Pacar Tampanku Siluman Kucing

Pacar Tampanku Siluman Kucing
Terbongkarnya Rahasia Besar


__ADS_3

Hari ini Lena tetap ingin datang ke kantor walaupun Calvin sudah melarangnya dan menyuruhnya istirahat terlebih dahulu, karena Calvin takut saat Lena melihat Andre dirinya akan mengingat kembali kejadian kemarin.


Bahkan saat sampai di depan kantor Calvin masih juga membujuk Lena dan mengajaknya untuk kembali pulang ke rumah, tapi jawaban Lena tetap saja sama kalau dirinya tidak ingin membuat pekerjaannya tambah menumpuk.


"Lena, kamu yakin tetap akan bekerja hari ini? Gimana kalau kita libur sehari dulu? Nanti kita jalan-jalan ke taman, gimana? Kamu mau kan?" Calvin lagi-lagi menanyakan pertanyaan yang sama, bahkan pertanyaan itu sudah di tanyakan sejak mereka berdua di rumah.


"Hah... Tadi kan sebelum masuk ke dalam kantor sudah aku katakan jawabannya, apa kamu tidak bosan menanyakan hal yang sama lagi terus-menerus? Lagian kemarin kan kamu udah ambil libur tiga hari, masa sekarang masih mau libur lagi sih" Lena menggelengkan pelan kepalanya dan langsung menekan tombol lift.


Calvin akhirnya diam sembari menunggu pintu liftnya terbuka, karena Calvin sudah tidak ada pilihan lain lagi selain membiarkan Lena bekerja. Tapi dirinya akan terus mengawasi Lena dan mengikutinya kemanapun, agar Andre tidak berani membawa Lena pergi lagi.


Saat pintu lift terbuka dan mereka berdua masuk orang-orang yang ada di dalamnya langsung berjalan mundur, awalnya Calvin merasa itu suatu hal yang wajar. Karena tidak mungkin orang-orang itu tetap berdiri di tempatnya di saat Calvin dan Lena akan masuk, tapi lama kelamaan ada perasaan yang janggal dalam hati Calvin.


Dari Calvin masuk sampai lift itu melewati beberapa lantai yang ada di kantor itu orang-orang di dalam lift terus melihatnya dengan tatapan ketakutan, bahkan saat Calvin dan Lena keluar dari lift itu mereka langsung cepat-cepat menutup pintu liftnya.


"Kenapa mereka seperti ketakutan gitu ya? Apa ada yang salah sama penampilan ku hari ini?" tanya Calvin dalam hatinya sembari melihat ke baju yang dia pakai.


Lena yang menyadari Calvin belum ada di sampingnya langsung menghentikan langkahnya dan menoleh ke belakang untuk memanggil Calvin yang sedang berdiri di depan lift, Calvin yang melihat Lena sudah berdiri cukup jauh darinya langsung menghampiri Lena.


Awalnya Calvin tidak ingin memikirkan hal itu lagi, tapi semua orang yang ada di dalam ruangan tempat Calvin bekerja juga menatapnya dengan tatapan yang sama. Siapapun orang yang Calvin temui akan menatapnya, bahkan hal itu terus berlanjut sampai jam makan siang tiba.


"Ini beneran mereka menatap ku atau hanya perasaan ku saja ya? Tapi dari tadi semua orang-orang di perusahaan ini terus melihat ke arah ku, sebenarnya apa yang salah dari ku hari ini?" ucap Calvin dalam hati sembari melihat satu persatu karyawan yang berada di kantin perusahaan.


"Lena, apa ada yang aneh dari penampilan ku hari ini? Atau ada sesuatu yang menyeramkan di wajah ku?" Calvin memajukan badannya dan berbicara berbisik di depan Lena.

__ADS_1


Lena langsung melihat ke arah wajah dan baju Calvin, tapi menurut dirinya tidak ada yang aneh sama sekali. Bahkan Lena sampai memeriksa dua kali, agar dirinya merasa yakin kalau sama sekalitidak ada yang aneh pada Calvin.


"Engga ada yang aneh dari kamu dan semuanya telihat seperti biasa saja, memangnya ada apa?" Lena juga ikut berbicara berbisik seperti Calvin.


"Sebenarnya dari tadi tuh aku melihat kalau semua orang-orang di perusahan ini terus menatap aku dengan tatapan ketakutan"


"Masa sih mereka menatap kamu kayak gitu?"


"Iya, kalau kamu tidak percaya kamu lihat saja sendiri"


Lena akhirnya melirik ke setiap orang yang berada di kantin itu untuk memastikan apa yang di bilang Calvin benar atau tidak, ternyata setelah Lena melihat ke sekelilingnya dugaan Calvin benar. Orang-orang di sana ketakutan saat melihat Calvin, kecuali orang yang menggunakan masker hitam di bangku pojok kantin.


Saat Lena baru akan mengatakan sesuatu lagi pada Calvin, tiba-tiba Kia datang dan duduk di samping Lena sembari mengatakan kalau dia punya berita tentang Calvin. Tidak lama kemudian kehebohan Kia terhenti, karena dirinya merasa semua orang melihat ke arahnya sembari berbisik tentangnya.


Di perjalanan ke rooftop semua pekerja di sana tidak henti-hentinya melihat ke arah mereka bertiga sembari berbisik dengan pekerja lainnya, Lena meminta Calvin dan Kia untuk tetap fokus berjalan dan jangan hiraukan orang-orang yang menatap mereka.


"Loh! Kenapa tuan Calvin ke sini? Apa ada masalah?" Lion langsung menghampiri Calvin saat mereka bertiga sampai di rooftop.


"Iya, sepertinya memang ada masalah yang terjadi di sini dan sepertinya Kia tau apa permasalahannya. Jadi kamu bisa cerita pada kami sekarang Ki"


"Oke, bentar ya" Kia langsung memasukkan kunci ponselnya dan mencari yang tadi dirinya lihat di grup kantor.


Setelah Kia menemukan video yang ada di ponselnya, dia langsung menunjukkannya pada Calvin dan juga yang lainnya. Calvin langsung terkejut saat melihat video dirinya yang berubah dari wujud kucing menjadi wujud manusia kemarin tersebar di grup kantor.

__ADS_1


"Apa yang ada di video ini beneran? Calvin bisa berubah menjadi kucing? Kalau iya, gue boleh lihat juga gak? Nanti gue bantuin selesaikan masalah ini deh, gimana?"


Kia yang mengetahui kalau Calvin siluman kucing bukannya takut, tapi dia malah terlihat sangat antusias meminta Calvin menunjukkan wujud kucingnya. Karena dirinya benar-benar penasaran dan ingin melihat pacar kucing milik sahabatnya itu.


"Baiklah... Saya akan menunjukkannya pada mu, tapi ingat kamu tidak boleh ikut-ikutan menyebarkan tentang ini"


"Iya gue janji engga akan ikutan orang itu nyebarin tentang wujud kucing lu, lagian lu kan pacar teman gue mana mungkin gue....."


Belum selesai Kia bicara Calvin langsung merubah dirinya menjadi kucing, Kia yang melihat itu langsung menghampiri Calvin dan ingin menggendongnya. Karena wujud kucing Calvin sangat menggemaskan bagi Kia, tapi Lena langsung menahan Kia dan mengatakan kalau itu kucing miliknya hanya dia yang boleh menggendongnya.


Setelah beberapa detik kemudian Calvin merubah dirinya kembali menjadi manusia, karena dia ingin segera menyelesaikan masalah ini agar tidak terlalu berlarut-larut dan semakin banyak orang yang tau tentang dirinya.


"Enak banget sih lu Len, bisa punya pacar kucing gitu" di saat Calvin sedang pusing memikirkan cara menyelesaikan masalahnya Kia dan Lena masih membahas masalah kucing.


"Lu kan juga punya Ki, tuh Lion"


"Yeuh... Dia mah mana bisa berubah jadi kucing Len"


"Bisa kok, dia juga bisa Ki"


"Sudah... Bahas kucingnya nanti lagi saja ya, lebih baik kita selesaikan masalah ini dulu setelah pulang kantor" mereka bertiga langsung menganggukan kepalanya untuk menyetujui perkataan Calvin.


Berbeda dengan Calvin yang sedang pusing dengan masalahnya, Andre malah sedang bahagia karena rencana dia untuk menghancurkan Calvin sebentar lagi akan berhasil.

__ADS_1


"Selamat menikmati hadiah kecil dari gue Vin, sebentar lagi gue yakin orang-orang akan menjauhi lu dan mengusir lu dari perusahaan" Andre tersenyum miring di balik maskernya dan masih berada di dalam kantin.


__ADS_2