia manusia. Tapi karena Dion terus memaksa, akhirnya Calvin mengikuti saran Dion untuk pulang.
Dion harus lebih sabar lagi saat menghadapi Calvin yang seperti ini, karena saat-saat seperti inilah mood Calvin terus berubah-ubah. Terkadang Calvin tiba-tiba marah, nangis, hanya diam tanpa bicara apapun, bahkan terkadang Calvin seperti anak kecil yang sudah dibilangin dan harus dibujuk untuk bisa mendengarkan perkataan Dion.
Calvin yang sudah berada di depan gerbang dunia siluman tiba-tiba dirinya ragu untuk pulang dan bahkan sesaat Calvin beradu argumen dengan Dion, karena Calvin yang ingin kembali mencari Lena tapi Dion tidak mengizinkannya dengan alasan sudah terlalu malam.
Dion yang sudah tidak sabar lagi akhirnya langsung menarik tangan Calvin dan membawanya masuk ke dalam gerbang dunia siluman, bahkan sebelum sampai di castle Dion tidak melepaskan tangan Calvin karena takut dirinya akan melarikan diri seperti yang sudah-sudah.
Saat mereka sampai di dunia siluman dan Dion sudah melepaskan tangannya dari tangan Calvin, Calvin langsung masuk ke dalam kamarnya dan tidak keluar lagi sampai pagi kembali datang. Bahkan kemarin seharian Calvin tidak mau makan, walaupun para pelayan castle terus berdatangan membawa makanan ke dalam kamar Calvin dan semuanya Calvin tolak.
__ADS_1